
"Apa sebegitu laparnya kamu, Lina?" tanya Ardi.
Lina mengabaikan ucapan lelaki yang berada di samping, ya terus menikmati semua makanan yang diberikan oleh Ardi.
"Pelan pelan makannya, nanti ...."
Belum perkataan Ardi terlontar semuanya, tiba-tiba saja Lina batuk.
"Tuh, kan. Apa, kataku bilang."
Ardi langsung memberikan botol minum untuk diminum oleh Lina, dengan Sigap Lina langsung mengambil botol minum yang berada di tangan Ardi.
membuka botol minum itu dan meminum hingga habis, Ardi tak menyangka jika Lina serakus itu.
"Hah, akhirnya aku terbebas dari penderitaan." ucap Lina membuat Ardi yang duduk di sampingnya tertawa kecil.
lina langsung menatap kearah Ardi dan berkata," kenapa ketawa?"
"Lucu aja, lihat kamu makan itu kayak orang yang belum nemu makanan selama 2 hari!" jawab Ardi.
"Ahk, berisik kamu," cetus Lina.
Lina tak mau banyak bicara di hadapan Ardi, dia langsung menanyakan tentang foto yang sengaja dikirim oleh Ardi tadi pagi.
"Sekarang aku minta sama kamu hapus fotoku di ponsel kamu, Ardi," ucap kasar Lina.
Ardi mulai bangkit dari tempat duduknya, badannya mulai membelakangi Lina.
" aku bisa saja menghapus foto kamu di dalam ponselku, asalkan kamu mau menuruti apa kemauanku." Ucap Ardi.
Lina mengerutkan dahinya, dia mulai bangkit dari tempat duduknya. menghampiri Ardi dan menjawab," kamu ingin memangfaatkanku kan?"
Ardi tersenyum tipis, saat Lina menjawab perkataannya dengan bertanya," untuk apa aku memanfaatkan mu, kalau kamu sudah aku nikmati kemarin malam."
Ardi menatap ke arah wajah Lina. membuat Lina mengepalkan kedua tangannya. menahan rasa kesal pada hatinya." Omong kosong."
"Hey, siapa yang omong kosong," ucap Ardi yang semakin mendekati ke arah wajah Lina.
Lina yang kesal dengan tingkah bicara Ardi, membuat dirinya berniat melayangkan satu pukulan pada pipi Ardi.
satu pukulan mulai dilayangkan Lina untuk Ardi, namun Ardi yang menyadari semua itu langsung menahan tangan Lina dengan Sigap.
__ADS_1
"Kamu mau pukul aku, dengan tangan mulus mu ini." Ucap Ardi. memegang erat tangan Lina.
"Lepaskan tanganku." Gerutu Lina.
"Hem, Tidak akan," cetus Ardi.
"Sial, Ardi begitu licik. Aku tak menyangka jika lelaki ini malah membuat hidupku terombang ambing dalam kebingungan. Seharusnya sekarang aku bahagia telah berusaha mendekati Haikal, tapi ternyata semua sia sia karna datangannya Ardi dalam kehidupanku, yang menjadiakan sebuah ancaman dalam hidup," Gumam hati Lina.
"Ardi, sebaiknya kamu hapus fotoku. Atau aku akan melaporkan semuanya pada polisi," ancam Lina.
Ardi malah tertawa terbahak-bahak, setelah mendengar ancaman yang terlontar dari mulut Lina. Iya seketika melepaskan tangan Lina, menunjuk ke arah wajah Lina dan berkata," Jika kamu melaporkan semuanya kepada polisi, otomatis yang masuk penjara itu bukan aku. melainkan kamu sendiri."
Deg ....
jantung Lina seakan tak karuan, melihat tatapan tajam Ardi yang menyeramkan. membuat ia menelan ludah. menahan rasa ketakutan pada hatinya.
"Tatapan macam apa itu, Kenapa tatapan Ardi kepadaku begitu menyeramkan," gumam hati Lina.
" kenapa kamu diam saja Lina, aku tahu pasti kamu takut dengan ucapanku kan," ucap Ardi.
"Aku tidak takut," balas Lina.
"Untuk apa aku takut kepadamu. Kamu itu sama sepertiku manusia biasa," balas Lina.
