Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 252


__ADS_3

Maya yang penasaran dengan alasan Ardi, kenapa sudah tidak mau meneruskan pernikahan yang mungkin sebentar lagi akan digelar, walau mungkin calon pengantin wanita tiba-tiba hilang karena diculik.


Semua melayang di pikiran Maya, mambuat hati Maya bingbang dengan keputusan yang dipilih anaknya.


Kenapa bisa menjadi seperti ini? bukannya masalah sudah selesai dihadapi? Kenapa jadi runyam seperti ini? dan lagi Ardi sudah menemukan calon pengganti Lina yang akan menjadi istri untuknya.


Maya merasakan rasa pusing yang tak biasa, ia kini terduduk hingga ponselnya terjatuh ke atas lantai, tanpa ia sadari.


Sedangkan sang suami yang berada di sisi Maya, kini berusaha menenangkan apa yang dirasakan istrinya.


"Maya, Kenapa dengan kamu? Setelah melihat layar ponsel tiba-tiba kamu menjadi lemah seperti ini! sebenarnya apa yang terjadi?"


Anton memegang tangan Maya, di mana istrinya kini menahan rasa sakit pada kepalanya.


Maya mulai menjawab perkataan sang suami," kamu lihat saja, Anton. Pesan pada ponselku sendiri."


Anton kini mulai meraih ponsel istrinya yang tergeletak di atas lantai. untuk melihat isi pesan yang sudah dibaca oleh Maya sendiri.


Kedua mata lelaki tua itu membulat, setelah melihat ucapan yang terlontar dari isi pesan yang dikirim oleh anaknya sendiri.


"Apa maksud Ardi? Kenapa dia berbicara seperti ini, dengan gampangnya dia mau menikahi wanita lain sedangkan Lina bagaimana?"


Maya tetap saja memegang kepalanya yang mungkin terasa semakin sakit, karna terus memikirkan perkataan Ardi dari pesan yang baru saja ia lihat.


"Entahlah! Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran anak itu."


Jawaban Maya kini terdengar sayu, wanita itu menghelap nafas. Berusaha mengatur pekiran agar tetap tenang.


"Apa kemungkinan di balik hilangnya Lina ini, ada sesuatu yang mungkin kita tidak pahami tentang isi hati mereka."


Ucapan Anton membuat sang istri mengerutkan dahi.


" Maksud kamu apa? Anton." Maya masih tak mengerti.


"Bisa saja Lina kabur, karena sebenarnya dia tidak mencintai Ardi!" Tebakan tiba tiba yang terlontar dari mulut Anton.


"Jadi maksud kamu? Anton, anak kita Ardi mencari calon istri baru, itu bukan karena menyakiti Lina, tapi dia tahu isi hati Lina yang sebernya, bahwa Lina itu tidak menyukai Ardi, hingga di mana Ardi berusaha melupakan Lina dan nekad mencari Pengganti baru untuk dirinya."

__ADS_1


Apa yang dikatakan dan di pikirkan Maya benar benar rumit sekali.


"Ya bisa saja terjadi seperti itu! Kemungkinan besar ini, cinta yang rumit. Tapi kita sebagai orang tuanya hanya bisa memahami dan juga mendukung apa yang menurut anak kita itu baik."


Maya masih memijik kepalanya.


"Tetap saja di kepalaku ini, tetap pusing memikirkan hal-hal seperti itu. Apalagi mengenai cinta anak muda."


Gerutu Maya.


"Sebaiknya kita turuti apa yang dikatakan Ardi. Mungkin ini yang terbaik untuk dirinya, Ardi mungkin ingin melepaskan cintanya pada Lina, yang di mana Lina tidak mencintai dirinya."


"jika memang ceritanya seperti itu. Aku hanya menurut saja apa yang Ardi lakukan, yang terpenting, semua itu membuat dia bahagia. Dan lagi aku tidak mau melihat Ardi terpuruk lagi, seperti dulu. karena ulah kita yang selalu bertengkar karena kesalahpahaman yang tidak pernah selesai."


" Ya sudah jika baiknya seperti itu, aku ikutin apa kemauan Ardi."


