Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 279


__ADS_3

Ferdi berdiri mengepal kedua tangannya dengan kekesalan yang ia rasakan, Alya mulai memegang tangan Ferdi, berharap agar Ferdi tidak melakukan hal yang membuat Alya ketakutan.


"Aku tidak akan membiarkan si pras itu bahagia." Hardik Ferdi, di depan semua orang yang berada disana.


Alya takut jika Ferdi melakukan hal yang tak terduga pada Pras,


"Ferdi, kamu jangan berani melawan Pras, aku takut jika kamu kenapa-napa?"


Alya berusaha menahan Ferdi, hatinya ketakutan, jika terjadi apa-apa dengan lelaki yang ternyata tulus mencintanya, Pras bukan sembarangan penjahat yang bisa terkalahkan, karena Alya tahu Pras bisa saja melakukan apa saja dengan kelicikan yang tak bisa orang lain punya, ia tak segan segan membunuh orang yang ikut campur akan masalahnya.


Ferdi menatap ke arah wajah Alya yang terlihat begitu menguwatirkannya, ia berusaha mengusap pelan kepala rambut Alya. dan berkata," Kamu jangan kuatir Alya, aku tidak sendirian Ardi dan Haikal menemaniku. Untuk mengalahkan lelaki tidak tahu diri itu."


Alya menatap ke arah Haikal dan juga Ardi. Di mana mereka berdiri tersenyum dengan melipatkan kedua tangan.


Ardi memberikan senyuman tipisnya dan berkata ,"apa yang dikatakan Ferdi memang benar, kamu tak usah kuatir dengan keadaannya Ferdi. Kami di sini siap membantu Ferdi kapanpun, apalagi hanya untuk menyingkirkan lelaki bernama Prans yang tak lain dialah Om ku sendiri, itu hal yang mudah bagiku."


Akan tetapi rasa khawatir terus melingkari hati dan juga pikiran Alya," Tapi tetap saja aku takut kamu kenapa-napa?"


Ferdi berusaha meyakini Alya kembali," kamu tenang saja, setelah aku bisa melenyapkan lelaki b******* itu, aku akan segera menemui kamu lagi, Alya. kamu jangan takut jika aku nanti mati."


Alya perlahan mulai melepaskan tangan Ferdi, ia berusaha mengikhlaskan kepergian Ferdi untuk membalaskan dendam Alya yang sudah menumpuk pada hatinya. Alya Hanya bisa pasrah dengan apa yang dikatakan Ferdi.


Sedangkan kedua orang tua Alya, hanya menatap ketulusan Ferdi kepada anaknya. Mereka berdua senang dengan lelaki kaya yang tak memperdulikan status ataupun masa kelam anaknya.


saat itulah Ferdi mulai mengecup kening Alya dengan pelan, berpamitan pada wanita yang sangat ia cintai, untuk segera pergi menemui Pras.


Akan tetapi langkah mereka tiba-tiba terhenti saat Aliya bertanya," Ardi ke mana Lina Sekarang aku ingin menemui dia. Tolong bawa dia ke sini?"


Ardi menatap ke arah Alya, ia menganggukan kepala," aku akan membawa Lina kepadamu, Alya. Kamu tenang saja."


Alya tersenyum setelah mendengar perkataan Ardi.

__ADS_1


"Bagaimana kabar Tante Maya. Aku sangat merindukan dia, apa dia baik baik saja, Ardi?"


Pertanyaan Alya membuat kedua orang tua Alya saling menatap satu sama lain, setelah nama Maya di sebut.


" Tante Maya baik baik saja, setelah melalu masa masa oprasi akibat sayapan pisau yang mengenai tubuhnya."


Mendengar jawaban dari Ardi, Renata begitu kaget, ia membulatkan kedua matanya.


Sedangkan Alya menundukkan wajah," semua karna aku, Tante Maya mengalami luka sayapan pada tubuhnya karna berhasil menolongku. Andai saja Tante Maya tak menyelamatkanku, mungkin ia akan sehat sedia kala."


Keluhan Alya membuat, Ardi tersenyum lebar," kamu jangan kuatir Alya, ibuku sudah melewati masa sulitnya saat di ruang oprasi, dan dia berpesan padaku, ingin bertemu denganmu."


