Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 219 keraguan


__ADS_3

Ika tak menyangka jika Maya sudah berdiri di belakangnya. Iya berusaha tetap tenang menghadapi nyonya besar di rumah.


walau sebenarnya hatinya merasa tak karuan, akan datangnya Maya secara tiba-tiba.


"Jadi kamu yang tadi menguping pembicaraan saya dan suami saya?"


pertanyaan kini dilayangkan oleh Maya kepada Ika pembantu barunya, bibir tebal Ika terlihat bergetar.


"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku? Apa kamu takut?"


Ika tetap saja diam, kepalanya masih menunduk dengan tangan menggenggam erat satu sama lain.


Lulu yang tadinya mau membela Ika, membuat Maya memperlihatkan telapak tangannya.


"Kenapa kamu diam?"


"Maafkan saya nyonya, saya tidak ada maksud untuk me ...."


belum perkataan Ika terlontar semuanya, Maya kini berucap dengan sedikit bernada tinggi," Apa mungkin masalah anakku, karna kamu?"


pertanyaan Maya membuat Ika menelan ludah, Iya berusaha mencari cara untuk bisa terbebas dari pertanyaan-pertanyaan yang akan membuat dirinya mengatakan yang sesungguhnya.


"Jawab."


bentakan kini dilayangkan kembali oleh Maya untuk Ika. sang suami yang terus mencari keberadaan istrinya, kini menemukan Maya tengah memarahi pembantu di rumah.


Anton mendekat ke arah sang istri, memegang bahu kedua bahu istrinya dari belakang.


"Kenapa?"


Maya mulai membuka suara," Anton, aku hanya ingin memberitahu kamu bahwa di rumah ini ada penyusup."


"Penyusup? Dimana dia sekarang?"


Maya tertawa kecil Seraya menunjuk ke arah pembantu yang berada di hadapan," di hadapanku ialah penyusup yang menyamar menjadi seorang pembantu."


Ika mencoba melihat ke arah meja dapur, di mana terdapat sebuah pisau yang tak jauh dari hadapannya.


"Jadi dia biangnya?"


Anton tak menyangka jika pembantu barunya itu adalah penyusup, penyusup yang mau menghancurkan kehidupan anaknya.


Maya melipatkan kedua tangannya menatap tajam ke arah Ika, wanita tua itu kini bertanya," Siapa yang menyuruh kamu datang ke sini, dengan berpura-pura menjadi pembantu?"


wanita yang berseragam pembantu itu masih saja diam, saat pertanyaan-pertanyaan terus terlontar dari mulut Maya.

__ADS_1


Lulu yang berada di belakang Ika, merasa Curiga dengan diamnya Ika yang terus ditanya oleh sang majikan.


Lulu melihat tangan Ika, perlahan mendekat pada meja dapur. Di mana Ika berusaha mengambil pisau dengan tanganya.


"Ini gawat, sepertinya. Ika akan melakukan hal yang berbahaya," guman hati Lulu.


"Ayo Jawab."


Bentakan Maya, membuat Ika langsung mengambil pisau yang tak jauh dari hadapanya.


Tangan pembantu baru itu, memegang erat pisau dan mulai melayangkan pada Maya.


Hingga detik-detik pisau yang akan dilayangkan pada Maya, seketika terhenti oleh tangan Lulu yang berusaha menahan tangan Ita.


"Nyonya menyingkirlah."


Teriak Lulu, yang memegang erat tangan Ika.


Maya kini menyingkirkan diri, membuat Anton sang suami membantu Lulu, mengambil pisau yang tengah di pegang Ika.


"Lepaskan tanganku, aku akan membunuh wanita tua ini."


Sekuat apapun tenaga wanita, yang tengah marah. Saat itu juga akan lemah, karna Anton yang memukul pelan bahu Ika hingga ia pingsan seketika.


"Maya, cepat kamu ambil tali. Kita ikat wanita ini," Printah Anton pada sang istri.


sedangkan Lulu dan juga Anton, mulai membopong tubuh Ika menuju kamar pembantu.


di saat mereka Tengah sibuk membopong Ika menuju kamarnya, di saat itu juga Ardi keluar dari kamar.


membuat Ardi langsung bertanya," Dia kenapa?"


lelaki tua itu tak menjawab perkataan Ardi, karena dirinya yang terburu-buru membopong Ika menuju kamar.


