Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 282


__ADS_3

Suruhan Pras, mengambil pistol yang dipegan ketiga pria, Ardi, Ferdi. Dan Haikal. Mereka melipatkan tangan ketiga pria itu kebelakang.


Pras tertawa senang, saat melihat ketiga pria itu begitu mudahnya tertangkap oleh suruhan Pras.


"Ketiga anak muda seperti kalian ini, banyak banyak latihan dulu lah. Jangan terlalu mengandalkan nyali, tapi kemampuan nol."


Sindiran yang luar biasa, dari mulut pedas Pras untuk ketiga pria dihadapanya. Pras tak meyadari kemampuan Ardi dan temanya, apalagi Ferdi.


Mereka saling mentap satu sama lain, dimana Ferdi memberikan kode untuk menyerang para suruhan berotot, " Kalian siap."


"Tentu."


Ketiga kaki lelaki itu, kini diarahkan kebelakang, membuat satu tendangan mengenai apa yang menjadi benda berharga mereka.


Musuh lemah, dengan tenaga yang masih setabil, mereka bertiga mengambil pistol, meninju wajah ketiga suruhan Pras.


Pras yang melihat semua itu tak tinggal diam, ia kini menyuruh para suruhanya, bergegas bangkit, menghajar Ardi dan juga Ferdi.


Sedangkan Haikal, masih dengan ketakutanya.


"Aku baru menghadapi semua ini."


Ardi melihat kegugupan Haikal kembali, menyemangatinya dan berkata." Bangkit."


Dengan kemampuan yang sudah lama tak ia pakai, pada akhirnya. Ardi bisa menghajar para suruhan itu," ayo Kal. semangat."


Melihat pemandangan yang tak menyenangkan, di mana suruhannya ternyata kalah akan pukulan ketiga pria muda yang ia hina baru saja.


pada suruhan itu kini tergeletak, mereka kalah dengan Ardi dan juga Ferdi.


"Kenapa mereka begitu hebat." Gerutu hati Pras.


@@@@@@


Di tengah perkelahian, di mana Ardi menemui Pras, Maya masih dengan harapan memunggu anaknya kembali.

__ADS_1


Lina yang menemani Maya kini berucap," gimana tante, sekarang agak mendingan?"


Maya begitu nyaman, saat Lina berada di sampingnya. Memperhatikan, dan mengurusnya dengan telaten, akan tetapi sungguh di sayangkan, Ardi tak jodoh denga Lina. Karna ujian cinta mereka terlalu berlika liku. Hingga pada akhinya, Ardi menyerah dan memilih gadis desa yang Maya belum tahu.


"Lina, tante mengira kamu akan bertahan dengan Ardi, tapi yatanya kamu dan Ardi terpisah."


Lina menundukkan pandangan dan menjawab," semua kesalahan Lina tante, Lina tak kuat dengan hati Lina."


Maya yang sudah berubah tak seperti dulu lagi, kini lebih bijak menasehati Lina." Kamu jangan terlalu menyalahkan diri kamu sendiri, itu tidak baik. Agap saja semua ini menjadi pelajaran berharga untuk kamu kedepanya."


Lina tersenyum, kedua matanya berkaca kaca." kamu jangan menangis Lin, Tante sangat suka denganmu, walau kamu tidak dimiliki Ardi, tante tetap akan mengakui kamu sebagai anak tante."


Kedua mata Lina membulat, tak menyangkan jika Maya begitu baik kepada dirinya." Maksud, tante?"


"Tante akan menjadikan kamu adik Ardi. Anak angkat tante!"


Lina tak menyangka dengan apa yang dikatakan Maya, membuat dirinya tentulah senang. Ia tak akan sendirian dan merasa tak punya siapa siapa di hidupnya.


Walau mungkin dia sudah menjadi wanita yang tercampakan oleh Ardi, tapi dirinya begitu beruntung.


"Tante apa ini mimpi?" Pertanyaan Lina membuat Maya tersenyum lebar.


Adna yang mendengar perkataan Sang Nyonya, merasa keberatan, apalagi harus mengangkat seorang wanita yang sudah menjadi bencana bagi keluarga Sang Nyonya.


"Terima kasih tante, Lina tak menyangkan dengan keputusan tante."


"Iya, Lina."


