Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 191 Berbohongnya Alya.


__ADS_3

Baru saja menggobrol tentang ruangan yang di temukan Lina, Pras kini datang lagi.


"Masuklah, Alya sudah sadar," ucap Pras. Kepada Ardi dan juga Haikal begitu pun Lina.


Mereka kini masuk, mengetuk pintu kamar Lina. Karna Pras tahu Lina butuh persiapan untuk berkata jujur.


"Lina, aku sudah membawa Haikal. Bukanya kamu mau menjelaskan semua yang sudah terjadi tadi pagi."


Ketukan pintu membuat Lina bersiap-siap merapikan rambutnya yang baru saja iya acak-acak, dengan bersiap-siap Lina kini terbaring di atas kasur Seraya berkata," Masuklah."


Haikal dan yang lainnya kini masuk ke dalam kamar Alya mereka perlahan menghampiri Alya menatap ke arah Alya yang terlihat begitu gelisah, Alya menatap perlahan Haikal dan yang lainnya. Akan tetapi ia tidak melihat kedua pelayan, saat itulah Alya mulai bertanya kepada Pras.


"ke mana Kedua pelayan itu."


Pras menepuk jidatnya dan menjawab," Oh iya kedua pelayanku ya. Aku lupa."


Pras kini menyuruh pelayan wanita yang tak jauh dari hadapannya untuk segera membawa kedua pelayan yang dipercaya oleh Pras," Kamu bilang ke pelayan bagian ruangan. Bawa kedua pelayan bernama Wawan dan Abdul."


" Baik tuan."


Mereka kini menunggu kedua pelayan untuk datang menemui Alya di dalam kamar, menjelaskan semua yang terjadi tadi pagi. Hingga 15 kemudian menit kemudian kedua pelayan itu diseret paksa oleh seorang lelaki berotot.


Pras tersenyum dengan apa yang ia lihat, ia tak sabar ingin mendengar penjelasan yang dikatakan oleh calon istrinya.


"Sekarang sudah tenang, tinggal kamu jelasin semuanya. Alya." Ucap Pras.


Kedua pelayan itu menatap tajam ke arah Alya, hati mereka benar-benar merasa ketakutan akan apa yang dikatakan Alya Yang Sejujurnya. Sedangkan Haikal tetap bersikap tenang dengan apa yang dijelaskan Alya saat itu.


"Sebenarnya yang sudah masuk ke kamarku terlebih dahulu adalah Haikal." Ucap Alya.


Haikal kaget dengan apa yang di katakan Alya, bagaimana mungkin Alya berkata kebohongan.

__ADS_1


Pras yang mendengar ucapan Alya kini berkata," terus."


"Kedua pelayan Pras, lalu menolongku. Karna Haikal yang terus merobek bajuku, dengan membawa benda tajam," Ucap Alya.


Haikal tentulah memberontak dengan apa yang di katakan Alya," Kenapa kamu berkata kebohongan jelas jelas tadi pagi aku mau menolongmu."


Pras berusaha mendekat ke arah Alya," Apa tidak ada kebohongan yang kamu simpan Alya?"


"Tidak ada!"


Haikal kini mendekat ke arah Alya," Alya. Kenapa kamu berkata seperti itu."


Alya yang menganggukkan kepala, ia berusaha diam tak menjawab pertanyaan Haikal. Sedangkan kedua pelayan Wawan dan Abduh tengah dijaga oleh pelayan berotot saling menatap satu sama lain, tersenyum dengan apa yang sudah ia dengar dari mulut Alya kedua pelayan itu begitu senang mereka sebentar lagi akan terbebas dari ancaman sang tuan


Pras bergumam dalam hati," Aku kira wanitaku akan berkata jujur."


Lina dan Ardi yang mendengar kesaksian itu hanya diam keluh, seakan tak percaya dengan semua yang di ucapakan Alya.


Haikal kini menatap ke arah Lina dan juga Ardi," kalian jangan percaya dengan Alya. Wanita itu sudah berkata kebohongan. Sebenarnya aku tidak melakukan apa-apa terhadap dia, aku hanya berusaha menolong dia please Ardi kamu percaya padaku.."


Lina berusaha menatap ke kiri ke kanan melihat sesuatu yang bisa menjadikan barang bukti bahwa Haikal itu tidak bersalah, Lina yakin lelaki yang menikahi kakaknya bukanlah lelaki sembarangan.


