
"Apa ini, sebuah nama?" tanya Haikal dalam hati.
"R. Hanya bertuliakan R, dan hurup yang lainya hilang." Haikal berbicara sendiri sembari memikirkan nama depan pemilik gelang itu.
Mengusap kasar wajah, Haikal terus mencari tahu, dengan berusaha keras.
"Siapa nama dari R ini?
Menatap ke arah sang istri yang ternyata sudah tertidur pulas.
Dreet ..... Drettt
Suara ponsel Dinda bergetar hebat, membuat Haikal mengangkat panggilan telepon dari ponsel istrinya.
" Halo, siapa ini?" tanya Haikal.
Tidak ada jawaban sama sekali hening," Halo, siapa ini?"
Tetap tidak ada jawaban sama sekali, membuat Haikal kesal dan mematikan panggilan telepon itu.
Haikal kini menaruh ponsel sang istri di atas meja, hingga di mana suara pesan dari ponsel itu berbunyi.
(Dinda apa kabar.)
Haikal membaca pesan itu, Ayang di mana nomor tertera dari pesan itu nomor baru.
rasa penasarannya kini mulai terasa pada hati Haikal, ia mulai memencet tombol untuk memanggil nomor baru itu.
saat nomor itu mulai ia Panggil, saat itulah nomor itu tak menjawab panggilan dari Haikal.
"Maksud orang ini apa, di telepon malah enggak di angkat." Gerutu Haikal.
Jari tangannya kini mulai membalas pesan dari nomor baru itu, ( Siapa ini? )
setelah Haikal membalas pesan dari orang yang entah ia tidak tahu, Siapa orang itu, saat itulah ia meletakkan kembali ponsel sang istri.
"Enggak jelas sekali."
rasa kantuk pada kedua mata Haikal benar-benar terasa, membuat Ia terus berkali-kali menguap. tak bisa menahan rasa kantuk yang terasa begitu berlebihan.
tiba-tiba saja tubuh Haikal menggeser secara perlahan, membuat ia terlelap tidur hingga lupa Mengunci pintu depan rumah.
__ADS_1
" Sebaiknya aku tidur dulu."
Haikal tak menyadari apa yang sudah ia lakukan, karena kecerobohannya seseorang masuk dengan begitu sengaja ke dalam rumah Haikal.
orang dengan postur tinggi, memakai jubah berwarna hitam. wajahnya ditutup dengan masker yang tak jauh berbeda dengan warna baju.
hingga kini terbangun Dinda terbangun karena rasa haus yang terasa pada kerongkongan yang begitu kering. Saat Dinda membuka kedua matanya, saat itu juga Dinda melihat sang suami yang sudah terlelap tidur di samping kirinya. tangannya mengusap pelan kepala sang suami.
"Mas Haikal ngeyel, sudah aku bilang tidur. Eh taunya tidur, sampai ngorok begini."
Dinda kini bangun dari ranjang tempat tidurnya, iya mulai melangkah untuk segera pergi ke arah dapur mengambil air minum.
setelah sampai di dapur, saat itu juga Dinda mulai meminum air yang sudah tersedia diatas meja dapur.
Karena rasa haus, ia langsung meminum air minum itu sampai habis, rasa haus yang berlebihan membuat dirinya sedikit kenyang.
"Hah akhirnya."
Krek ..... Dinda mendengar suara pintu yang tiba-tiba saja dibuka, membuat ia langsung menatap ke arah belakang. jantungnya berdetak tak karuan, yang merasakan rasa takut akan seseorang yang masuk ke dalam rumahnya.
dengan terburu-buru Dinda langsung berlari menuju kamar untuk segera mengunci Kamar tidurnya, Iya takut jika orang itu berbuat macam-macam kepada dirinya dan juga Haikal.
"Mm."
"Dinda."
Wanita itu membalikkan badannya setelah mendengar namanya di sebut.
begitu jelas penampakan sosok seseorang yang memakai baju hitam itu di depan Dinda, kedua mata Dinda membulat melihat sosok orang yang semakin mendekati dirinya.
