
Dinda hanya menganggukkan kepala, ketika sang suami ingin memasak makanan untuknya.
saat Dinda tengah beristirahat, pikirannya tetap saja memikirkan sang adik yang seharian ini tak pulang ke rumah. sekesal apapun hati sang kakak, Ya tetap saja menghawatirkan sang adik yang tak pulang-pulang ke rumah.
"Lina sebenarnya kamu ada di mana, Kakak begitu khawatir dengan keadaanmu saat ini Lina." Gumam hati Dinda.
Beberapa menit kemudian, Haikal datang dengan membawa makanan yang sudah ia masak untuk sang istri.
"Nasi goreng untuk istri tercinta." Ucap Haikal kepada Dinda.
Dinda perlahan mengusap air matanya yang mengalir, ia takut jika Haikal mengetahui dirinya yang tengah menangis.
"Sayang, coba lihat. Ini enak loh."
Dinda Mencoba berusaha untuk tersenyum di depan Haikal, agar Haikal tak mencurigai dirinya yang sedang bersedih karena memikirkan Lina.
"Wah, terima kasih. Mas." Balas Dinda.
Haikal mengusap pelan rambut Dinda, dan berkata," aku tahu senyummu itu palsu."
"Mas, kamu ngomong apa sih?" tanya Dinda.
Haikal memeluk sang istri dan berkata," Lina pasti besok akan pulang."
Dinda mulai merasa tenang, saat sang suami memeluk tubuhnya. Membuat hatinya sedikit lega. Walau ucapan Haikal tak yakin, jika Lina besok akan segera pulang.
"Aku berharap besok Lina pulang."
@@@@@@
Di tengah kekuatiran yang di rasakan Dinda.
Ardi mulai kembali ke Vila hanya untuk menemui Lina, ia tak sabar melihat Lina yang tengah menangis ingin ke luar dari Vila.
"Bagaimana keadaan Lina sekarang, ya." Ucap Ardi saat mengendarai mobil.
Ardi mulai mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, agar cepat sampai menuju villa dan bertemu dengan Lina.
__ADS_1
setengah jam sudah perjalanan Ardi menuju villa, pada saat itu juga Ardi mulai masuk ke dalam villa yang dimana di luar villa itu ada dua penjaga yang sengaja Ardi suruh untuk berjaga di villa itu.
"Wanita yang ada di dalam amankan?" tanya Ardi, pada kedua penjaga berbadan otot itu.
"Aman bos!" balas kedua penjaga itu.
"Bagus, kalau begitu," ucap Ardi. Masuk ke dalam villa.
Benar saja, Lina tengah menangis dengan mencoba untuk melepaskan diri dari ikatan tali yang begitu kuat mengikat tangan dan juga kakinya.
Ardi yang melihat pemandangan itu, hanya bisa tersenyum kecil melihat air mata yang keluar dari kedua mata Lina.
"Hai, Lina."
Saat itu Lina mulai menatap ke arah Ardi, dan berteriak." Ardi. Cepat lepaskan aku dari ikatan tali ini."
Ardi mulai mendekat ke arah Lina, kedua matanya langsung menatap kearah Lina dengan begitu tajam. Ardi membungkukan badannya mencengkram kedua pipinya dan berkata," kenapa kamu menangis, Lina."
"Ardi, apa kamu gila. Kenapa kamu mengurung aku seperti ini," ucap Lina.
Ardi malah tertawa terbahak bahak dan menjawab," aku hanya ingin kamu menuruti apa kemauanku."
"Tak ingin. Apa kamu yakin Lina, kalau kamu tak mau menuruti keinginanku. otomatis kamu akan membusuk di villa ini sendirian," ancam Ardi.
Deg ...
ucapan Ardi membuat Lina sedikit ketakutan, Iya tak mau jika dirinya harus mati sia-sia di dalam kira sendirian. dirinya masih menginginkan untuk tetap hidup agar bisa mendapatkan Haikal pada sisinya.
"Kamu jangan bercanda, Ardi," ucap Lina.
Ardi langsung melepaskan kedua tangannya yang mencengkram pipi Lina," Kapan aku pernah bercanda kepadamu, Lina?"
Lina hanya terdiam saat Ardi bertanya seperti itu kepada dirinya.