"Untuk Lina, aku tetap akan mencari keberadaan anak itu, bagaimanapun Lina hampir saja menjadi anggota keluarga kita. Kita harus bertanggung jawab atas semua hilangnya Lina, walaupun semua itu kesalahan dari Lina sendiri."


"Aku sebagai suami hanya menuruti apa kemauan kamu, dan juga apa yang kamu lakukan Ardi."


"Terima kasih Mas? Jika kamu saat ini berpihak padaku. Hanya saja aku bingung dengan adikku sendiri. Kenapa dia mau saja membalaskan dendam temannya kepada Lina dan juga keluarganya? Padahal itu hanyalah dendam sahabatnya bukan dendam dirinya sendiri aku tak mengerti?"


"Tapi semua tidak masuk akal, sekarang adikku menjadi orang jahat."


"Sudahlah, sekarang kamu Jangan memikirkan kejahatan Pras, sebaiknya kita cari jalan solusi. Bagaimana caranya kita mencari keberadaan Lina Aku ingin masalah ini cepat selesai."


Ponsel Maya kini bergetar kembali, di mana sang suami langsung memberikan ponsel istrinya itu.


" Ini ada pesan baru untukmu, seperti dari suruhanmu, Maya."


Saat itulah Maya Mulai mengambil ponselnya sendiri dari tangan Anton, ia melihat isi pesan yang datang dari ponselnya. Di mana suruhannya memberitahu letak kediaman Adiknya sendiri.


"Bukannya ini Villa yang sudah dibeli aku waktu masih gadis, jadi Pras, dia tinggal di sini. Pantas saja polisi tidak bisa menemukan dirinya. Karena di villa itu terlalu banyak orang yang pintar dalam membohongi siapapun."


Maya kini mulai membalas pesan suruhannya, untuk menunggu di lokasi itu. Karena Maya akan segera datang ke lokasi di mana Prans berada


Maya dengan Sigap langsung mengganti pakaian, mengambil beberapa alat yang mungkin dibutuhkan di saat ia tengah menghadapi Adiknya sendiri.

__ADS_1


Anton yang melihat Maya terburu-buru saat itu bertanya. "Kamu mau ke mana, Maya?"


"Aku akan pergi ke lokasi9 di mana Prans berada!"


"Jadi Pras sudah ditemukan?"


" Iya adikku sekarang tinggal di villa yang dimana villa itu sudah dibeli olehku waktu aku masih gadis!"


"Maksud kamu, Vila dekat hutan itu. Bukanya kita pernah ke sana kan?"


"Iya, Anton!"


"kalau begitu, aku ikut denganmu, May?"


" Jangan Anton, kamu jangan ikut. Ini terlalu berbahaya, adikku tidak seperti dulu lagi oranganya. Adikku kini berubah menjadi orang jahat yang di mana aku harus berhati-hati menghadapi dirinya."


"Tapi aku kuatir dengan kamu, May. Bagaimana sesuatu terjadi dengan kamu, sedangkan aku di sini hanya menunggu."


Mendekat ke arah sang suami, memegang kedua tangan lelaki yang menjadi suami Maya.


" Tenang saja. Doakan aku selamat, apapun yang terjadi. Kamu tak usah kuatir, aku pasti selamat, mana mungkin adikku sendiri tega membunuhku,"


"Tapi."


" Sudah Anton. Aku sedang buru-buru."


Anton kini menghelat nafas dikala istrinya tak mengizinkan dirinya untuk ikut serta menemui Pras.


"Aku mohon pengertian kamu, Anton."


" Baiklah Maya, aku akan menuruti apa perkataanmu, asalkan kamu pulang dengan selamat."


"Tentu saja aku akan pulang. Maka kamu tunggu saja aku di rumah."


" Baik Maya. Aku akan menunggumu di rumah, aku berharap Pras, adikmu sadar akan kesalahannya dimana ia lebih memilih sahabatmu sendiri untuk membalaskan dendam."


Kini Maya mulai berpamitan kepada sang suami dia mengendarai mobil sendirian, tanpa seorang supir yang menemaninya.

__ADS_1


Dengan sengaja Maya pergi sendirian, dia takut jika adiknya malah memberontak dan membuat kekacauan, jika Anton ikut serta.


__ADS_2