" Sudahlah Haikal berkata jujurlah, bahwa kamu memang mau melakukan hal tak senonoh padaku, aku tahu setelah kematian istrimu kamu menjadi depresi dan mau melakukan hal-hal yang tidak pantas kepada wanita lain," Ucap Alya.


" Apa maksud perkataan kamu itu, jangan kamu sampai menyudutkan aku sebagai pelaku utama jelas-jelas aku berniat menolongmu. Jika aku tahu kamu malah memfitnahku aku tidak Sudi menolongmu saat itu biarkan saja kamu disentuh oleh kedua pelayan b******* ini," Pekik Haikal.


Pras kini maju beberapa langkah kehadapan Haikal.


BRUG .....


Pukulan itu mengenai Haikal membuat bibir Haikal terlihat berdarah, Ardii yang melihat pemandangan itu langsung terburu-buru menyelamatkan Haikal dari kemarahan Omnya sendiri.

__ADS_1


"Om jangan main hakim sendiri, jelas jelas Haikal berkata jujur. Aku tahu wanita itu pasti berbohong." pekik Ardi menunjuk pada Alya.


Deg ....


Telunjuk tangan Ardi membuat hati Alya hancur, Alya mengira dari kebohongan yang ia katakan Ardi akan membelanya tapi apa, Ardi malah membela Haikal yang jelas jelas hanya seorang sahabat.


"Ardi apa apaan kamu, kenapa kamu malah membela lelaki ke**ra* ini. Biarkan saja dia babak belur. Dia pantas mendapatkan semua pukulan dan hantaman dari Om." Bentak Pras pada keponakanya.


Lina mendekat ke arah Pras dan berkata," kenapa kita tidak membuktikan semuanya melalui CCTV, Bukannya di rumah ini ada CCTV, apalagi kamu adalah seorang pengusaha Cafe terbesar di sini masa iya kamu tidak mempunyai CCTV di cafe dan di rumahmu ini."


Pras tak menyangka jika Lina wanita lugu bisa berpikir jernih,


Sempat-sempatnya Lina mengingat tentang CCTV yang bisa membuktikan semua kejadian yang menimpa Alya.


" tak usah pakai CCTV segala, aku yang sudah merngalami semua kejadian tadi. Jadi Kenapa harus pakai CCTV segala, sedangkan aku adalah korban dari kejahatan Haikal." Timpal Alya.


Lina melipatkan kedua tangannya mendekat ke arah Alya dan berkata," hei siapa tahu Kamu yang jadi korbannya itu malah berbohong, dengan apa yang kamu ceritakan tadi pagi. Bahwa sebenarnya kamu yang sudah menjebak kakakku Haikal masuk ke dalam kamar dan berpura-pura bahwa kamu itu ....'


"Cukup. Sudah jangan berdebat lagi, kalau begitu kita akan buktikan melalui CCTV di rumahku. agar semua beres dan terlihat jelas pada CCTV itu." Teriak Pras.


Ardi kini mulai membantu Haikal untuk berdiri.


"Licik, mereka benar benar licik." Ucap Ardi.


"Ya sudah sekarang ayo tunjukkan di mana letak CCTV itu, agar kami bisa membuktikan bahwa Kak Haikal tidak bersalah. Atas kejadian tadi pag, karnai aku yakin wanita itulah yang sudah membuat kekacauan dan menjebak kak Haikal, atau bisa saja kedua pelayan itu yang memang tergila-gila terhadap Nona Alya yang cantik jelita ini." Ucap Lina.


Saat Lina menatap kedua pelayan itu dengan kekesalan, Wawan dan Abdul hanya menundukkan pandangan bahwa memang yang sebenarnya bersalah itu adalah mereka, karena tertarik dengan kecantikan Alya.


Alya sempat ketakutan dengan apa yang akan terjadi saat CCTV Itu memperlihatkan semua kejadian yang menimpa dirinya, "Sial. Kenapa malah menjadi ruyam begini. Kenapa Lina malah menyuruh Pras memperlihatkan cctv di rumahnya. Bodoh kamu Alya hanya karna ingin melihat Ardi membela kamu, kamu malah berbohong. Kenyataannya Ardi sudah tak peduli padaku. Dia lebih peduli pada calon istrinya." Gumam hati Alya.


Pras kini mulai menunjukkan arah ruangan, untuk melihat rekaman CCTV agar semuanya jelas dan tidak ada kesalahpahaman.

__ADS_1


Pras kini menatap calon istrinya yang terus saja gelisah dengan kebohongan yang ia buat sendiri.


"Alya sebenarnya kenapa kamu sampai berbohong begini, hah benar benar mengasihkan."


__ADS_2