Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 269


__ADS_3

Darah bercucuran rasa pusing kini di rasakan Alya, ia keluar dari dalam mobil yang masih tertutup. kedua kakinya bergetar di saat ia mulai melangkah keluar dari dalam mobil.


Rasa sakit akibat pukulan dan juga sayapan pisau membuat ia sedikit meringis kesakitan. Alya berusaha berdiri untuk segera pergi dari dalam mobil yang akan membuat dirinya semakin menderita.


" Aku harus pergi dari sini, sebelum orang orang itu menyadariku jika aku bangun."


Alya mencari kesempatan di saat mobil berhenti, para sopir beristiraha sejenak. Dengan perlahan membuka pintu mobil, agar tidak terdengar oleh kedua suruhan Pras yang tengah mengobrol dan beristirahat di luar mobil.


"Semoga mereka tak menyadari kepergianku saat ini, aku takut jika mereka menyadarinya dan malah menangkapku kembali."


Ternyata pintu mobil itu tidak dikunci, kemungkinan besar kedua suruhan Pras lupa, akan mengunci pintu mobil yang akan membawa dirinya pergi.


Dengan perlahan membuka pintu mobil, saat itulah Alya berjalan, darah terus bercucuran dari kaki dan juga tangannya. Rasa sakit tak bisa iya tahan kembali hanya keselamatan diri agar tidak mengalami derita lagi.


Ingin sekali Alya menangis merasakan penderitaan yang bertubi-tubi.


@@@@@


Kedua suruhan yang selesai beristirahat, mulai menaiki mobil kembali. Akan tetapi saat mereka membuka pintu mobil.


Betapa terkejutnya salah satu suruhan yang melihat pintu mobil terbuka, ia langsung melihat ke dalam mobil Alya sudah tidak ada di dalam mobil. Membuat rasa panik menghantui suruhan Pras saat itu.


"Gimana ini? Nona Alya tidak ada?"


"Apa? Jangan bercanda kamu!"


Salah satu suruhan yang belum membuka pintu bergegas melihat ke dalam mobil.


"Nona Alya sudah tidak ada. Kita harus cepat cari dia, sebelum Tuan Pras marah."


Kedua suruhan Pras mulai mencari keberadaan Alya, mereka berusaha keras, tak ingin membuat kemarahan Pras mengebu gebu.

__ADS_1


Mereka berdua mulai mencari ke arah hutan, yang di mana kedua mata mereka melihat tetesan darah berceceran pada dedaunan dan juga rating pohon Salah satu suruhan, kini mendekat ke arah darah itu ." sepertinya ini darah Nona Alya. Kita harus mengikuti ceceran darah ini."


"Ya sudah, ayo."


Mereka berdua berjalan mengikuti arah darah itu, tinggal di mana tetesan darah itu tiba-tiba menghilang.


"Tetesan darahnya berhenti di sini, apa Nona Alya ada di sekitar sini?"


"Entahlah!"


Mereka berencana berpencar mencari keberadaan Alya, hingga di mana Alya berjalan dengan perlahan memegang kayu besar dan memukulkan kayu itu pada kedua suruhan Pras.


Brug ....


Karena pukulan yang begitu keras, membuat salah satu suruhan Pras jatuh pingsan, sedangkan sahabatnya itu berusaha untuk mengambil kayu yang berada di tangan Alya.


"kurang ajar kamu Nona. kembalikan kayu itu?" bentak sang suruhan yang masih berdiri di hadapan Alya.


" Nona sebaiknya anda tenang, kita akan pergi menemui Tuan Pras," kata-kata manis terus dilayangkan oleh suruhan Pras.


"Aku tidak Sudi ikut denganmu. Lebih baik aku mati di sini saja." teriak Alya.


" Nona, Tuan Pras itu sangat membutuhkan Anda," ucap sang suruhan, tak membuat hati Alya goyah.