"Siapa kamu?" Teriak Dinda.
Saat Dinda bertanya kepada orang itu, orang itu malah menampilkan ketawanya yang terdengar menyeramkan, membuat Dinda berusaha untuk kabur dari hadapan orang yang sudah semakin dekat pada dirinya.
"Kamu mau kabur ya, sayang!" jawab sosok bebaju hitam yang melangkah mendekat ke arah Dinda.
"Siapa kamu?" tanya Dinda.
"Kamu tak usah tahu, siapa aku. sekarang!" jawab sosok itu.
Dinda berusaha mencari sesuatu yang bisa ia raih, untuk bisa memukul kan ke hadapan orang itu.
__ADS_1
"Jangan mendekat."
Dinda sampai ingat jika dirinya menyimpan pisau yang tak jauh dari meja dapur.
sosok orang itu semakin mendekat kearah Dinda, hingga di mana Dinda dengan Sigap mengambil pisau yang ia sengaja simpan di meja dapur. pisau itu Iya dekatkan pada orang yang semakin mendekat ke arah dirinya.
"Jangan berani mendekat lagi, kalau kamu berani mendekat. Aku akan membunuhmu dengan pisau ini," ucap Dinda dengan begitu beraninya.
orang itu malah tertawa senang melihat Dinda yang memegang pisau dan mengancam nya, Iya seakan tak takut dengan ancaman dan juga layangan pisau yang terus dilayangkan pada dirinya.
"Tusuk saja aku, ayo."
sosok itu bukannya menghindar, dia malah semakin mendekat kearah Dinda dengan beraninya ia mengatakan. Iya tak takut jika Dinda menyodorkan pisau kepada dirinya.
" kamu mau tusuk Aku Dinda, Ayo sekarang Kamu tusuk aku, " ucap Sosok orang itu.
Dinda semakin penasaran dengan orang yang memakai masker dan juga jubah hitam, ia tak mengenali postur tubuh orang itu.
"Sebanarnya kamu ini, siapa? Apa tujuan kamu datang ke rumahku."
Bukan jawaban yang dilontarkan sosok orang yang memakai jubah hitam itu, Iya malah tertawa gembira saat mendengar ucapan Dinda dan juga rasa takut yang dirasakan wanita dihadapannya.
"Kenapa kamu malah tertawa?" tanya Dinda.
" Kamu mau tahu kenapa aku tertawa, Aku ini senang karena bisa berhadapan dengan kamu. Aku ingin melihat kamu menderita di depan mataku."
Entah apa tujuan orang yang memakai jubah hitam itu, sampai ia berkata yang tak pantas ia katakan kepada Dinda.
"Maksud kamu apa, kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya Dinda.
" Sudahlah Dinda jangan banyak bertanya, mumpung suami kamu sedang tidur. sebaiknya kita bermain-main sedikit di rumah ini, Apa kamu tidak rindu padaku?" tanya sosok orang itu.
"Siapa kamu sebenarnya," tanya Dinda tegas.
Tiba-tiba saja Dinda merasakan rasa mulas yang begitu terasa amat perih, membuat dirinya kesakitan, ia memegang dengan erat. Perut yang terasa sangat menyakitkan.
"Sakit sekali?"
" Wah, sepertinya efek obat yang kamu minum itu bereaksi sekarang, Aku sangat senang melihat rasa sakit yang kamu rasakan saat ini, Dinda." Ucap sosok berbaju hitam itu.
perut Dinda begitu terasa melilit, membuat dirinya tak kuasa menahan kesakitan yang terus-menerus dirasakan." cukup, jangan bicara lagi. Apa maksud perkataanmu itu?" tegas Dinda.
__ADS_1
" masa kamu tidak mengerti apa yang aku katakan Dinda, jelas-jelas tadi kamu meminum air yang berada di atas meja, Apa kamu tidak merasakan rasa air yang berbeda di gelas itu!" jawab Sosok berbaju hitam itu.
" apa yang sudah kamu letakkan pada air minum yang aku minum, tadi?" tanya Dinda.