Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 62


__ADS_3

Pada pagi hari, Haikal bergegas untuk segera pergi ke kantor, dirinya tak sabar ingin bertemu dengan Ardi, untuk menanyakan tentang. Apakah Lina sudah ditemukan?


"Mas, kok kamu hanya minum saja?" tanya Dinda, Haikal terburu-buru meminum-minuman yang sudah tersedia di atas meja.


"Mas, buru buru!" jawab Haikal.


Dinda langsung, membuatkan bekal untuk Haikal makan di kantor.


"Mas Haikal ini."


saat itulah Haikal mulai mengambil bekal yang sudah dibuatkan sang istri," terima kasih."


Kecupan hangat dilayangkan Haikal pada kening Dinda.


" Aku berangkat kerja dulu ya, kamu hati-hati di rumah."


Haikal mulai menunggu bus yang akan membawanya menuju ke kantor, artinya Tak sabar ingin sekali bertanya terhadap Ardi.


"Kenapa bis nya lama sekali."


Di tengah keresahan yang dirasakan Haikal, Ardi begitu santai untuk pergi ke kantor. apalagi dirinya tak mau terburu-buru pergi ke kantor. Ardi merencana terlebih dahulu untuk datang menemui Lina yang berada di villanya.


"Sebelum aku pergi ke kantor, aku harus menemui Lina terlebih dahulu." Ucap Ardi. Merapihkan dasinya.


Saat itulah Ardi mulai keluar untuk segera menaiki mobil dan menemui Lina di villa.


Untung saja Ardi tidak terlambat datang ke villa itu, dia melihat dari kejauhan. Lina berlari untuk kabur dari villa itu.


"Itu Lina, ternyata dia sudah berani kabur dari villa." Ucap Ardi.


Ardi mulai mengendarai mobilnya mengikuti Lina yang tengah berlari.


"Kamu tidak akan bisa keluar dari jeratananku Lina."


Saat itulah Ardi mengehentikan mobilnya di depan Lina, membuat Lina syok dan terdiam.


Ardi mulai keluar dari dalam mobilnya, menghampiri Lina yang tengah terdiam kaku menahan rasa syok.

__ADS_1


"Lina, kamu sudah berani kabur lagi. Ya?" tanya Ardi.


Lina menggelengkan kepala, merasa takut untuk menjawab perkataan Ardi.


Ardi semakin dekat ke arah Lina, tangan kanannya mulai memegang dagu Lina dan berkata," cantik. sudah aku peringatan kepada kamu. untuk tidak berani kabur dari Villa ini. dan jika kamu kabur, aku akan beri satu hukuman untuk kamu."


Ardi mulai menarik tangan Lina, akan tetapi Lina berusaha menghempaskan tangan Ardi. untuk segera pergi dari genggamannya,


"Aku tidak mau ikut denganmu." Teriak Lina.


namun Ardi memaksa Lina untuk menaiki mobilnya, Ardi akan memberi suatu hukuman untuk Lina. karena sudah berulang kali Lina mencoba untuk kabur dari villanya.


"Ardi, lepaskan aku. Aku mohon." Teriakan Lina. tak membuat Ardi merasa kasihan kepada Lina.


amarah Ardi semakin menjadi-jadi terhadap Lina. lelaki itu tak segan-segan membentak Lina .


"Diam, kalau kamu semakin berisik, aku pastikan mulut kamu ku sumpal dengan kain." Bentak Ardi. membuat Lina kini terdiam pilu, Lina tak bisa melawan Ardi pada saat itu juga.


"Kenapa aku bisa terjerat dengan lelaki bernama Ardi ini . sebenarnya apa tujuan dia mengurung aku di vila ini." Gumam hati Lina.


Ardi membopong tubuh Lina, karna Lina yang terus melawan. Saat itu Ardi memasukan Lina kembali ke dalam villa.


"Ardi, lepaskan aku," teriak Lina.


"Lepaskanmu, mana mungkin. Aku tidak akan melepaskanmu segampang itu," ucap Ardi.


Lina semakin sedih dengan keadaannya yang sekarang, dirinya tak bisa lari dari genggaman Ardi yang begitu kejam.


"Aku ingin pergi dari sini, tapi. Caranya bagaimana," gerutu hati Lina.