Lina dengan beraninya menunjuk wajah Ardi, membuat Ardi langsung memegang tangan Lina. menarik paksa wanita itu untuk masuk ke dalam mobil.
"Ayo kamu ikut denganku." Tegas Ardi.
"Lepaskan aku, aku tidak mau ikut denganmu. Dasar lelaki tidak tahu diri." Hardik Lina.
Ardi terus memaksa Lina untuk masuk ke dalam mobilnya, tetapi Lina dengan sekuat tenaga menahan tangannya agar tidak ikut masuk ke dalam mobil.
"Kalau kamu tarik aku, aku akan berteriak sekarang juga." Ucap Lina.
Ardi yang tak tahan dengan ocehan Lina, membopong tubuh Lina. memasukkan wanita itu ke dalam mobilnya. Untung saja situasi di taman sangatlah sepi, jadi Ardi dengan leluasa bisa menarik membopong tubuh Dina untuk dimasukkan ke dalam mobil.
Namun, di situasi seperti itu. Haikal yang tengah menaiki mobil, sekilas melihat Lina di bawa masuk ke dalam mobil. Membuat ia sedikit kaget.
"Lina, bukankah itu Lina," ucap Haikal di dalam bis.
Awalnya Haikal ingin turun dari dalam bis, tapi bis itu melaju dengan begitu cepat. Membuat ia melewati taman itu. Hatinya tak karuan ia takut terjadi apa apa pada Lina.
__ADS_1
"Pak, boleh saya turun dari sini, " ucap Haikal pada supir bus.
"Baik pak," balas supir bus itu. Menghentikan busnya.
Bus terhenti. Haikal langsung turun dari bus itu, ia mulai mencari keberadaan Lina yang ia lihat di taman.
"Lina, ke mana dia?"
Haikal berteriak memanggil manggil nama Lina. Kebetulan sekali, di taman itu begitu sepi. Tak ada satu orang pun yang ada di sana, membuat Haikal bingung harus bertanya pada siapa.
"Aku harus tanya ke siapa ya. Di taman ini tidak ada satu orang pun."
Haikal mencari ke sana ke sini tapi tidak menemukan mobil yang membawa Lina saat Haikal melihat kejadian itu.
Sedangkan di dalam mobil, Lina terpaksa di ikat oleh Ardi. Mulutnya di perban, karna Ardi melihat keberadaan Haikal yang tiba tiba datang.
"Haikal, untung saja aku lebih cepat darinya." Ucap Ardi.
Lina terus meronta ronta, berusaha melepaskan ikatan tali pada tubuhnya. Dengan berusaha sekuat tenanga.
Ardi menatap ke arah kaca, yang terlihat di belakang Lina tengah meronta ronta. Membuat Ardi berucap." Mau seberapa usaha kamu untuk lepas dari ikatan tali itu. Semua hanya sia sia dan taakan berhasil. Kamu hanya buang buang waktu saja Lina."
"Sialan, untuk apa Ardi mengikat tubuhku dengan tali. Aku pikir dia tidak akan melakukan semua ini." Gumam hati Lina.
"Lina .... Lina ...."
Teriakan Haikal terdengar oleh Lina, membuat Lina mencari cari sumber suara itu.
"Seperti aku mendengar suara seseorang yang memanggil namaku, tapi di mana?" tanya Lina dalam hati.
Suara teriakan yang memanggil nama Lina terus terdengar semakin dekat, Ardi sudah mengetahui siapa orang yang berteriak memanggil nama Lina.
Bertapa kagetnya Lina, melihat Haikal berjalan memanggil namanya, terlihat Haikal semakin mendekat ke arah mobil yang di mana Lina berada di dalam mobil itu.
" Kak Haikal mencariku. Apa kak Haikal menghuatirkan keadaaku, jadi ia mencari keberadaanku." Gumam hati Lina. Berusaha melepaskan diri dari ikatan tali.
"Kita pergi dari taman ini," ucap Ardi.
Lina tak mau pergi dari taman itu, ia ingin bertemu dengan Haikal yang mencari keberadaan dirinya.
"Aku ingin bertemu dengan Kak Haikal." Teriak Lina dalam hati.
__ADS_1