Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 121


__ADS_3

setelah Lina tenang, barulah Ardi keluar mencari makanan untuk dimakan Lina. Ardi kuatir dengan kondisi Lina yang seharian ini terus memikirkan masalah dan juga kakaknya yang kritis. ya tak mau calon istrinya itu jatuh sakit.


saat Ardi berjalan melewati ruangan yang baru saja ia lewati, Ardi masih merasa


curiga dengan ruangan itu, Iya seakan tak salah melihat wajah Haikal yang berada di ruangan itu. membuat dirinya merasa penasaran dan ingin melihat apa yang ia lihat itu benar atau tidaknya.


saat Ardi mulai membuka pintu ruangan itu, saat itulah sang suster datang dan berkata kepada Ardi," ada apa ya, pak?"


pertanyaan sang Suster itu membuat Ardi bingung menjawab," Maaf pak."


"Oh, ya sus. Ini saya mau ke sodara saya, kebetulan kata suster di sini sodara saya di rawat di ruangan ini," ucap Ardi kepada sang suster yang bertanya kepada dirinya.


Suster itu menjawab dengan ramah pada Ardi," Maaf sebelumnya ruangan ini sudah tidak dipakai lagi, ruangan ini sudah lama kosong. kemungkinan Bapak salah."


"Oh ya, mungkin saya salah, maaf sus," ucap Ardi pada Suster itu.


Ardi langsung berpamitan dari hadapan suster itu.


"Saya mau keluar dulu sus, menanyakan di mana ruangan saudara saya," ucap Ardi.


saat Ardi berjalan menuju keluar rumah sakit, Ardi tetap saja yakin jika di ruangan itu tidak kosong, ada seseorang di ruangan itu. karena saat dirinya sampai di ruangan Dinda, Haikal Sudah lama tidak muncul-muncul di ruangan istrinya.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Haikal."


langkah Ardi tiba-tiba terhenti, saat segerombolan suster Tengah mengobrol menggosipi sahabatnya sendiri.


"Eh, kalian tahu enggak. Si Lena, tadi pagi aku habis berdebat sama dia," ucap suster itu menceritakan tentang Lena kepada sahabat sahabatnya.


" Memangnya Kenapa dengan si Lena, kayak apa dia bikin ulah lagi, atau jangan-jangan ia mendekati pasien untuk ia pacari," balas salah satu sahabat sembari tertawa terbahak-bahak.


"Ah, Kamu kayak nggak tau aja sifat si Lena, dia kan Memangnya suka seperti itu. setiap kali menemukan pasien yang membuat dirinya suka pasti dia selalu mengejar-ngejar Pasien itu," ucap amanda pada sahabat sahabatnya.


" kalian tahu tidak, aku tadi lihat si Lena mukul seorang lelaki yang berjalan pelan," ucap Hasanah.


"Ah, masa sih, kok seram gitu ya," ucap Ane.


"Ya, dia sered lelaki itu ke ruangan kosong," balas Hasanah.


"Apa jangan jangan lelaki itu yang menolak ajakan Lena jadi Lena begitu pada lelaki itu," ucap Amanda.

__ADS_1


"Bisa jadi sih, soalnya saat aku tadi berdebat dengan Lena. Lelaki itu sempat bilang mau menemui istrinya yang keritis," balas Adelia.


"Gila si Lena kok jadi sadis begitu ya, kita enggak bisa biarin dia begitu terus, harus melaporkan pada atasan rumah sakit, agar dia di pecat," ucap Hasanah.


"Iya, hanya saja kita tidak punya bukti satu pun, yang bisa menyakini bahwa si Lena itu bersalah," ucap Amanda.


Hasanah menepuk jidanya, ia lupa merekam kejadian tadi, hingga di mana.


"Kenapa kalian tidak mengecek cctv,"


Bertapa kagetnya para suster itu, saat Ardi datang menghampiri mereka.


para suster itu langsung bertanya kepada Ardi," siapa kamu?"