Ardi mulai menatap pada jam tangannya, yang di mana jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. waktunya dirinya untuk bergegas pergi ke kantor. Ardi tak mau jika Haikal mencurigai dirinya, bahwa dalang dari hilangnya Lina adalah dirinya sendiri. saat itu juga aku mulai bergegas pergi ke kantor, sebelum ia pergi ke kantor. Ardi perlahan menghampiri Lina terlebih dahulu.


"Hey, Lina. Jika kamu berani kabur lagi dari villa ini, aku tidak segan-segan melayangkan sebuah hukuman yang lebih berat daripada yang."


ancaman Ardi membuat Lina semakin ketakutan, apalagi sekarang Lina dihukum. kedua kakinya dipasung oleh Ardi dengan begitu sengaja.


"Kamu berengsek Ardi."

__ADS_1


Ardi malah ketawa dengan kata-kata Lina yang seperti itu, Iya tersenyum kecut dan berkata," Terima kasih atas pujiannya, Lina."


" lepaskan aku Ardi, kamu ini benar-benar gila. perlahan-lahan kamu bisa membunuhku Disini."


Ardi langsung mencengkram kedua pipi Lina, dengan tangan kanannya," hey. Aku tidak akan membunuhmu secara perlahan di sini. Jika kamu mau menuruti Apa keinginan."


" Sebenarnya apa kemauanmu saat ini Ardi. Sampai kamu berani mengurungku dan juga menyiksaku di villa ini."


Ardi tersenyum kecil saat Lina bertanya seperti itu." kamu ingin tahu apa keinginanku, makanya kamu harus disetujui dulu perjanjian kita bahwa kamu mau menuruti keinginan."


Lina membungkukkan wajah, dia ragu dan juga masih takut akan menuruti keinginan Ardi.


Lina takut ketika Lina untuk menyetujui keinginan Ardi, dirinya akan terjebak di kehidupan Ardi selama-lamanya.


" kenapa kamu malah membungkukan pandangan, Kenapa kamu takut?"


pertanyaan Ardi membuat Lina merasa gugup untuk menjawabnya," Ayolah katakan Kenapa kamu seperti ini?"


Ardi yang terus bertanya langsung membuat Lina menjawab," aku takut jika aku menyetujui keinginanmu, kamu malah menjebakku Ardi."


" kamu tenang saja Lina. Aku tidak akan menjebakmu, malahan aku akan membahagiakanmu."


Lina tak mengerti maksud dari perkataan yang terlontar dari mulut Ardi, maksud dari kata membahagiakan, membuat Lina sedikit berpikir dan juga kebingungan.


" kenapa kamu malah diam begitu Lina, Atau jangan-jangan kamu tidak mengerti apa maksud dari perkataan ku?" tanya Ardi, membuat lina langsung menjawab!" ya Aku tidak mengerti apa maksud dari Perkataanmu itu, apalagi saat kamu berkata kebahagiaan."


Ardi langsung melepaskan tangan kanannya yang mencengkeram kedua pipi Lina," Jika kamu mau menuruti keinginanku sekarang. aku akan Jelaskan maksud dari perkataanku, Apalagi aku menyebutkan kata kebahagiaan yang mungkin akan aku jelaskan nanti!"


Lina kesal, dengan Ardi yang terlalu banyak basa-basi. Menjelaskan dengan begitu detail, membuat Lina semakin ragu, jika dirinya harus menuruti keinginan Ardi.


"Bagaimana Lina?" tanya Ardi. Yang tak banyak waktu, karna sebentar lagi harus pergi ke kantor, menyelesaikan pekerjaan yang semakin menumpuk.


" Ayolah Lina kamu tinggal menjawab iya saja, Kenapa kamu seperti orang kebingungan begitu. padahal aku sangat menantikan jawabanmu sekarang juga, agar aku bisa membebaskanmu dan juga membuatmu kembali kepada kakak mu Dinda."


" Apa benar yang kamu katakan itu? jika aku menuruti keinginanmu kamu akan langsung mengantarkanku ke rumah kakakku?"


" haduh, Sampai sebegitunya kamu Lina kepadaku. Kamu takut aku berbohong, jadinya kamu ragu untuk menjawab perkataan."

__ADS_1


__ADS_2