
Pada akhirnya Lina masuk ke dalam mobil, setelah Haikal menyuruhnya masuk, perlahan Lina duduk di samping Ardi.
Perasaan gugup terasa pada diri Lina, ia ingat dimana masa masa dirinya bersama Ardi.
Haikal hanya menatap pada kaca mobil, kedua insan itu seperti orang yang tak saling kenal.
Di dalam perjalanan." Ardi, aku minta maaf."
"Mm."
Lina, berusaha membuat Ardi menatap dirinya.
"Ardi, apa kamu memaafkanku?"
"Mm."
Wanita berambut pendek itu, kini menarik legan Ardi, hingga mereka berdua bertatapan.
Getaran cinta terasa begitu saja pada Ardi, membuat Ardi berusaha menahan dan melupakan.
"Ardi."
Dengan kesadaranya. Ardi kini membuang wajah agar tidak bertatapan kembali dengan Lina.
"Aku sudah memafkanmu."
Lina tersenyum dikala Ardi sudah mengatakan kata maaf, dimana Lina dengan sepontan memegang pipi Ardi dengan erat oleh kedua tanganya.
"Terima kasih, Ardi."
Kebiasaan Lina membuat hati Ardi semakin terguncang, mana bisa ia melupakan senyuman yang selalu membuat dirinya bahagia.
"Uhuk."
Haikal berpura pura batuk di saat kemesraan terpancar dari kedua insan yang berada belakang kursi.
Ardi merasa apa yang dilakukannya salah, karna sekarang dirinya sudah mempunyai pengganti baru. Yang tak lain ialah Nining.
Lina merasa dirinya masih mempunyai kesempatan, saat itu juga ia berkata." Ardi, aku berharap hubungan kita baik baik saja."
Ardi kini menatap kearah Lina, ia tersenyum kecil, dan berkata." Begitu mudahnya kamu berkata seperti itu? Lina."
Deg ....
Perkataan Ardi membuat hati Lina sedikit teriris sakit.
"Apa aku salah berkata seperti itu, Ardi?"
__ADS_1
"Tentu."
Lina semakin heran oleh perkataan Ardi, bukanya Ardi tak bisa hidup tanpa Lina. Tapi sekarang?
"Bukanya kita masi ...."
Belum perkataan Lina terlontar semua, Ardi langsung membantah." Kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi."
"Maksud kamu, Ar?"
"Kita sudah tidak ada lagi hubungan apa apa. Jelas Lina!"
Hati Lina tiba tiba saja merasa sakit, saat Ardi berkata seperti itu, ia tak menyangka jika Ardi memutuskan hubunganya.
"Ardi, kenapa kamu memutuskan hubungan kita begitu saja!"
"Sudahlah jangan terlalu membuat drama Lina, kamu itu sebenarnya tidak mencintaikukan. Cepat jawab?"
Lina berusaha menatap Ardi dalam dalam, kenapa bisa Ardi tahu isi hatinya yang sesungguhnya.
"Kenapa kamu diam, Lina? Berati benar dugaanku kamu tidak mencintaiku?"
Kekesalan Lina, kini ia tampilkan. "Pasti yang mengatakan semua ini adalah Nining kan?"
"Kalau iya! kenapa?"
"Kita sudah putus, aku dan kamu bukan sepasang kekasih lagi."
Air mata tak terbendung lagi, ia berusaha menahan tangisan pada kedua matanya.
"Maafkan aku Lina, ini mungkin yang terbaik untuk kita, berakhir dalam luka sama sama." Gumam hati Ardi.
Hingga akhirnya, air mata itu jatuh, beberapa kali wanita berambut pendek itu mengusap air matanya, berusaha untuk tidak membasahi kedua pipi.
"Aku hanya ingin memberi tahu kamu, jika nanti kita bertemu dengan ibuku. Aku berharap kamu menerima apa yang sudah menjadi pilihanku."
Lina masih tak mengerti dengan perkataan Ardi, maksud dari perkataanya apa?
"Maksud kamu?"
"Sebentar lagi, aku akan memberi tahu ibuku jika aku akan menikah dengan Nining!"
Betapa terkejutnya Lina setelah mendengar ucapan Ardi, jika ia akan menikahi Nining. Gadis desa yang di percayainya menyimpan rahasia.
