
Bu Nunik yang baru saja sadar dari pingsannya, kini menemui Nining, yang di mana Rojak tak bisa menahan kemarahan wanita tua yang menjadi ibunda Ruslan.
Wanita tua itu berteriak di kala kebahagiaan tengah melanda keluarga Nining,
"Ning, keluar kamu," teriak Bu Nunik memanggil Nining agar keluar dari rumahnya.
Rojak berusaha menenangkan Bu Nunik yang terus berteriak.
"Aduh, Bu Nunik. Jangan teriak teriak, malu lah sama tetangga."
Bu Nunik kini menatap tajam ke arah Rojak, membuat ia ketakutan. " Diam kamu, Rojak."
Terdiam setelah mendengar teriakan Bu Nunik hingga di mana, Nining keluar dari rumahnya menemui wanita tua yang menjadi ibunda Ruslan
Begitupun dengan Bu Sari.
"Bu Sari, Nining. Keluar kalian, cepat."
Teriakan Bu Nunik, membuat Bu Sari menemani Nining untuk menemui Ibu Nunik di luar rumah.
Ada rasa tak enak hati di kala Bu Nunik berteriak memanggil Nining, apalagi di saat itu kebahagiaan tengah melanda Nining.
Bagaimana jika Ardi mengetahui masalah yang tengah dihadapi Nining saat ini, apa dia tidak akan mencabut lamarannya untuk menikahi Nining?
"Nining takut, bu. Bagaimana kalau Bu Nunik mengatakan tentang masalah Nining dan Rusalan, kepada Ardi?"
"Sudah, kamu tak usah kuatir. Ada ibu, di sini!"
Dengan keberanian seadaannya, Nining kini menghampiri Bu Nunik yang tengah menahan amarah, dadanya terlihat naik turun, naik turun. Karena rasa kesal mendengar berita tentang Ruslan yang dimasukkan ke dalam penjara.
Di mana Nining dan juga Bu Sari menghampiri Bu Nunik.
" Ada apa Bu Nunik? Kenapa Anda berteriak teriak di rumah orang. Apa anda tidak malu dengan diri anda yang sekarang? Bukannya masalah kita sudah selesai?"
Ucap Bu Sari dengan lantangnya, menghadapi Bu Nunik. Nining berusaha bersikap tenang.
__ADS_1
Sedangkan Bu Sari terus saja mengoceh melawan perkataan Bu Nunik.
"Cepat keluarkan anakku dari penjara, semua bukan salah Ruslan. Semua itu salah si Nining wanita penggoda." Pekik Bu Nunik, seakan tak terima dengan kebenaran yang terjadi.
Bu Sari tak terima dengan perkataan Bu Nunik, yang mengatakan bahwa Nining adalah wanita penggoda.
" Jaga ucapan anda Bu Nunik yang terhormat.Apa maksud anda menyebut anak saya wanita penggoda."
"Alah jangan sok alim, dan menutupi keburukan anak sendiri, saya tahu jika Nining dan teman temanya memfitnah Rusalan," hardik Bu Nunik yang tak mau kalah.
Entah apa yang ada di pikiran Bu Nunik, sudah jelas ada bukti, jika yang memulai duluan adalah anaknya sendiri.
"Saya tahu. Anda marah dan berteriak seperti ini, karna rencana anda sekarang sudah gagal." Sindir Bu Sari. Membuat Bu Nunik terdiam seketika.
Bu Sari yang semakin kesal, kini berucap kembali," Harusnya anda berterima kasih, hanya anak anda yang dijebloskan ke penjara. Kalau anda kami jebloskan ke penjara bagaimana?"
Bu Sari wanita yang biasanya takut akan kemarahan Bu Nunik, sekarang begitu berani melawan dan membuat Bu Nunik mati kutu.
"Saya tidak takut masuk penjara, saya minta cepat keluarkan Ruslan dari penjara, jangan kalian tuntut anak yang tidak bersalah itu. Harusnya kamu Sari mendidik anakmu lebih baik lagi, jangan sampai menggoda lelaki, memangpaatkan hartanya."
Deg ....
