
"Kamu tahu Haikal, aku sudah mencari informasi tentang orang yang sudah merencanakan semuanya, walaupun masih menduga-duga tapi aku yakin dialah orangnya," ucap Ardi pada Haikal.
"Mm. Siapa orang yang sudah kamu curigai atas semua ini?" tanya Haikal melirik ke arah Ardi.
" Jujur saja sebenarnya aku mencurigai Om ku sendiri!" jawab Ardi.
"Ommu?" tanya Haikal yang terlihat bingung.
"Ya, Pras, lelaki yang bernama Pras itu omku sendiri. Sepertinya dia dalang dari semua ini!" jawab Ardi.
"Kenapa kamu begitu yakin, memangnya Pras ada dendam apa? kepada Dinda dan Lina," tanya Haikal.
"Aku belum tahu pasti tentang dendam itu, akan tetapi Omku selalu datang ke penjara!" jawab Ardi.
"Tunggu, apa mungkin Pras itu sahabat Burhan," ucap Haikal.
"Sahabat?" tanya Ardi.
"Ya, sebenarnya aku dan Dinda sudah menjebloskan Burhan dan temannya yang entah aku lupa siapa namanya!" jawab Haikal.
" akan tetapi saat aku menyelidiki ke dalam penjara, sahabatku yang menjadi polisi memberiku data tentang Burhan," ucap Ardi.
" data tentang Burhan?" tanya Haikal.
" ya data tentang lelaki bernama Burhan, yang kamu jebloskan ke dalam penjara, dalam data itu tahanan bernama Burhan sudah dinyatakan meninggal dunia, saat masa tahanannya sudah berakhir," ucap Ardi menjelaskan semuanya.
"Meninggal dunia." balas Haikal seakan tak percaya dengan ucapan yang terlontar dari mulut Ardi.
"Ya aku baru tahu dari data yang di berikan Jerry sahabatku," ucap Ardi.
" aku tak menyangka jika takdir akan secepat ini mengambil Burhan, lelaki yang sangat membenci Dinda. Aku suka ingat dengan perkataannya, yang di mana dia berkata," aku akan membalaskan semuanya kepada kamu Dinda."
Balasan Haikal, membuat Ardi mengereyitkan dahi.
" tapi bisa saja, Pras mencoba membalaskan dendam Burhan kepada Dinda," ucap Ardi.
"Aku masih kurang yakin, karna aku takut nanti tebakanku salah. Andai saja Dinda masih hidup mungkin dia akan tahu siapa dalang dari semua ini," balas Haikal. Memperlihatkan rasa sedihnya.
Ardi menepuk bahu Haikal, berusaha menyemangati sahabatnya dalam kesedihan yang tengah dirasakan Haikal saat ini." Haikal aku pasti akan membantumu, mencari. Siapa orang yang sudah membuat Dinda meninggal dunia."
" Terima kasih, Ardi, kamu memang sahabatku yang terbaik, yang mau membantuku dalam masalah ini."
" kamu jangan khawatir Haikal, bagaimanapun aku pasti akan membantumu menyelesaikan semua masalah yang tengah kamu hadapi saat ini."
masalah semakin rumit, semua seakan menjadi teka-teki yang harus ditebak oleh Haikal dan juga Ardi.
Lina kini datang memberitahu Ardi dan juga Haikal," jenazah sudah dimandikan, sebaiknya kita bergegas untuk memakamkan kak Dinda."
mereka semua kini menaiki mobil untuk segera melihat pemakaman Dinda.
@@@@
sedangkan Pras yang baru saja sampai di rumah, kini mendengar berita dari anak buahnya.
__ADS_1
"Tuan."
"Ada apa kamu berlari tergopoh gopoh seperti itu?"
"Maaf tuan, saya hanya ingin memberi tahu. Bahwa Wanita bernama Dinda sudah meninggal dunia!"
"Meninggal Dunia?"
"Ya."
Pras tersenyum dalam kebahagianya, ia tak menyangka jika Dinda secepat itu meninggal dunia. Hatinya merasa senang.
"Siapa Dinda, Pras?" tanya Alya.
"Alya, aku lupa memberi tahu kamu!" jawab Pras.
Pras kini menarik tangan Alya untuk segera masuk ke dalam kamar, seakan ingin menunjukkan sesuatu hal yang membuat Alya penasaran.