Padahal Lina begitu percaya pada Nining, karna ia takut suatu saat cintanya ditolak oleh Haikal. Dirinya bisa balik lagi kepada Hardi. walau bisa dibilang Lina adalah perempuan egois.
" semudah itu kamu melupakan aku Ardi, percaya pada wanita itu? Yang belum tentu perkataannya itu benar."
__ADS_1
Lina berusaha membuat merasa kasihan terhadap dirinya, merasa jika Lina lah orang yang teraniaya yang terzalimi oleh Nining.
Untuk yang kedua kalinya, Ardi berusaha tetap tenang menghadapi seorang wanita yang begitu ia cintai.
"kamu bilang semudah itu aku melupakan kamu? Apa kamu tidak menyadari diri kamu Lina? kamu yang begitu mudah berpaling dariku, mati-matian aku datang ke kampung Haikal hanya untuk mengejar kamu, mempertahankan kamu. Tapi apa, kamu malah pergi disaat aku benar-benar rindu padamu, jelas kenapa aku percaya pada orang lain yang baru aku kenal, karena orang itu lebih menghargaiku daripada kamu Lina."
Lina menundukkan pandangan, Iya tak kuasa menatap lelaki yang benar-benar mencintainya begitu tulus. Ia terlalu mengejar cinta yang belum tentu dia dapatkan.
" kenapa kamu diam saja Lina, cepat jawab? Apa kurangnya aku kepada kamu?"
Lina menutup kedua telinganya, setelah Ardi terus menekan wanita yang berada di sampinnya.
"Cukup. Ardi."
Hati dan pikiran Lina sekarang benar benar rapuh, ia tak bisa membalas ucapan Ardi lagi.
"Aku menyesal, aku salah."
Lina terus berteriak, hingga dimana rasa kasihan terasa pada hati Ardi, ia menarik tangan Lina memeluk erat gadis itu.
"Maafkan aku terlalu kasar padamu."
Lina tetap saja menangis dalam pelukan Ardi
Lelaki berbola mata coklat itu berusaha tenang, agar dirinya tak larut dalam emosi. Haikal masih fokus mengendari mobil, berpura pura tak mendengar pertengkaran yang terjadi diantara Ardi dan Lina.
Walau sebenarnya dia juga ingin ikut serta, tapi apa daya. Jika Haikal ikut campur, bukan ketenangan di dapat malah akan menjadi keributan tiada henti.
"Maafkan aku, Ardi. Maafkan aku."
"Kamu tak perlu minta maaf, aku sebagai lelaki mengaku salah, karna aku juga terlalu egois."
Kata maaf terus dilayangkan Lina, akan tetapi hati Lina tiba tiba merasa kesal terhadap Nining.
Harusnya Lina juga tidak mendengarkan apa perkataan Nining, di mana iya kabur dan bersembunyi di rumah kosong itu.
Sebagai seorang wanita, harusnya Lina mempertahankan cinta sejatinya, lelaki yang sangat mencintai dirinya, bukan malah mengejar orang yang ia cintai dan belum tentu mencintai dirinya.
kini Lina menyesali semua yang sudah Iya lakukan, Ia hanya menangis dalam pelukan Ardi dan meminta maaf berulang kali, berusaha marayu membujuk, untuk di beri kesempataan lagi, agar bisa kembali lagi bersama dirinya. walau mungkin itu terasa sangat sulit, karena sebagai lelaki Ardi tak mungkin menyakiti hati Nining. Wanita yang sudah ia lamar dan sebentar lagi akan menjadi istri untuk dirinya.
Ardi berusaha menjelaskan semua yang sudah terjadi. Iya berusaha keras tidak akan balik lagi pada Lina.
Ardi akan berusaha mencintai Nining sepenuh hatinya.
Haikal menatap kekecewaan dalam diri Nining, dan berkata." Kakak pernah mengigatkan pada kamu Nining, jangan pernah mengejar seseorang yang belum tentu akan mencintai kamu."
Kata kata Haikal, seperti sebuah sindiran keras untuk Lina, di mana Haikal menolak mentah mentah Lina.
__ADS_1
Bagaimana pun Haikal tetap menganggap Lina sebagai adiknya sampai kapanpun.