"Lina janji akan mengurus tante dengan baik. Lina tidak akan mengecewakan tante. Sama sekali."


Ucapan Lina membuat Adan semakin kesal, ia terlihat tak suka sekali dengan Lina. " Kenapa nyonya malah mengangkat Lina pada keluarga Anton. Sudah jelas jelas dia ulah dari semua petaka yang menimpa keluarga Anton." Gerutu Adnan.


Menatap kearah Sang Nyonya dan juga Lina yang tengah bercanda gurau.


Anton hanya tersenyum, di saat melihat kebahagian terlukis dari diri istrinya, ia senang jika Lina mampu membuat hati istrinya bahagia.

__ADS_1


Memang Maya pernah mempunyai seorang anak perempuan, yang mungkin sekarang sebesar Lina. Tapi takdir berkata lain, anak yang sudah di besarkan Maya, meninggal dunia karna sakit.


Hingga tok, tok, tok.


Ketukan pintu terdengar begitu dari ruangan Maya.


di mana Anton langsung membuka pintu, Betapa terkejutnya lelaki tua yang menjadi suami Maya melihat kemunculan Alya secara tiba-tiba


"Alya."


Mendengar Anton menyebut nama Alya, pada saat itulah Maya dan juga Lina melihat ke arah Anton, dan benar saja Alya tersenyum lebar menatap ke arah Maya, dia membawakan bunga mawar yang begitu harum dan masih segar.


Maya tak menyangka akan bertemu lagi dengan pahlawan yang sudah menyelamatkan dirinya,


"akhirnya tante melihat kamu lagi, Alya."


Alya memundukkan pandangan. Kedua matanya berkaca-kaca, ia perlahan mendekat ke arah Maya yang tengah terbaring lemah di ranjang tempat tidur.


" Tenta maafkan aku, karena aku nanti jadi seperti ini." Keluh Alya pada Muya.


Senyuman manis terlihat dari mulut Maya, Lina kini berdiri di mana Alya disuruh duduk sembari memegang tangan wanita tua itu.


" kenapa kamu malah menyalahkan diri kamu sendiri. tentu saja yang salah itu tante. Tante yang datang dan membuat kekacauan terhadap Pras hingga akhirnya Pras, nekat membunuh kamu Alya, tante juga heran dengan adik tante sendiri. kenapa ia berubah sedelastis itu, padahal dulu ia adalah lelaki yang tak pernah menyakiti ataupun melukai seseorang. Tapi sekarang ia begitu nekad."


Air mata yang berusaha Alya tahan, akhirnya terjatuh lagi mengenai ke Dasar Pipi Maya melihat ketulusan hati Alya, membuat ia ingin sekali memeluk wanita itu, akan tetapi karena tubuhnya yang masih masa pemulihan. Ia hanya bisa terbaring dan merasakan rasa hangat dari tangan Alya.


Wanita tua itu kini menanyakan keberadaan anaknya sendiri, yang tak kunjung pulang. Di mana memang ia menugaskan untuk Ardi mencari keberadaan Alya, hingga pada akhirnya Ardi menepati janji dan juga perkataan ibunya sendiri, ia menyuruh Alya datang dan menemui dirinya.


" Oh ya. Kenapa tante tidak melihat Ardi, bukannya Ardi mencari kamu Alya, dan tante juga menyuruh Ardi untuk membawa kamu ke rumah sakit ini.:


Maya menundukkan pandangan kembali.


"Sebenarnya Ardi Ferdi dan juga Haikal. Tengah menemui Adik tante. Mereka ingin menyadarkan adik tante dari kejahatan yang terlalu kejam ia lakukan."


Maya tak menyangka jika Ardi begitu nekat pergi mencari keberadaan Pras, padahal Ia sudah tahu Pras itu adalah lelaki jahat dan bisa melakukan apa saja, ia tak peduli jika orang yang dekat dengannya mati yang terpenting dirinya bisa menguasai apa yang ia inginkan.

__ADS_1


"Jadi perkataan anakku Ardi, memang benar. Ya ampun Ardi Ibu tak menyangka kamu Senekat Itu nak, ibu takut terjadi apa-apa dengan kamu."


kekuatiran kini terlihat dari raut wajah wanita tua itu, hingga sang suami berkata." kamu harus tenangi diri kamu Maya. kamu pasti bisa menyelesaikan semuanya."


__ADS_2