Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 109


__ADS_3

" Ya sudah sebaiknya kita cepat tidur, kamu juga perlu istirahat." Ucap Haikal. Merangkul bahu Dinda.


mereka langsung masuk ke dalam kamar, untuk segera beristirahat. saat langkah mereka mulai dekat dengan pintu kamar.


Brag .....


Suara seperti lemparan batu terdengar keras di luar.


"Apa itu, Mas?" tanya Dinda kaget, kedua matanya menatap ke arah depan pintu.


"Entahlah, sebaiknya kamu cepat masuk ke dalam kamar. Biar aku saja yang mengecek ke depan rumah!" jawab Haikal pada istrinya.


"Baiklah mas," ucap Dinda.


Saat itulah Haikal mulai melangkahkan kaki keluar untuk mencari suara yang terdengar sedikit mencurigakan, Haikal mencoba mengintip pada jendela rumah.


Sepi, tidak ada satu orang pun di luar, Haikal mencoba membuka pintu rumah.


disaat Haikal yang tengah mengecek suara yang terdengar di luar, saat itulah Dinda mulai duduk di ujung ranjang tempat tidur. Gordeng sedikit terbuka, membuat Dinda menatap ke arah jendela itu.


Brakkk .....


Suara itu terdengar kembali, di mana suara itu begitu jelas. Dinda yang penasaran mencoba bangkit dari tempat duduknya, berusaha membuka gorden jendela kamarnya. untuk melihat suara yang ia dengar.


. perlahan gordeng itu dibuka, saat itulah hati Dinda terasa bergetar ketakutan.


Tangan Dinda yang masih memegang gordeng, Kini bergetar hebat," suara apa itu."


Seketika Seseorang melintas .... Kedua mata orang itu menatap tajam ke arah Dinda.


Deg ....


Tangan kanan Dinda memegang dada dengan berkata," siapa itu?"


segera mungkin Dinda langsung menutup gorden jendela kamarnya, ia menghindari orang itu, dengan berusaha bersikap tenang.


"Jangan panik Dinda, kamu harus tenang," ucap pelan Dinda.


Haikal belum juga kembali, membuat Dinda benar-benar merasa ketakutan,


"Kenapa Mas Haikal belum juga kembali," ucap Dinda pelan.


Krett ....


Suara jendela seakan di buka perlahan, membuat Dinda menatap ke arah jendela itu.


"Apa itu?"


Dinda tak berani melihat pada jendela kamarnya, dia lebih baik diam.


"Siapa itu?" teriak Dinda.


Tok ..... tok ....


orang itu seakan sengaja mengetuk jendela kamar Dinda," jangan macam macam kamu,"

__ADS_1


Teriakan Dinda, membuat orang itu sengaja mengetuk kembali jendela kamarnya.


Tawa kini di layangkan, Dinda semakin ketakutan, dia takut jika nanti orang itu akan mencelakai dirinya."


"Dinda."


"Suara itu?" Dinda seakan mengenal suara itu, membuat Dinda benar benar kaget.


"Aku seperti mengenal suara itu?"


"Dinda."


Rasa penasaran membuat Dinda melangkah maju ke jendela, Tanganya mulai membuka gordeng jendela.


Dan ..... Ahkkkkk


Haikal masih berada di luar, ia melihat seseorang lari dari arah depan, membuat Haikal ingin mengejar orang itu.


Hanya saja teriakan Dinda membuat Haikal mengurungkan niatnya mengejar orang itu.


"Dinda."


Haikal berlari ke arah kamar, untuk melihat keadaan Dinda yang tiba-tiba saja terdengar berteriak.


."Dinda kenapa kamu?" tanya Haikal.


Dinda menutup wajahnya dengan kedua tangan, sembari berteriak. membuat Haikal langsung memegang kedua bahunya dan berkata," stop Dinda. Ini aku suamimu."


.


"Mas Haikal."


"Mas, tadi aku lihat orang, Mengetuk jendela dan memanggil namaku!" jawab Dinda.


. Haikal melepaskan pelukan Dinda, dia melihat kearah jendela kamar istrinya..


"Tidak apa apa,"


"Tapi, tadi aku lihat mas, ada orang mengetuk jendela kamarku dan juga memanggil namaku." ucap Dinda.


