
Di ruangan, Lina tampak resah, karna Ardi tak datang juga. Membuat Lina bulak balik ke sana ke mari.
"Ke mana Ardi, kenpa lama sekali."
Resah yang kini di rasakan Lina, membuat ia ingin menghampiri Ardi yang sudah lama pergi dari tadi.
" sepertinya aku harus mencari keberadaan Ardi, karena Kak Haikal dari tadi belum juga datang."
Baru saja Lina melangkahkan kakinya ke arah pintu untuk keluar, tiba-tiba saja Lina dikagetkan dengan Ardi yang membuka pintu." Astaga Ardi, Aku kira siapa."
Ardi tersenyum Seraya berkata," memang kamu kira aku siapa?"
" Aku kira kamu itu penjahat," ucap Lina tanpa kesal.
Ardi mencuil dagu Lina," kan aku penjahat hatimu."
Lina melipatkan kedua tangannya, merasa tak suka dengan rayuan yang terlontar dari mulut Ardi.
" Sudahlah, gombal melulu," balas Lina.
Ardi menenteng sesuatu ke hadapan Lina, membuat perut Lina terasa keroncongan.
"Nih aku bawa makanan untuk kamu."
Betapa senangnya Lina saat itu, ia langsung mengambil keresek yang di berikan Ardi.
Membawanya ke tempat duduk, untuk segera ia makan.
Ardi tentulah mengikuti langkah Lina, membuat Lina berkata." Ngapai ngikutin aku."
Ardi tersenyum dan menjawab!" kan ada jatah makan aku di keresek.
Lina tak memberikan jatah makan Ardi, saat itulah. Lina mengambil semuanya," ini semua milikku, siapa suruh lama."
"Hem, ya. Kan aku lama nunggu itu ngantri," ucap Ardi. Merasa sedih karna Lina tak memberikan jatah makan yang sengaja ia beli.
"Bodo amat, masa ngantri sampai 1 jam," gerutu Lina pada Ardi, sembari menyuapkan nasi beserta lauk pauknya ke dalam mulut.
"Jangan gitu donk sayang, Aku juga pengen makan, masa kamu tega sih." ucap pelan Ardi.
"Masa bodo."
Ardi kini mengerjai Lina," Lina sayang. Liat di belakang kamu ada apa."
Nasi yang mulai di suapkan Lina, kini Ardi arahkan ke mulutnya.
__ADS_1
"Ih, kamu apa apaan sih." ucap Lina.
"Aku kan mau kamu suapin," balas Ardi. Membuat Lina memoyongkan bibir atas dan bawahnya.
"Ya sudah kalau enggak mau di terusin biar aku saja yang terusin makanya," ucap Ardi mengambil makanan yang berada di tangan Lina.
Dengan sigap Lina mengambil kembali, makanan yang sudah di rebut Ardi." Enggak mau. Ini jatah milikku."
Ardi merasa sedih, karena Lina yang tak mau berbagi dengan dirinya. pada saat itulah Ardi berpura-pura menangis sembari mengusap pelan perutnya. Lina yang melihat Ardi seperti itu langsung menyuapi makanan ke mulut Ardi.
tentulah Ardi langsung memakan makanan yang disuappi oleh Lina, pada akhirnya mereka makan bersama dengan begitu lahap.
setelah selesai memakan makanan yang sudah dibeli Ardi. saat itulah Lina mulai menanyakan di mana Haikal berada.
"Ke mana, kak Haikal?' tanya Lina pada Ardi.
Ardi tentulah bingung ia harus menjawab, dari mana. Karna Haikal tengah berada di tangan suster Lena. Yang mungkin jika Ardi jelaskan Lina tak akan mengerti.
" Kamu kenapa melamun Ardi?" tanya Lina. Memegang bahu Ardi.
Lamunan Ardi seketika membuyar, saat Lina memukul pelan bahu Ardi.
