
Setelah sampai di rumah Alya, saat itulah Ardi dan juga Haikal turun dari dalam mobil. kedatangan mereka bertiga disambut oleh Renata dan juga Marcell.
Lelaki tua yang menjadi ayah dari Alya kini menatap tajam ke arah Ardi, sudah lama ia tidak bertemu dengan anak Anton yang menjadi teman bisnisnya, lelaki yang tidak pernah menolong dirinya saat dalam kebangkrutan.
Padahal Anton dan juga Marcel begitu dekat. Akan tetapi sekarang Marcel dan Anton seakan bukan Lagi seorang sahabat, seperti musuh karena di saat Marcel tengah mengalami kebangkrutan. Anton benar-benar tidak ada di sisinya.
"Bagaimana bisa, Ferdi membawa anak itu datang ke rumahku rasanya aku kesal sekali dengan dia walaupun musuhku adalah ayahnya tapi saat melihat Ardi seakan aku melihat wajah ayahnya." gurutu hati Marcel.
Ardi mendekat begitupun dengan Haikal, mereka bersalaman seperti tamu yang baru saja datang.
"Tante, om. Saya bawa Ardi, berharap Ardi bisa menjelaskan semuanya."
Tatapan mata Marcel, di rendungi kekesalan. Ia berusaha memalingkan wajah, tanpa tersenyum sedikit pun pada Ardi.
Ardi merasa heran dengan ayah Alya mengisaratkan ke tidak sukaan, saat melihat kedatangannya.
" Kenapa dengan om Marcel? Ia seakan tak suka dengan kedatanganku saat ini."
Renata yang tahu masalah suaminya berusaha bersikap ramah terhadap Ardi dan juga Haikal.
Wanita tua itu menyuruh mereka berdua untuk duduk dan memanggil pelayan untuk membawakan minuman.
Marcel tak berucap satu kata-kata pun ya cenderung diam, tak menanyakan tentang masalah yang dihadapi anaknya kepada Ardi dan juga Haikal. Lelaki tua itu tak bisa menghilangkan rasa dendam, yang membara pada Anton, sehingga anaknya pun menjadi kekesalan pada hatinya.
Pelayan kini datang membawakan minuman untuk Haikal dan juga Ardi begitu Ferdi.
saat itulah mereka mulai membuka obrolan, di mana Renata mendengarkan dengan begitu jelas apa yang dikatakan Ardi. Renata tentulah sok setelah mendengar cerita bahwa Pras dan juga Alya Sempat ingin menikah, akan tetapi Ardi direnungi kebingungan.
ketika Alya Sering disiksa oleh Omnya sendiri, Hinggal di mana Ardi ingin menanyakan pada Alya sendiri, apa ada sebuah perjajian. Atau semacam hal yang membuat Alya terpaksa menikah dengan Pras.
Saat inilah, Ardi ingin menanyakan semua keraguan hatinya. Walau itu terasa tak mungkin akan langsung di jawab oleh Alya sendiri.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak mencoba menghampiri Alya dulu sekarang?" Pertanyaan Haikal membuat Ardi mengerti.
"Om, Tante apa boleh saya bertemu dengan Alya untuk meluruskan masalah ini?"
Marcel tak menatap ke arah Ardi sedikit pun, ia cenderung diam, malas menjawaban iya kepada anak Anton.
sedangkan Renata yang berusaha tak egois, kini memegang tangan sang suami dengan berkata pelan," kami izinkan kamu masuk ke kamar Alya. Semoga saja kamu bisa, membuat Alya sembuh kembali."
kedua tangan Marcel mengepal, ya sebenarnya tak mengizinkan Ardi masuk ke kamar Alya.
sedangkan Renata berusaha, menenangkan suaminya agar tidak larut dengan emosi. lebih baik mengalah demi kesembuhan Alya.
Ardi kini bangkit dari tempat duduknya, untuk segera menemukan Alya, begitupun dengan Renata yang akan mengantarkan Ardi menuju kamar Alya.
Marcel masih tetap saja diam, ya berusaha menahan amarahnya. walau sebenarnya Hatinya sudah tak mampu, ya ingin sekali meluapkan amarah dari hatinya saat itu juga.