" kalian tenang saja. saat kalian menceritakan tentang suster yang bernama Lena. Saat itu aku merasa jika suster itu yang sudah menyembunyikan kakakku!" jawab Ardi kepada suster-suster itu.


" jadi lelaki yang bersama Lena itu, Kakak Anda pak," ucap salah satu suster bertanya kepada Ardi, Ardi langsung menganggukkan kepala.


" Iya."


"Jadi apa yang harus kita rencanakan pak."


setelah Ardi menjelaskan semuanya baru suster-suster itu paham dengan rencana yang disusun Ardi.


para suster itu memang sudah gerah dengan tingkah Lena, yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Saatnya mereka menghentikan kelakuan Lena.


"Bagaimana, apa kalian setuju dengan rencanaku," ucap Ardi.


" Kami setuju."


@@@@


Sedangkan Lena, mengusap dada, " untung saja orang itu tidak masuk ke ruangan ini."


Lena kini membuka pintu ruangan yang tak pernah di pakai oleh pasien, ia kini berjalan perlahan untuk melihat ke adaan Haikal.


ternyata Haikal terbaring lemah di ranjang tempat tidur, saat itulah Lena mulai memasang instan untuk dipakaikan pada Haikal.


Lena benar-benar terpesona dengan wajah Haikal yang begitu tampan, membuat dirinya tak berhenti memandang wajah tampan Haikal. sesekali tangannya mengusap pelan rambut kepala Haikal dan juga kedua pipi Haikal.

__ADS_1


"Kamu begitu tampan pak."


Lena tersenyum, Iya senang bisa membawa Haikal ke ruangan yang jarang sekali orang ketahui. saat itulah ia bisa berduaan dengan Haikal tanpa ada satu orang pun yang mengganggu.


sesekali Lina mencium pipi Haikal, Entahlah Apa tujuan dirinya, ya begitu terobsorsi dengan Haikal.


Lena saya akan mempunyai gangguan jiwa, Iya tidak terlihat seperti suster-suster yang biasa merawat pasien di rumah sakit itu, Lena cenderung lebih suka melihat pasien lelaki daripada pasien wanita.


"Pak, kamu begitu mempesona. kamu seperti calon suamiku yang sudah meninggal." ucap Lena.


Apa Lena punya depresi karna kehilangan calon suaminya, sehingga dirinya mengira bahwa Haikal adalah calon suaminya.


saat itulah para suster mulai mengintip di ruangan yang jarang sekali di ketahui orang. Mereka melihat kelakuan Lena yang terlihat begitu tak pantas pada Haikal.


saat itulah mereka mulai melayangkan aksi mereka, untuk segera membuka kedok Lena yang sudah keterlaluan. para suster itu berharap rencana Ardi berjalan dengan lancar, karena mereka sudah risih dengan kelakuan Lena.


" Lihat si Lena."


"Iya."


"Ya sudah ayo cepat kita atur rencana yang di buat oleh pak Ardi."


Untung saja mereka melakukan rencana itu di luar jam kerja.


Lena yang merasa senang jika di ruangan itu ada dirinya dan juga Haikal, saat itulah Lena perlahan mulai memegang kancing baju Haikal, entah apa yang ia lakukan. seakan Lena tersenyum senang.


" Ahkkk ...."


teriakan itu tiba-tiba membuat Lena kaget, Iya kini melepaskan kancing baju Haikal, karena takut jika seseorang mengetahui apa yang tengah ia lakukan di ruangan itu.


"Siapa sih, pake acara teriak teriak."


perlahan Lena mulai berjalan mengintip ke arah kaca ruangan itu, Ia ingin melihat Siapa orang yang sudah mengganggu dirinya.


namun saat ia melihat ke arah jendela, Tak ada satupun orang di luar sana, membuat Lena tentulah kesal," ahk, mengganggu saja."


Lena kini kembali melayangkan aksinya kepada Haikal, yang mendekati Haikal berencana membuka kancing baju Haikal, sebelum Haikal bangun dari pingsannya.


"Aku akan membuat kamu senang."

__ADS_1


__ADS_2