Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bba 286


__ADS_3

kematian sudah di garis takdir, bagaimana tidak sosok lelaki bernama Pras mati dengan kelicikannya sendiri . Mati tertembak polisi.


Setelah kepergian Pras, hanya ada kesedihan meliputi hati wanita cantik bernama Alya.


"Bagaimana jika anak dalam kandunganku tak mempunyai seorang ayah. Aku tak sanggup melihat kesedihan pada hati anakku nanti setelah ia lahir. " Gadis dengan tangisan yang sudah basa menganai pipi, menangis terisak isak.


Ferdi kini melangkah menghampiri Alya, mencoba menenangkan kesedihan wanita bermata bulat itu.


"Alya, jangan menyesali kepergian Pras, di saat kamu tengah mengandung anaknya ini. "


Alya menatap ke arah Ferdi, "bagaimana bisa aku tidak sedih Fer, anak dalam kandunganku tak memiliki seorang ayah. "


Ferdi memahami apa yang dirasakan Alya, hingga dimana ia mendudukan lututnya, di atas lantai. Menatap sang pujaan hati yang begitu ia cintai.


"Kamu kenapa Fer? "


Alya bertanya sembari mengusap kasar wajahnya yang sudah basah karna air mata, Ferdi berucap dengan suara sendu dan lembut. " Aku akan menjadi ayah dari anak yang ada di kandunganmu."


Alya tak menyangka jika Ferdi terus berulang kali berkata seperti itu, ia baru tahu apa itu arti di cintai dengan tulus. " Apa kamu tidak akan menyesal? "


"Untuk apa aku menyesal, aku ini sangat sangat mencintai kamu Alya. Maka dari itu aku memberanikan diri melamar kamu. "


Alya sungguh tersentuh hatinya dengan ucapan Ferdi, ia mengusap pelan bayi dalam kandunganya itu. Memegang tangan kekar Ferdi menuntunya untuk berdiri. " Jika kamu yakin aku mau menikah denganmu. "


Hati Ferdi begitu senang dan bahagia, ia tak menyangka jika Alya kini mau menerimanya. Pelukan dilayangkan Ferdi. Renata dan Marcel yang melihat pemandangan itu tentulah bahagia. Setelah apa yang dilalui Alya, kini cintanya tak jauh dari Ferdi. Lelaki kaya yang ternyata menerima Alya apa adanya.

__ADS_1


"Mami, papi."


Kedua orang tua Alya menghampiri mereka berdua. Kini Alya melepaskan pelukan Ferdi.


"Mami tak menyagka jika Ferdi mau menerima anak mami. Dengan keadaanya yang sekarang. "


Perkataan Renta di dukung oleh Marcel, mereka kagum dengan keberanian Ferdi yang mau menerima Alya yang sudah hamil oleh lelaki lain.


Karna sang mami dan papi, mendunga jika Alya akan menanggung malu begitupun dengan mereka. Karna hamil di luar nikah.


"Om, tante. Cinta itu tak memandang masa lalu buruk pasanganya. Mau bagaimana pun, hancur seperti apapun. Jika cinta, semua akan menerima apa adanya. "


Renata semakin yakin akan menikahi Ferdi dan anaknya. " Kapan acara pernikahan berlangsung."


"Secepatnya."


Bagaimana dengan Ardi.


Setelah urusanya selesai, Ardi berniat menghampiri Nining, menjumput gadis pujaan hatinya. " Aku sudah rindu dan tak sabar ingin bertemu Nining. "


Di saat Ardi mengatakan semua itu, tentulah membuat hati Lina terasa sakit, bagaimana tidak. Hatinya masih merasa menyesal, ia ingin memulai kembali cintanya bersanma Ardi. Tapi itu tak mungkin, karna di hati Ardi sekarang sudah ada Nining.


Jikapun Lina mengemis cinta Haikal, Lelaki itu tidak akan mau bersama dirinya. Karna Haikal yang menghargai almarhum istrinya.


Maya melihat kesedihan dari raut wajah Lina, ia mengerti apa yang kini dirasakan Lina. Hingga dimana wanita itu mendekat ke arah Lina yang tengah bersedih sembari menatap kebahagiaan Ardi.