Ardi hanya mematung berdiri melihat apa yang tengah dilakukan ayahnya sendiri, beberapa menit kemudian sang ibu datang berlari menghampiri Pak Anton dengan membawa tali tambang.


"Mereka kenapa?"


rasa penasaran kini dirasakan Ardi, ia mencoba mengikuti langkah kaki ibunya, melihat apa yang akan dilakukan sang Ibu dan juga ayahnya kepada pembantu.


setelah Ardi sampai di ruangan pembantu, di saat itulah Ardi melihat Bu Maya dan Pak Anton tengah mengikat tangan dan juga kaki pembantu.


Mereka terlihat begitu sibuk mengikat erat tangan dan juga Kaki Ika.


setelah selesai mengikat ika dengan begitu erat, agar wanita itu takabur. saat itulah Ardi mulai memberanikan diri bertanya kembali kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Ayah, ibu. Apa yang sebenarnya kalian lakukan?"


" Ardi kamu jangan salah paham dulu, ibu dan ayah mengikat wanita, karena tadi wanita ini mau membunuh ibu dengan pisau!"


"What?"


Ardi tentu saja kaget dengan jawaban yang terlontar dari mulut ibunya sendiri.


"Kenapa? Pembantu ini mau membunuh ibu? Apa alasannya?"


Pak Antom mendekat ke arah sang anak dan berkata," dia biang dari permasalah yang tengah kamu hadapi."


"Dia?"


"Ya Ardi, sepertinya Lina dan Haikal di jebak!"


"Dari mana ayah dan Ibu tahu?"


"Saya tuan," timpal Lulu, mengatakan semua yang ia tahu.


"Apa ada bukti?" tanya Haikal.


Lulu kini menyodorkan sebuah ponsel berisi rekaman kepada Ardi, yang di mana rekaman itu membuktikan bahwa Lina dan Haikal sengaja di jebak.


Ardi yang memang penasaran dengan bukti yang direkam oleh Lulu, saat itulah ia mengambil ponsel pembantunya itu dan melihat apa yang sebenarnya terjadi antara Haikal dan juga Lina.


kedua mata Ardi membulat saat melihat rekaman yang baru saja ia tonton dari ponsel sang pembantu.


"Jadi Lina dan Haikal tidak ada hubungan sepecial sama sekali! terus saat pemeriksaan di rumah sakit."


"Memang saat pemeriksaan di rumah sakit, dokter bicara apa?" tanya sang ibu. Yang mendengar ucapan Ardi.


"Dokter bilang bahwa Lina positif hami!" jawab Ardi. Tentu membuat kedua orang tuanya syok dan kaget.


"Anu tuan, bisa saja dokter juga merekayasa semua hasil pemeriksaan. Terkadang ada dokter suruhan," ucap Lulu.


Mendengar ucapan dari Lulu membuat Ardi menduga-duga.


"Mana mungkin, bukanya dokter tidak main main dalam memeriksan, mana mungkin di rumah sakit ada dokter suruhan." jawab Maya kepada pembantunya itu.


"tapi nona, jika seseorang mempunyai kuasa, mereka bisa saja melakukan apapun seperti menyewa suruhan ataupun menyewa seorang dokter gadungan, sekarang orang pasti tergiur dengan uang yang dijanjikan."


Ardi seakan diberi petunjuk oleh Lulu," memang bisa saja di rumah sakit ada seorang dokter suruhan untuk mengecekeadaan Lina dengan memberi pemeriksaan palsu, walaupun sebenarnya Ardi ragu, dan tak percaya 100% dengan yang dilontarkan oleh Lulu.


" Bagaimana kalau Tuan memeriksa ke rumah sakit itu lagi, siapa tahu orang-orang di rumah sakit bisa memberi petunjuk kepada Tuhan."

__ADS_1


ucapan Lulu membuat sebuah peluang untuk Ardi, menyelidiki kembali rumah sakit yang sudah menjaga Lina saat itu.


" Baiklah aku akan mengikuti saranmu dulu,walau sebenarnya ada keraguan pada hati ini."


__ADS_2