"Aku tidak peduli dengan perkataan si Pras gila itu. Jika dia memang membutuhkanku, dia tidak akan melukaiku seperti ini," balas Alya. mulai bersiap-siap dengan aba-aba untuk memukul satu suruhan masih berhadapan dengan Alya.


Saat Alya mulai melayangkan pukulan pada suruhan Pras, tiba-tiba saja sang suruhan dengan sekuat tenaga mengambil kayu menahan pukulan yang akan mengenai badan dan juga kepalanya.


Sang suruhan kini berusaha menarik kayu itu, hingga di mana kayu berhasil Ia ambil dan membuat Alya tersungkur jatuh ke atas lantai.


"Nona, kamu itu memang lemah tidak bisa melawanku, sekarang waktunya aku memukul kamu Nona, agar kamu jatuh pingsan dan aku bawa kamu untuk menghadapi Tuan Pras."

__ADS_1


Dengan kecerdikan yang dimiliki Alya, disaat suruhan itu datang menghampirinya dan akan memukul tubuh Alya. Di saat itulah Alya dengan sigap menarik kaki sang suruhan, hingga sang suruhan lelaki itu tersungkur jatuh. Membuat kayu yang ia pegang mengenai kepalanya dengan begitu keras.


Sang suruhan meringis kesakitan ia memegang kepala yang sudah terkena benturan kayu yang cukup lumayan keras.


Alya berusaha bangkit dari duduknya, dia mulai meraih kayu yang tak jauh dari hadapan sang suruhan Pras. Hingga di mana suruhan itu berusaha meminta maaf, akan tetapi maaf itu tak bisa membuat Alya merasa kasihan, dengan perlahan Alya maju dan mengambil kayu itu. Ia langsung memukulkan kayu besar, pada kepala suruhan Pras hingga di mana suruhan itu terkulai lemah dan jatuh pingsan.


Tangan Alya melepaskan kayu yang ia pegang. Alya kini berjalan dengan perlahan untuk Segera menaiki mobil.


Alya benar-benar lemah di saat itu, tapi ia berusaha tetap berjalan agar dirinya bisa terbebas dari incaran para suruhan Pras.


Setelah sampai di mobil, Alya mulai menaiki mobil.


dan menyalahkan mesin mobil.


"Akhirnya aku bisa bebas."


Dengan tersenyum senang Alya, mulai pergi dari jalanan sepi itu, ia mengendarai mobil untuk segera pulang ke rumah. Rasa rindu menghantui dirinya, ingin sekali menemui sang Ibu dan juga Alya yang mungkin mengkhawatirkannya sejak ia pergi dari dalam rumah.


Karena Alya yang terlalu menuruti ego akan cintanya pada Ardi. Akan tetapi saat Alya menuruti egonya itu. Iya malah terjebak dengan rencana jahat yang membuat dirinya benar benar menderita.


"Semua gara gara Pras." Teriak Alya mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


Entah apa nanti kata keluarga Alya. Jika ia pulang dengan keadaan yang begitu terlihat menyedihkan. Apa semua keluarga akan peduli dengan keadaan Alya yang sekarang? Atau mereka malah memarahi Alya karena keegoisannya dan juga dirinya yang selalu melawan perintah dan ucapan sang ayah dan ibu.


Di dalam perjalanan dengan mengendarai mobil, Alya terisak menangis, ia begitu bahagia bisa bebas dari cekraman Pras lelaki kejam yang sudah merengut kesucianya.


Alya terus mengerutu mesal dengan berteriak teriak di dalam mobil, ia tak menyadari apa yang ia lakukan membahayakan dirinya sendiri. Aplagi Alya mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


"Pras, kamu jahat. Kamu jahat."


Bayangan Pras membuat Alya hampir tak fokus mengendari mobil, di mana mobil dan juga motor saling membunyikan klakson, agar Alga tidak mengendarai mobil secara berutal.

__ADS_1


Akan tetapi Alya yang berada di dalam mobil, tak 8memperdulikan klakson yang terus berbunyi yang ia dengar. ia tetap pada kemarahannya dan juga rasa kecewa.


__ADS_2