Renata dan Anton, tak menyangka jika Maya sebaik itu, bisa menyelamatkan nyawa anaknya, mereka semakin di rendungi rasa salah. Ingin sekali bertemu dan berterima kasih, tapi apa daya mereka masih malu.


"Aku juga rindu Tante Alya, tanpa penyelamatan dia aku tidak bisa apa apa, begitu pun dengan Lina."


Renata dan Marcel melihat kesedihan anaknya, hingga dimana ia menawarkan Alya untuk menemui Maya.


Perkataan sang papi membuat Alya tersenyum lebar.


"Benar begitu, pi."


"Iya."


Mungkin dengan cara bertemu, Marcel bisa menyelesaikan kesalahpahaman antara dirinya juga sahabatnya Anton. Ya sudah tidak mau mempunyai musuh, yang ia inginkan adalah persahabatan yang utuh seperti dulu.


Renata begitu senang dengan perubahan suaminya yang tak egois lagi, yakini berharap jika Marcel berubah sepenuhnya.


Pelukan hangat kini dirasakan Marcel kembali, di mana Alya langsung menghampiri papi dan memeluk erat lelaki tua itu.


" Aku begitu sayang sekali sama papih, nggak mau lagi berpisah dengan Papi dan juga mami." ucapan anaknya kini dibalas oleh Marcell," Papi juga sama seperti kamu, tidak ingin berpisah dengan anak gadis tapi dan mami satu-satunya."

__ADS_1


Ferdu begitu senang dengan perubahan Alya yang begitu drastis berubah semenjak kedatangan Ardi. dengan susah payahnya Ferdi menghampiri Ardi dan membawanya kehadapan Alya, kini benar-benar membuahkan hasil untuk Alya.


Dan sekarang perlahan demi perlahan Ferdi bisa mengambil hati Alya. Kalau mungkin itu terasa berat, tapi bagi Ferdi Ini adalah sebuah tantangan.


ketiga lelaki itu langsung berpamitan kembali kepada Alya dan juga kedua orang tuanya.


Mereka bergegas mencari keberadaan Pras. Tak ingin menunda-nunda lagi, takut Sesuatu terjadi pada Alya dan juga keluarga Ardi karena bisa saja Pras dengan cepat memusnahkan apa yang sudah membuat dirinya terganggu.


Mereka bertiga kini menaiki mobil. di mana Ferdi sudah mengutus suruhannya melacak keberadaan Pras, ia begitu cepat menangani masalah. Hanya dengan menghubungi para suruhanya.


Ferdi dan Ardi ber harapan saat itu juga. Bisa melemabkan musuh membuat Pras menyadari akan kesalahannya.


Akan tetapi jika Pras tidak menyadari kesalahannya mereka terpaksa harus membawa Pras ke jalur hukum. Agar ia dikurung di dalam penjara seumur hidupnya, walau mungkin terdengar kejam, tapi ini yang terbaik untuk Pras.


Karna jika tidak begitu, Pras akan melakukan kejahatan-kejahatan yang lainnya kepada orang-orang yang tak berdosa.


semua ini tak ingin terjadi oleh Ardi, maka dari itu mereka bertiga harus segera mungkin mencegah Pras agar tidak melakukan kejahatan.


suara ponsel Ferdi tiba-tiba berbunyi, lelaki itu kini mengangkat panggilan telepon dari suruhanya.


Ada yang lebih fatal lagi Ferdi memulai percakapan di mana Pras, mengirim suruhanya untuk menyeliki Alya yang kabur.


Dan suruhan Ferdi kini mengatakan jika Pras sudah ditemukan.


Betapa senangnya mereka bertiga bisa langsung menghampiri Pras, karna berhasil di temukan sang suruham


Ferdi dengan Sigap menyiapkan beberapa alat untuk bisa menghajar para suruhan Pras, mereka harus bisa membasmi para suruhan Pras terlebih dahulu.


Dan juga yang menghalangi mereka untuk bisa bertemu dengan lelaki yang sudah dianggap dirinya bukan sahabat tapi sebagai musuh. Karna rasa kesalnya Ferdi menganggap, Pras musuh.


"Akhinya sebentar lagi, kita akan bertemu Pras?"

__ADS_1


__ADS_2