"Kenapa kamu menarik tanganku, ada apa?"
saat itulah Pras mulai memperlihatkan sebuah foto yang selalu ia lihat dan selalu ia pandang dalam setiap keinginannyax untuk membalaskan dendam.
"Burhan?"
" Ternyata kamu masih ingat dengan Burhan Alya!"
" Siapa yang tidak ingat dengan lelaki sok berkuasa seperti dia. Kenapa kamu memperlihatkan foto dia ke mana orangnya?"
"Burhan sudah meninggal dunia, saat kita keluar dari dalam penjara."
"Ya. karna kasus penculikan Dinda!"
"Pantas saja kamu merasa senang dengan kematian wanita bernama Dinda itu."
"Tentulah, aku senang, karna ini yang aku inginkan."
"Setelah ini apa rencanamu lagi."
"Setelah ini Lina?"
"Lina? Bukanya dia adalah calon pengantin Ardi."
"Ya, aku harus membuat dia menderita."
"Bukanya kamu hanya membalaskan dendam Burhan pada Dinda saja, kenapa sekarang kamu malah mau menghancurkan Lina, dan akan membuat dia menderita."
"Karna ada Haikal!"
"Haikal, Siapa dia Haikal?"
"Haikal adalah suami Dinda, yang dulu selalu menolong Dinda ketika Burhan membalaskan dendam."
"Jadi kamu ingin menghancurkan semua orang yang berada dekat dengan Dinda."
__ADS_1
"Ya seperti itu, dulu memang aku sudah sadar dari kesalahanku dan selalu menyadarkan Burhan. Tapi sekarang aku tidak seperti itu, mereka membuat Burhan mati. Dan semua itu terjadi. Nyawa harus di balas Nyawa."
"Mm, jadi begitu ceritanya. Seru juga."
"Ya. Pantas saja, kamu bisa mengelabui Ardi."
"Hey, aku ini hebat. Maka kamu jangan pernah mengecewakan aku."
"Untuk apa aku mengecewakan kamu, bukanya sebentar lagi kita akan menikah."
Pras memeluk Alya, ia merasa bahagia dengan perkataan Alya.
akan tetapi tidak dengan Alya, Alya bergumam dalam hati," benar benar sesuatu yang mengasihkan ."
"Oh ya, cepat ganti bajumu," ucap Pras menyuruh Alya.
"Menganti baju, memangnya kita mau ke mana?" tanya Alya.
"Mm, Kenapa kamu belum juga mengerti Alya. tentu saja kita akan melihat pemakaman Dinda!" jawab Pras.
Alya tersenyum kecil," ya maaf. Aku akan segera menganti bajuku sekarang."
Alya kini pergi dari kamar Ardi, Iya bergegas untuk mengganti bajunya. akan tetapi pelayan yang masih menaruh dendam terhadap Alya.
terus mengintai Alya dari kejauhan, entah apa yang akan mereka rencanakan terhadap Alya.
"Liat, icaran kita sedang berjalan ke arah kamarnya. Bagaimana kalau kita lakukan itu sekarang."
"Jangan gegabah, masih ada Tuan Pras. Kita tidak boleh asal datang ke kamarnya, tunggu waktu yang tepat."
"Hey, aku sudah tak sabar. Ingin menyicipi dia, wanita sombong dan sok cantik."
"Bukan kamu saja, aku juga tak sabar mambuat wanita itu larut dalam kenikmatan yang kita berikan."
Mereka tertawa sembari memandangi Alya yang berjalan menuju kamarnya.
"Ayo sebaiknya kita pergi dari sini, takut jika tuan mencurigai gerak gerik kita."
"Oke."
Alya masuk ke dalam kamarnya, ia menyenderkan punggung pada pintu kamarnya dan berkata," aku tidak tahu jika permainan yang akan aku jalani begitu mengasikan."
Alya dengan terburu burunya, membuka lemari untuk segera memilih baju.
Baju yang ia ambil, membuat suatu lembar kertas jatuh pada atas lantai.
"Kertas apa itu."
Alya perlahan mulai mengambil kertas yang tergeletak pada atas lantai, ia menggantungkan kembali baju yang baru saja ia pilih untuk pergi kepemakaman.
"Kenapa bisa ada kertas nyempil pada baju, aneh banget. Kertas apa ya, aku penasaran sekali."
Alya mulai membuka lembaran kertas itu. Ia penasaran dengan isi dari kertas yang terjatuh pada atas lantai.
__ADS_1
Apa isi bacaan dari ketas itu?