__ADS_1


" Lina. "


Lina membalikkan wajahnya ke arah panggilan Maya, ya dengan sigap mengusap kasar air mata yang terus berjatuhan mengenai pipinya." Tante. "


Lina berusaha Tegar di hadapan Maya, ia tidak mau melihat kesedihan yang ia simpan di saat itu terlihat oleh ibunda Ardi.


Lina sudah tidak mau menjadi wanita perebut milik orang lain, sekarang ia sadar akan kesalahannya sendiri. Ya berusaha untuk tidak bersikap egois.


" Kamu kenapa menangis? Apa ada yang kamu ingat? "


pertanyaan Maya membuat Lina menggelengkan kepala, wanita itu kini semakin mendekat ke arah Lina memegang tangan lembut wanita yang sebenarnya dia sukai karena tingkahnya yang selalu ramah. padahal dari dulu Maya berharap jika Lina akan selalu bersama anaknya. Tapi kenyataan itu tidak sesuai yang ia harapkan. Maya juga tidak bisa memaksa cinta Ardi dan juga perjalanan hidup Ardi.


Karena semua itu adalah pilihan Ardi sendiri. maka dari itu Maya Berusaha tetap mengerti akan keadaan Ardi. Maya tidak mau mengatur anaknya kembali, iya takut kehilangan Ardi anak yang sekarang menjadi perhatian terhadap dirinya tidak seperti dulu yang selalu melawan dan egois akan perkataannya.


" Tante tahu kamu sangat terpukul dengan pilihan Ardi yang sekarang, bukan begitukah Lina? "


kegugupan kini mulai terlihat dari raut wajah wanita berambut pendek dengan gaya yang selalu tampil tomboy." Tante itu salah paham, Lina tentulah bahagia melihat Ardi bahagia bersama pilihannya sendiri. Lina berusaha ikhlas dengan apa yang sudah dipilih oleh Ardi, karena Lina tahu ini adalah hukuman untuk Lina. karena sudah menyia-nyiakan cinta Ardi. Lina begitu bodoh terlalu mengandalkan ego dan juga keinginan yang terlalu berlebihan. "


" karena namanya manusia itu tak luput dengan kesalahan, terkadang kesalahan itu tak bisa membuat kita sadar. kita akan terus berjalan Mengikuti alur kesalahan yang kita perbuat hingga kesalahan itu membuat kita menjadi rugi dan menyesal."


Lina tersenyum kecil menghampiri Maya, " apa yang dikatakan tante memang benar, mungkin dengan kesalahan yang sudah aku perbuat, Aku harus bisa lebih dewasa lagi dan memahami hati seseorang yang benar-benar tulus mencintaiku."


Lina kini duduk di atas lantai dia menatap Maya ibunda Ardi agar wajah mereka bersejajar, Maya kini memegang pipi lembut Lina dan berkata," tante hanya bisa mendoakan kamu, semoga kamu menjadi lebih baik lagi dari kesalahan yang sudah kamu perbuat, tante berharap setelah ini kamu menemukan kebahagiaan kamu sendiri. Tanpa Kamu harus merusak kebahagiaan orang lain, tante sangat menyayangi kamu seperti anak tante sendiri. karena saat hadirnya kamu seakan mengingatkan tante terhadap anak yang sudah meninggal dunia."


Tangisan itu kini pecah kembali, Maya dan Lina yang berusaha menahan rasa sedih, kini meluapkan tangisan mereka berdua. Lina Tak berani memeluk Maya karena ia tahu tubuh Maya masih terluka dan belum sembuh total akibat operasi yang baru kemarin dijalani. Maya berusaha mengusap air mata yang keluar dari kedua mata Lina dan berkata, "jangan menangis Lina, tante tahu kamu merasakan apa yang dirasakan tante pada saat ini, kamu harus tetap kuat tetap tegar tetap menjadi wanita yang selalu optimis."

__ADS_1


Maya terus memberikan support dan juga semangat kepada Lina, agar gadis berambut pendek itu tidak terpuruk akan kesedihan yang kini dirasakan olehnya, senyuman kita tergambar dari Lina karena semangat Maya.


__ADS_2