"Kamu harus tenang," balas Haikal.


Haikal berusaha menenangkan sang istri, agar tidak terlalu ketakutan.


"Mas aku takut."


Haikal menyuruh Dinda untuk beristirahat dan Tetap tenang, tidak memikirkan hal-hal yang membuat dirinya ketakutan.


"Kamu sebaiknya cepat tidur, Biar mas berjaga malam ini."


"Tapi kamu besok."


"Sudah, cepat tidur."


saat itulah Dinda mulai membaringkan tubuhnya untuk tidur di atas ranjang, melupakan semua yang ia lihat. sedangkan Haikal masih berjaga dengan duduk di samping sang istri.

__ADS_1


Lelaki berbadan kekar itu masih memikirkan. Siapa orang yang sudah tega, menakut-nakuti istrinya. Haikal menatap kearah sang istri yang tengah tertidur, tangannya mulai mengusap pelan kepala sang istri dengan begitu lembut, Iya kini mencium kening Dinda.


Karena rasa penasaran yang terus menggebu-gebu pada hati Haikal, ya kini beranjak berdiri untuk melihat keadaan jendela kamarnya, berharap tidak ada apa-apa.


saat membuka jendela kamar sang istri, saat itulah Haikal menemukan suatu barang yang begitu asing bagi dirinya.


yakini meraih barang itu yang tak jauh dari jendela kamarnya, barang itu seperti gelang yang pernah ia lihat.


"Gelang yang tak asing."


Haikal langsung mengambil gelang itu dan menariknya pada saku celana, dirinya langsung menutup jendela kamar.


"Gelang siapa ya."


kini Haikal mulai duduk kembali di samping sang istri, menjaganya dengan sepenuh hati, Dirinya tak mau jika sang istri kenapa-napa, dia mengurungkan niatnya untuk tidur Dan menjaga Dinda selama semalaman.


saat itulah Haikal Mulai mengambil gelang itu, dia menatap gelang itu. memikirkan Siapa pemilik gelang yang sudah tak asing bagi dirinya.


Dinda tiba-tiba saja terbangun, dia melihat suaminya masih saja duduk. sembari menatap gelang yang baru saja ia temukan di luar jendela kamarnya.


Dinda mulai bertanya kepada sang suami," Mas, kamu yakin tidak tidur, Besok kan kamu harus kerja."


" Sudah, masalah tidur. Mas bisa nanti pas jam istirahat tidur. Kamu jangan kuatir, Dinda."


" Bagaimana aku tidak kuatir kesehatanmu paling utama. Jika kamu sakit, siapa nanti yang akan menjagaku seperti ini."


" sudah enggak usah lebay kayak gitu, kamu tak usah memperdulikan kesehatan ku, klinik kuat dan juga strong."


" Tapi tetap saja malas aku sangat kuatir pada kesehatanmu, aku takut kamu kenapa-napa."


" Iya aku tahu kekuatiranmu itu,"


" kalau kamu tahu ya sudah sekarang kamu tidur, Kalau kamu tidak tidur Aku pun tidak tidur."


" jangan begitu kamu harus tetap tidur, kamu harus menjaga pola tidur kamu sekarang kan kamu lagi hamil."


"Tapi ...."


"Sudah cepat tidur, jangan banyak bicara lagi."


"Mmm."


"Kenapa?"


pada akhirnya Dinda mengalah, Iya kembali tidur. karena kondisinya yang memang sedang hamil. Dinda diharuskan banyak istirahat.


Karena rasa penasarannya saat itulah Haikal langsung membuka ponselnya, ya mencari poto yang mungkin bisa membuatnya ingat pada gelang yang tak sengaja ia temukan.


hingga kini rasa ngantuknya terasa sangatlah berat, akan tetapi Haikal tidak menemukan juga petunjuk akan gelang yang ia temukan.


dengan berusaha keras, Haikal tidak tidur.


dengan begitu teliti yang mencari sebuah foto,


setengah jam berlalu, ya tak menemukan foto orang yang memakai gelang itu.

__ADS_1


"Siapa ya yang pernah memakai gelang ini?" Gumam hati Haikal.


Haikal mulai memutar-mutar gelang itu, hingga di mana ia menemukan tanda nama pada gelang yang ia temukan tak sengaja.


__ADS_2