"Kamu kenapa malah melamun?" tanya Lina
sebenarnya Ardi tidak telalu memikirkan pernikahannya, karena ia tahu kondisi keluarga Lina sekarang sedikit tak baik, karena masalah yang terus berdatangan membuat Ardi harus memajukkan tanggal acara pernikahannya..
sebenarnya Ardi memikirkan tentang Haikal, yang di mana ia sudah menyusun rencana kepada suster-suster rumah sakit, agar bisa menangkap Lena dan juga menyelamatkan Haikal.
akan tetapi saat ini tidak ada. Informasi yang datang dari suster suster rumah sakit. membuat rasa khawatir pada diri Ardi.
"Apa aku harus menyusul mereka." gumam hati Ardi.
. Ardi benar-benar cemas dengan keadaan Haikal, ia takut jika suster Lena itu mau mencelakai Haikal. apalagi Ardi mendengar ucapan suster-suster di rumah sakit bawa Haikal tiba-tiba saja pingsan saat dibawa ke ruangan yang jarang diketahui orang lain di rumah sakit ini.
.
"Ardi, Ardi." Lina terus saja memanggil Ardi beberapa kali, akan tetapi arti tetap fokus menatap ke tembok. membuat Lina merasa heran dengan tingkah calon suaminya, yang banyak melamun.
"Ardi."
pukulan dari tangan Lina dilayangkan begitu saja pada bahu Ardi. membuat Ardi tentulah kaget," kamu kenapa."
"Lina, aku kenapa. Aku tidak apa apa."
Lina menatap ke arah Ardi yang terlihat berbohong kepada dirinya..
__ADS_1
"Jangan bohong kamu."
Ardi mengusap kasar wajahnya, sekali lagi berkata bahwa dirinya tidak berusaha berbohong dan juga menyembunyikan sesuatu rahasia kepada Lina.
Akan tetapi Lina tetap saja ngeyel, ia terus menekan Ardi untuk berkata jujur.
.
" Cepat katakan, kamu kenapa?" tekan Lina.
sebenarnya adik ingin sekali mengatakan kejujuran tentang Haikal, hanya saja arti takut Lina tidak mempercayai apa yang ia katakan.
"Ardi kamu kenapa?"
"Aku tidak kenapa napa!"
"Cepat jawab, kamu kenapa?"
"Aku tidak kenapa napa!"
Ardi tak sadarkan diri, Iya langsung membentak Lina begitu saja. tidak bisa menahan emosi karena Lina yang terus saja bertanya kepada dirinya tentang Haikal, dan juga apa yang tengah ia lamuni.
lina langsung membelakangi Ardi begitu saja, dirinya tak tahu jika Ardi langsung membentaknya begitu saja, membuat luka kecil pada hati Lina.
Ardi mengusap kasar wajahnya, berusaha meminta maaf kepada Lina.
" Lina, maaf aku tak sengaja membentak kamu, aku hilang kendali Lina. Maafkan aku."
Lina tetap saja diam, tak membalas perkataan Ardi.
"Lina, aku mohon maafkan aku."
kedua air mata Lina jatuh, mengenai pipi. membuat Ardi langsung beranjak berdiri menghampiri Lina yang membelakangi dirinya.
"Lina, kamu menangis?" tanya Ardi.
Ardi langsung memegang kedua tangan Lina, mengepalkan tangan Lina dengan menciumnya secara perlahan," Maafkan aku, sudah menyakiti hatimu."
Lina melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ardi, ia mengusap pelan air mata yang terus berjatuhan mengenai pipi. Lina seakan tak mau mendengar apa yang dikatakan Ardi pada dirinya.
saat itulah ia mulai menelan ludah dengan berkata," Berikan aku waktu sebentar, Aku tidak ingin berbicara dulu bersamamu."
Ardi tak menyangka jika Lina Semarah itu, dengan terpaksa Ardi mulai berjalan keluar hanya untuk meninggalkan Lina yang tak mau ia ganggu. Ardi langsung menutup pintu kamar ruangan Dinda. saat itulah Ardi bisa bebas untuk melihat Bagaimana keadaan Haikal dan juga keadaan suster-suster itu.
Ardi tak mau jika suster-suster itu sampai gagal, karena itu jalan satu-satunya, untuk bisa menyelamatkan Haikal dari suster bernama Lena. yang di mana suster Lena itu sedikit terlihat mempunyai gangguan jiwa.
__ADS_1