
Alya hanya diam setelah Pras menaruh perhatiannya.
Saat Pras berjalan meninggalkan Alya, saat itulah Alya mulai berucap dengan lembut.
" Apa ada baju yang bisa aku pakai?" tanya Alya.
Pras tersenyum kecil, saat Alya bertanya dengan bernada lembut kepadanya.
"Baju untuk kamu sudah tersusun rapi di lemari pakaian, kamu tinggal memilih baju mana yang kamu suka!" jawab Pras.
"Baiklah," balas Alya. Menundukkan pandangan.
saat itulah Pras perlahan membalikkan wajahnya dengan berkata kepada Alya," setelah kamu memakai baju. Cepatlah keluar dari kamar, aku sudah menyediakan beberapa menu makanan yang mungkin akan kamu sukai."
setelah mengatakan semua itu, kini Pras mulai kembali berjalan untuk segera keluar dari kamar. perlahan iya menutup pintu kamar.
Alya yang masih duduk di ranjang tempat tidur, kini perlahan bangkit untuk segera turun ke atas lantai. saat itulah Alya berjalan menuju lemari yang tak jauh dari tempat tidurnya. tangannya kini mulai membuka lemari yang ada di hadapannya. saat pintu lemari itu dibuka. Alya begitu kaget dengan baju yang begitu rapih tersusun,
"Kenapa bisa Pras, mempunyai baju wanita."
Alya mulai memilih-milih baju yang akan ia pakai, " ukuran baju ini sama dengan ukuran tubuhku."
Alya begitu senang saat memilih baju yang terpajag rapi, membuat ia seketika hampir melupakan rasa traumanya.
Pras yang melihat Alya memilih-milih baju pada ponselnya, ia tersenyum senang.
" Hah, dasar wanita."
setengah jam berlalu, saat itulah Alya mulai keluar dari kamarnya. Iya segera mungkin menghampiri Pras yang sudah lama menunggu kedatangannya untuk segera makan bersama.
"Alya, akhirnya kamu datang juga. Sayang. Ayo duduk."
ucapan Pras, membuat Alya langsung duduk. Pras senang dengan raut wajah Alya yang tak terlihat bersedih seperti tadi.
"Ayo, cepat makan."
perlahan tangan Alya mulai meraih sendok dan juga garpu yang tak jauh dari hadapannya. sekilas Alya menatap ke arah Pras yang begitu terlihat cool saat menyuapkan makanan ke mulut.
Deg ....
Tiba tiba jantung Alya berdebar tak karuan, membuat ia menundukkan pandangan.
__ADS_1
"Kenapa dengan jantungku, padahal aku sangat membenci dia."
Pras heran dengan Alya yang menundukkan pandangan, tanpa menyentuh makanan yang sudah ada di piringnya.
"Alya."
"Alya."
Beberapa kali Pras Memanggil nama Alya, tetap saja wanita itu diam tak menjawab panggilan yang terlontar dari mulut Pras.
hingga di mana Pras, dengan sengaja menjatuhkan gelas yang tak jauh dari hadapannya.
pecahan gelas itu seketika mengagetkan Alya. wajahnya kini menatap ke arah Pras.
"Alya, kamu melamun?" tanya Pras.
"Maaf Pras, aku ...."
belum perkataan Alya terucap sepenuhnya, saat itulah Pras memegang punggung tangan Alya dengan berkata." Kamu jangan terlalu memikirkan semua yang sudah aku lakukan terhadap kamu. sebagai seorang lelaki aku akan tetap bertanggung jawab terhadap kamu Alya."
Alya berusaha menghindari pegangan tangan Pras, Iya kini melanjutkan suapannya yang tertunda.
berbeda dengan Alya, jantung Alya seakan berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Iya tak bisa menahan gejolak dalam jiwanya, karna menerima sentuhan tangan Pras yang menyentuh punggung tanganya.
"Ada apa dengan hatiku, Kenapa hatiku bisa berdetak seperti ini. Mana mungkin aku mencintai orang yang tak pernah aku cintai." Gumam hati Alya.
