Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 60


__ADS_3

Ardi langsung membalikkan badan ke arah Lina dan berkata kepada wanita itu," kenapa? Apa kamu berubah pikiran."


Lina menelan ludah, ia tak yakin dengan pilihannya yang ia rasakan begitu berat," aku akan menuruti perintahmu, asalkan kamu membebaskanku."


Mendengar ucapan Lina, Ardi begitu senang, Ardi begitu bahagia. dia langsung menghampiri Lina kembali dan berkata." bagus. Apa kamu yakin dengan perkataanmu itu, Lina?"


" aku sudah yakin dengan perkataanku, Ardi. Jadi cepat bebaskan aku sekarang juga, Aku ingin keluar dari villa ini dan bertemu dengan Kak Dinda," ucap Lina memohon mohon kepada Ardi.


"Mm, baiklah."


Adik ini mulai melepaskan ikatan tali yang mengikat tangan Lina dan juga kedua kaki Lina. Namun ternyata saat ikatan tali itu sudah terlepas semuanya, Lina mengingkari janjinya dia malah memukul Ardi membuat Ardi terkulai lemah di atas lantai.


Lina terus memukul Ardi dengan tongkat kayu yang ia temukan di villa itu, membuat Ardi meringis kesakitan. kedua penjaga yang menyadari teriakan Ardi langsung masuk ke dalam ruangan villa itu.


melihat sang bos yang sudah terkulai lemah di atas lantai, membuat kedua para penjaga itu langsung menangkap Lina. mengikat kembali kedua kaki Lina dan juga tangan Lina.


"Lepaskan." Teriak Lina.


salah satu penjaga itu langsung membantu sang Bos untuk berdiri.


"Lina ternyata kamu mau mengelabuiku," cetus Ardi.


Ardi tersenyum kecut di hadapan Lina," asal kamu tahu, Kamu tidak akan bisa bebas dari villa ini. karena di villa ini sudah aku beri para penjaga berotot."


Deg ....


"Lepakan aku, Ardi." teriakan Lina terus terdengar pada kedua telinga Ardi. membuat Ardi langsung mengambil perban dan juga menutup mulut Lina.


"Mmm. mMm."


" aku terpaksa membekam mulut kamu Lina, agar kamu tak berisik. agar kamu tak banyak berteriak. aku tak sanggup mendengar teriakan mu itu yang terdengar begitu cempreng," cetus Ardi.


Ardi mulai pergi meninggalkan Lina sendirian lagi di vila itu, lelaki itu kini bergegas untuk segera pulang. Iya takut jika sang Ibu menghawatirkan.


"Berengsek, aku malah terjebak lagi. Padahal sedikit lagi aku bisa keluar dari villa ini." Gerutu Lina pada hatinya.

__ADS_1


Karena rasa kesal tak bisa bebas dari ruangan itu, Lina pada akhirnya memaksakan diri untuk beristirahat dan tertidur. Iya ingin merehatkan tubuhnya, agar bisa memikirkan sebuah rencana untuk bebas dari ruangan itu.


sedangkan dengan Ardi, Iya pulang dengan kekesalan yang sangat membuat hatinya marah. yang mengusap pasar wajahnya dan berkata," bodoh. Kenapa bisa aku hampir tertipu dengan Lina. Untung saja para penjaga dengan cepat datang dan mengikat kembali Lina.


Ardi mengepalkan kedua tangannya menggerutu kesal di dalam mobil.


setelah sampai di depan rumah, sang Ibu langsung menghampiri anaknya," Ardi kenapa kamu pulang malam begini?"


tanya sang ibu kepada Ardi, yang di mana pertanyaan itu membuat Ardi semakin kesal. ia langsung menjawab cetus kepada ibunya sendiri," sudahlah bu, tak usah bawel deh. Aku bukan anak kecil lagi."


perkataan Ardi membuat sang Ibu merasa sedikit sakit hati, membuat sang Ibu langsung memegang dadanya menahan rasa sakit karena perkataan Ardi yang begitu cetus.


sang Ibu langsung menghampiri Ardi berteriak dengan berkata," Ardi kenapa sifat kamu berubah seperti itu, apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu, Kenapa kamu berani melawan ibu?"


pertanyaan sang Ibu membuat Ardi mengacak rambutnya dengan rasa kesal, saat itulah Ardi mulai membalikkan badan dan berkata kepada sang ibu," kenapa aku berubah seperti ini, asal Ibu tahu. Aku tak suka dengan sifat ibu yang lemah dan selalu menangis dan mengajakku untuk pergi dari rumah ini."