" kenapa kamu diam, aku tanya sekali lagi kepada kamu. Kapan aku pernah bercanda kepada kamu Lina?"
pertanyaan Ardi membuat Lina semakin ketakutan.
__ADS_1
"Cukup Ardi, aku tidak ingin menjawab pertanyaanmu, Aku ingin lepas dari ikatan tali ini," ucap Lina.
" Aku kan sudah bilang pada kamu Lina, Jika kamu ingin terlepas dari ikatan ini dan juga keluar dari villa ini. kamu harus menuruti apa kemauan ku, jika tidak kamu tidak akan keluar dari Villa ini dan juga terlepas dari ikatan tali yang mengikat kuat kedua tanganmu dan juga kedua kaki mu," balas Ardi.
" kamu begitu licik Ardi, Kamu memanfaatkan ku hanya untuk keinginanmu, " ucap Lina bernada tinggi.
" aku tidak licik Lina, aku hanya jenius saja dalam mengalihkan semua kemauan ku, dan juga aku tidak memanfaatkan kamu. apalagi memaksa kamu. aku hanya mengancam kamu untuk mau menuruti keinginan sekarang juga," ucap Ardi.
" aku tidak Sudi mengikuti keinginanmu, aku tidak takut dengan ancaman mu itu. suatu saat nanti kak Haikal pasti akan menyelamatkanku dari villa ini dan juga dari lelaki macam kamu Ardi," balas Lina begitu yakin dengan ucapannya.
"Haikal. asal kamu tahu Haikal sudah tak ingin menyelamatkan kamu," ucap Ardi.
" Apa maksud dari Perkataanmu itu Ardi, kenapa kamu malah berkata seperti itu. apa jangan-jangan ini hanya permainanmu saja. agar aku langsung menjawab agar aku mau mengikuti keinginanmu sekarang juga?" tanya Lina. yang masih tak percaya dengan perkataan Ardi.
" permainan, permainan apa Lina. di dalam kehidupanku itu tidak ada permainan. semua murni apa yang aku lakukan dan apa yang aku katakan!" jawab Ardi.
" Aku tidak percaya dengan perkataanmu itu, kamu ini adalah lelaki pembohong dan juga licik," ucap Lina.
"Ya sudah kalau kamu tak percaya. Oh ya aku lupa, Aku mempunyai sebuah bukti rekaman yang di mana Haikal tak mau menyelamatkan kamu, yang ada dia malah menyuruhku untuk menyelamatkan," balas Ardi.
pada saat itulah Ardi mulai memutar sebuah rekaman yang di mana Haikal mengatakan bahwa dirinya malas sekali untuk menyelamatkan Lina, lebih baik menyuruh Ardi untuk menemukan dan juga menyelamatkan Lina.
Betapa syoknya Lina, setelah mendengar rekaman yang ditunjukkan oleh Ardi untuk dirinya, yang ternyata rekaman itu adalah suara Haikal.
"Itu tidak mungkin, pasti ini adalah rekaman palsu yang kamu buat bukan begitu Ardi?" tanya Lina Pada Ardi.
" padahal aku sudah memberikan rekaman ini pada kamu, rekaman Haikal yang berbicara sebenarnya, tapi ternyata kamu masih tak percaya. Dan menganggap pertemanan ini adalah rekaman palsu yang aku buat buat!" jawab Ardi.
" Aku tidak akan segampang ini percaya kepada kamu Ardi, Karena aku tahu kamu adalah lelaki licik dan juga pembohong," cetus Lina.
" Dari dulu kamu selalu berkata bahwa aku ini adalah lelaki licik dan juga pembohong.
Padahal selama ini aku selalu memberikan bukti-bukti foto ataupun rekaman yang asli kepada kamu tapi kamu tetap saja tidak mempercayai dengan bukti-bukti yang sudah aku Perlihatkan pada kamu, " balas Ardi.
Ardi mulai melangkah pergi dari ruangan yang ditempati oleh Lina, membuat Lina berteriak dan memanggil kembali nama Ardi.
"Tunggu, Ardi."
__ADS_1
langkah kaki Ardi tiba-tiba berhenti.
apa yang akan di katakan Lina pada saat itu?