Alya berusaha menenangkan hatinya, agar tidak larut dalam pesona Pras yang tiba tiba terpancar di depan kedua mata Alya.
"Aku harus bisa menahan perasaan ini, harusnya aku benci dan membunuh dia saat ini, bukan malah mengagumi ketampanannya," Gumam hati Alya.
@@@@@@
kedua pelayan yang menyeret Alya saat itu, mengawasi gerak-gerik Alya, Di mana mereka melihat Alya tengah menikmati makan malam yang begitu mewah bersama sang tuan.
"Brow, lu liat. Wanita yang tadinya gue pikir tuan bakal bagi ke kita, dia dengan enaknya makan makanan mewah yang tuan sengaja masak."
"Ya, seharusnya saat ini, wanita itu bersama kita bersenang senang. Tapi nyatanya tidak."
"Mungkin tuan sangat mencintai wanita itu."
"Mencintai. Hahhaha. Mana mungkin tuan mencintai seorang wanita, lu tahu sendiri kan, setiap wanita yang datang pada tuan, hanya tuan cicipi saja. Sisanya ya buat kita."
__ADS_1
"Memang iya, sih. Tapi wanita itu ...."
"Sudah lu, jangan banyak mikir. Nanti jika ada waktu yang tepat, kita nikmati dia tanpa tuan tahu."
"Enggak gue, takut gue. Bagaimana kalau tuan bunuh kita nanti."
"Ya elah lu, takut ma tuan. Hey tuan itu palingan bakal buang wanita itu setelah tahu wanita itu kita cicipi."
"Iya juga sih."
"Terus kapan."
"Kita tunggu waktu yang tepat, saat tuan lengah."
"Oke."
Pikiran kedua pelayan itu sangat picik, mereka tak tahu jika Alya sangat berharga bagi Pras.
Pras mulai mengantarkan Alya masuk ke dalam kamarnya.
saat Alya masuk ke dalam kamar," mau apa kamu."
Pras tahu jika Alya tak mau melihat dirinya apa lagi berdekatan." kamu tenang saja Alya. Aku tidak akan macam macam lagi terhadap kamu."
Pras mulai meninggalkan Alya. Hanya saja Alya langsung berteriak memanggil Pras.."Pras, aku berharap aku akan menikahiku, setelah apa yang sudah kamu lakukan padakku."
Deg ....
setelah mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Alya, saat itulah Pras tersenyum lebar dan bertanya kepada Alya." Apa kamu yakin dengan ucapan kamu itu, Alya?"
" Bagaimana aku tidak yakin dengan ucapan yang terlontar dari Mulutku ini, jelas aku yakin. karena kamu sudah menandaiku begitu saja, jadi aku harapkan kamu harus bertanggung jawab dan menikahiku segera mungkin."
Betapa kagetnya Pras, antara senang dan juga bahagia pada hati dan juga pikirannya. ia seakan susah mengungkapkan semua kebahagiaan yang kini ia rasakan setelah mendengar apa yang terlontar dari mulut Alya untuk dirinya.
" Baik, segera mungkin aku akan menikahi kamu Alya. aku akan bertanggung jawab dari semua perbuatanku."
Pras mulai pergi dari hadapan Alya.
Sedangkan Alya kini menutup pintu kamarnya dan menangis," hanya ini yang harus aku lakukan. Walau pun cintaku pada Ardi tak terbalas, selebihnya aku menikahi orang yang mencintaiku walau keterpaksaan, karna semua juga ulah Pras sendiri yang sudah menodaiku saat ini. Setelah aku menikah dengannya, aku akan membuat perhitungan pada lelaki yang sudah merenggut kesucianku hanya dengan waktu semalam saja. Kamu memang bisa senang Pras, tapi tidak dengan diriku. Walau pun kamu terlihat mempesona tetap saja di mataku kamu tak jauh seperti lelaki ba*****."
Kini Alya mulai beranjak tidur pada kasur, melupakan rasa traumanya walau pun itu sangatlah sulit.
__ADS_1