"Ardi, asal kamu tahu, Ibu seperti ini karena ulah Ayahmu sendiri. jika ayahmu itu tidak berulah, Ibu tidak akan selalu mengekangmu," ucap sang ibu.


"Terserah ibu saja," cetus Ardi.


dengan tergesa-gesa Ardi langsung masuk ke dalam kamarnya, menutup keras pintu kamarnya.


sang Ibu tidak ingin berdebat lagi dengan Ardi, Iya lebih baik pergi dari balik pintu kamar anaknya.


@@@@@@


Dreeet ....


suara ponsel Ardi kini bergetar, ia mulai mencari keberadaan ponselnya. yang terus berdering tiada henti.


pada akhirnya Ardi mulai menemukan ponselnya yang berada di atas meja, Iya langsung melihat layar ponsel yang terus saja berdering. yang di mana tertera nama Haikal.


"Haikal, untuk apa dia menelpon di jam malam seperti ini?" gumam hati Ardi.


dengan rasa malas dan terpaksa pada akhirnya Abdul mulai mengangkat panggilan dari Haikal.

__ADS_1


"Halo, Ardi."


"Halo, Haikal. Ada apa?"


"Bagaimana dengan Lina, apa ada perkembangan tentang dia. Gue kasihan terhadap istri gue yang terus bersedih memikirkan Lina!"


Ardi mengusap kasar wajahnya, ya masih ingat tentang kejadian di Villa. yang di mana Lina berani membohonginya.


"Halo, Ardi."


beberapa kali Haikal terus memanggil nama Ardi dalam sambungan telepon, akan tetapi Ardi malah terdiam, memikirkan kejadian yang berada di villa.


"Halo, Ardi."


hingga beberapa menit kemudian Ardi baru sadar, bahwa ponselnya masih terhubung dengan Haikal.


"Halo Ardi."


"Ya, Halo Haikal, Ada apa?"


"Gue tadi nanya, lu melamun ya!?"


"Sorry, sorry. Gue kurang fokus, mungkin karena kecapean Baru saja sampai di rumah."


"Ya sudah kalau lu, belum menemukan perkembangan tentang Lina, Gue tutup saja panggilan telepon ini. biar besok saja kita bahas tentang Lina di kantor."


"Oke kalau begitu."


panggilan telepon pun, dimatikan sebelah pihak. Ardi mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur, mencoba melupakan kejadian tadi di Villa.


"Lina, Kenapa kamu begitu susah aku bujuk untuk menuruti keinginanku. padahal keinginanku itu akan baik kedepannya untuk mu Lina, aku akan membebaskan kamu dari rasa cinta Haikal yang begitu berlebihan dari hatimu sendiri." Gumam hati Ardi.


Entah kenapa semenjak pertama bertemu dengan Lina, Ardi merasa tertarik dengan wanita itu. Lina berbeda dengan wanita-wanita yang lain yang sudah ia temui, Ardi menyukai Lina karena dirinya yang keras kepala dan juga tak bisa diatur, membuat sebuah Tantangan untuk Ardi.


Ardi mulai memikirkan cara kembali, agar bisa membujuk Lina. dan juga jatuh dalam pelukannya.

__ADS_1


" Apa yang harus aku pikirkan dan lakukan besok, agar Lina mau menuruti keinginanku. aku tidak boleh putus asa. Entah kenapa bagiku Lina begitu spesial dari wanita-wanita lain yang sudah aku temui, dia berbeda dengan wanita-wanita cantik di luar sana. walaupun sebenarnya aku juga merasa kesal karena dia bisa begitu jahat ingin merebut suami dari kakaknya sendiri yang tak lain ialah Haikal sahabatku sendiri."


Ucap pelan Ardi.


__ADS_2