Tapi apa daya, sang istri yang terus menekan Marcell agar tetap sabar dalam menghadapi semua masalah yang ada, membuat ia tetap sabar.
Setelah sampai di pintu kamar Alya, saat itulah Renata perlahan mengetuk pintu kamar.
"Alya, sayang buka, nak?"
Pintu terdengar dibuka, Alya kini ke luar dari kamarnya.
Ketika sang Mami memanggil namanya, hal yang selalu Sigap membuka pintu kamar, berbeda dengan sang Papi, dia selalu berleha-leha. tak suka dengan bujukan Papinya yang sedikit keras.
Betapa terkejutnya Alya ketika wajahnya bertatapan dengan Ardi, lelaki yang ia cintai, lelaki yang menjadi Cinta Pertamanya.
Membuat Alya saat itu, berjalan menghampiri, memeluk erat tubuh Ardi.
Renata dan yang lainnya tentulah sangat kaget, ketika kedatangan Ardi, Alya dengan spontan memeluk lelaki itu. Alya menangis dipelukan Ardi. membuat Ardi perlahan memeluk balik wanita yang dulu pernah ia cintai.
__ADS_1
" Ardi kamu sekarang ada di sini, aku telah lama menunggumu. Kamu jangan pergi, aku mohon tetaplah disini," Permintaan Alya, membuat Ardi melirik ke arah Renata Ibu Alya sendiri.
Renata kini menganggukkan kepala, memperbolehkan Ardi untuk masuk dan mengobrol di dalam kamar bersama anak nya.
Renata berpikir ini jalan satu-satunya untuk bisa sembuh dari sakitnya, Renata tak mau melihat anaknya menderita dan menanggung beban yang begitu berat.
Alya tak memperhatikan semua orang di sekitar ya, ia begitu fokus ke hadapan Ardi lelaki yang ia nantikan.
"Aku mau menujukkan sesuatu kepada kamu, Ardi."
"Sesuatu apa?"
Ardi Berusaha tetap tegar melihat kondisi Alya yang terlihat memburuk, dengan luka bekas sayatan pisau dan juga beberapa cambukan yang terlihat oleh kedua mata.
Pras begitu kejam sudah melukai seorang wanita yang tak berdosa dan bersalah seperti Alya. sosok wanita bernama Alya itu, sangatlah berhati baik. Iya tak mungkin melakukan hal yang jahat. karena Ardi sifat Alya yang sesungguhnya.
Alya kini menarik tangan Ardi untuk masuk ke dalam kamar, membuat Ardi menurut. Mereka kini masuk ke dalam kamar, di mana Alya kini menunjukkan sesuatu barang yang belum pernah diperlihatkan olehnya kepada Ardi.
karena kedua orang tua yang sudah mengajak Alya ke luar negeri, membuat dirinya tak sempat untuk menunjukkan sesuatu yang sangat berharga kepada Cinta Pertamanya.
Alya begitu mencintai Ardi, akan tetapi Restu orang tua Alya yang menghalangi. membuat Alya yang harus terima dengan kenyataan, bahwa dirinya tak bisa bersama dengan Ardi.
Marcel lelaki tua yang selalu mengancam Alya, disaat pertemuannya dengan Ardi dikala cinta mereka tengah bersemi.
Melarang dengan begitu keras, membuat Alya selalu melawan dan membantah. maka dari itu dirinya seakan terkekang oleh ayahnya sendiri.
Dendam Marcel kepada orang tua Ardi membuat Cinta Pertama harus terkorbankan. Alya yang harus mengalah demi keegoisan kedua orang tuanya.
Itulah alasan Alya, Kenapa tidak pernah memberi kabar kepada Ardi. karena setiap Alya mengirim sebuah kabar melalui surat pos.
pasti selalu diambil oleh Papinya sendiri, surat itu lalu dibakar oleh sang papi, hingga dimana Alya sudah putus asa mempertahankan Cinta Pertamanya. ya cenderung menjadi wanita pendiam semenjak Papinya selalu menekan dirinya untuk tidak terlalu akrab ataupun berpacaran dengan Ardi.
__ADS_1