Bu Nunik tiba-tiba membulatkan kedua matanya ia kaget dengan apa yang sudah ia rencanakan bersama anaknya, "Kenapa si Sari itu bisa tahu Rencanaku," gumam hati Bu Nunik.
"Kenapa Anda diam, bu Nunik, atau jangan-jangan anda malu dengan apa yang saya katakan. Sudahlah jujur saja, tak perlu anda membuat drama, dan sok membalikan fakta yang sebenarnya bahwa yang ingin mengambil harta itu adalah anda dan keluarga anda, jangan terlalu menyombongkan diri dengan kekayaan yang memang tidak pernah nampak di diri anda."
Perkataan Bu Sari membuat Bu Nunik mendengus kesal.
"Jaga ucapanmu Sari."
"Saya sudah menjaga ucapan saya, Bu Nunik. Hanya saja saya heran dengan anda, kenapa ya di dunia ini masih ada wanita seperti anda, jahat dan ingin menguras harta orang lain. Cobalah bekerja keras biar anda itu kaya bukan hanya bisanya menipu."
Bu Nunik yang sudah hilang kendali karena ucapan Bu Sari kini mendekat dan ingin menampar wanita tua itu.
Saat ia melangkah pada anak tangga yang berada di depan rumah Nining, saat itulah anak tangga itu tiba-tiba roboh membuat Bu Nunik terjatuh dan terpelintir ke bawah.
__ADS_1
"Aduhhhh." Teriak Bu Nunik, meringis kesakitan.
Bu Sari tertawa dengan apa yang ia lihat," itulah akibatnya bagi orang yang serakah."
Tatapan mata Bu Nunik ke arah Bu Sari menatap dengan begitu kebencian.
"Kenapa menatap saya seperti itu? Sudahlah mengaku saja memang Anda menginginkan harta keluarga kami kan?"
kedua pipi Bu Nunik memerah, ia seakan malu dengan apa yang dikatakan Bu Sari.
Tiba-tiba saja Ardi dan Haikal keluar rumah melihat pertengkaran yang terdengar dari kedua telinga mereka.
Bu Nunik menatap Kedua lelaki tampan yang berdiri di belakang Sari, ia begitu kaget, "Sejak kapan Bu Sari memiliki dua anak laki-laki yang begitu tampan." Gumam hati Bu Nunik.
Rojak kini membantu Bu Nunik untuk berdiri, sebagaimana pun jahatnya Bu Nunik. Rojak tetap merasa kasihan terhadap wanita tua yang lemah tak berdaya ini.
"Ayo saya bantu, sepertinya anda kesusahan untuk berdiri,"
Bu Nunik kesal dengan ucapan Rojak ia menghempaskan tangan Rojak dan berkata," lepaskan tanganku. Aku bisa berdiri sendiri, tanganmu itu terlalu kotor untuk menyentuh tanganku."
Rojak tentulah kesal dengan perkataan Bu Nunik," dasar nenek-nenek gila." gurutu hati Rojak.
Bu Nunik dengan badannya yang terlihat besar berusaha berdiri. Iya berusaha menghilangkan rasa malu dan gengsi di hadapan semua orang yang menertawakannya.
wanita tua itu kini berjalan berjingkat jingkat, untuk segera pulang ke rumah menemui sang suami yang mungkin sudah menunggunya dari tadi.
Hati Bu Nunik benar benar terasa panas, dendam Kian membara membuat ia ingin menghancurkan keluarga Nining.
"Ini masih permulaan, aku akan menghancurkan wanita seperti Sari i dan juga membuat si Nining menderita." Gerutu hati Bu Nunik.
Rojak menatap ke arah Bu Nunik yang berjalan berjingkat jingkat. Seraya berkata," mudah-mudahan Bu Nunik disadarkan setelah ini, seharusnya dia itu berpikir untuk menjadi lebih baik bukan malah semakin tidak baik."
Sari menghampiri adiknya menepuk bahu sang adik, "ngapain kamu Rojak. lihat-lihat sih Nunik, kamu suka ya sama nenek tua itu."
semua tertawa mendengar perkataan Sari
__ADS_1