Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 116


__ADS_3

Bu Maya hanya memberi waktu kepada Lina 20 menit saja, membuat Lina dengan terburu-buru mandi tanpa memikirkan bersih tidaknya saat dirinya menggosok tubuh dengan sabun, walaupun begitu ia tak peduli, yang terpenting dalam 20 menit itu dirinya sudah bersiap-siap untuk segera sarapan di meja makan bersama calon mertuanya dan juga calon suaminya.


setelah beres mandi, Lina melihat cat baju yang sudah tersedia di atas kasurnya. membuat ya heran, padahal dirinya sudah mengunci pintu kamar, tapi baju sudah tersedia oleh para pelayan di rumah Bu Maya. Lina mulai meraih baju itu, dirinya dengan sikap langsung memakai baju.


sebenarnya Lina tak terbiasa dandan, saat itulah ia mencoba memakai peralatan make up yang sudah tersedia di meja rias.


dirinya benar-benar gugup saat memegang benda-benda yang tak pernah iya pakai, entah apa jadinya Jika ia menghias dirinya yang belum berpengalaman dalam bermake up.


"Aku harus mencobanya," ucap Lina.


waktu Lina tinggal 10 menit lagi, Iya belum juga terbiasa merias wajahnya dengan waktu yang singkat, apalagi ini riasan pertamanya. Lina tak mempedulikan apa yang ia pakai pada wajahnya, yang terpenting bagi dirinya ia bisa merias wajah.


10 menit berlalu, Lina berhasil menghias wajahnya. walau sebenarnya dirinya tak yakin jika hiasannya itu mampu membuat orang-orang di rumah itu takjub. karena Lina melihat hiasanya sendiri sedikit bergidik ngeri.


"Apa ini aku?" tanya Lina pada cermin. Lina berusaha berlari kearah kamar mandi untuk segera menghapus riasannya yang terlihat begitu acak-acakan, ya tak mau jika Ibu Maya dan juga Ardi mentertawakan dirinya yang tidak bisa berdandan.


" aku harus segera menghapus makeup pada wajahku ini. sebelum Maya datang dan melihat penampilanku yang terlihat seperti ondel odel." Gerutu Lina.


baru saja Lina ingin mencuci mukanya ke dalam kamar mandi, saat itulah ketukan pintu terdengar begitu jelas. yang dimana ketukan itu dibarengi dengan teriakan Bu Maya yang terus memanggil namanya.


" Lina, ini Bu Maya nak, Apa kamu sudah selesai bersiap-siap untuk segera makan di bawah?" tanya Bu Maya sembari berteriak dibalik pintu kamar Lina.


Lina tentulah panik mendengar teriakan wanita tua itu, membuat ya bolak-balik kesana kemari.


"Lina, kamu dengar ibu tidak?" Teriak Bu Maya.

__ADS_1


Lina se akan bingung dengan apa yang ia harus lakukan, dirinya begitu panik hingga Ia lupa ingin mencuci mukanya sendiri.


Saat Lina berjalan untuk segera membuka pintu kamarnya, membuat ia lupa. Tanganya memukul jidat dan berkata," Ya ampun aku lupa menghapus make up aku sendiri."


Lina yang hampir saja membuka pintu kamarnya, malah membalikkan badan pergi ke kamar mandi. ia menghampiri air keran untuk segera membasuh wajahnya yang penuh dengan make up.


beberapa kali Lina mengusap wajahnya dengan kedua tangannya sembari semua make up yang menempel pada wajahnya itu.


" aku harus segera menghapus make- upku. sebelum Bu Maya melihat wajahku dan juga mentertawakan hasil make up ku sendiri." Gerutu Lina.


beberapa kali Lina menghapus make up nya sendiri dengan air yang mengalir, membuat make up itu tak luntur juga dari wajahnya. beberapa kali Lina menggosok dengan sabun mandi, tetap saja make up itu terus menempel.


.


Lina kini berjalan gontai keluar dari kamar mandinya, Iya lelah dari tadi terus saja menghapus make up yang tak luntur luntur dari wajahnya, membuat rasa lelah yang ia rasakan begitu terasa.


Sedangkan Bu Maya masih tetap saja menunggu Lina keluar dari kamarnya, membuat wanita itu sedikit kesal menggerutu dan juga melipatkan kedua tangannya.


"Lina kenapa sih, kok lama banget," Ucap Bu Maya.


tangan wanita tua itu kini ketukan pada kamar Lina, sembari memanggil-manggil nama Lina untuk segera keluar.


" Lina Kenapa kamu lama sekali, Ibu sudah pegal dari tadi menunggu. ini sudah 20 menit lebih loh Lina."


teriakan Bu Maya tak membuahkan hasil, Lina tetap saja berada di dalam kamarnya, Iya begitu lama membuka pintu kamarnya sendiri.

__ADS_1


" Aduh gawat, bagaimana ini. ibunda Ardi terus saja mengetuk pintu kamarku, sedangkan make up masih saja seperti ini." ucap Lina.


"Lina, cepat buka pintunya kalau kamu tetap saja tidak membuka pintu kamar kamu sendiri, otomatis Ibu akan membuka pintu kamar ini secara paksa," teriak Bu Maya.


" Ya ampun bagaimana ini, sepertinya Bu Maya sangatlah marah karena aku lama sekali berada di dalam kamar," ucap Lina.


Dengan terpaksa Lina harus percaya diri akan tampilannya yang sekarang, iya harus menanggung resiko jika dirinya segera ditertawakan oleh ibu mertua dan juga calon suaminya.


menghela napas dan juga mengeluarkan secara perlahan, pada akhirnya Lina mulai membuka pintu kamarnya, sembari menjawab teriakan sang Bu Maya." Ia bu, Lina akan buka sekarang juga."


saat pintu kamar Lina dibuka oleh dirinya sendiri, saat itu juga Bu Maya sangatlah sok melihat penampakan Lina yang terlihat begitu berantakan. make up yang tak beraturan membuat Bu Maya menutup mulut menahan rasa ingin tertawa di hadapan Lina.


" Lina, kenapa dengan make up kamu?" tanya Bu Maya. Berusaha tetap tenang, sembari menahan tawa karena melihat wajah Lina yang begitu lucu dengan make up yang begitu tebal dan juga berantakan.


"Bu, ibu pasti ingin tertawa kan?" tanya Lina.


membuat Bu Maya menggelengkan kepala dan menjawab perkataan Lina." kamu ini, untuk apa Ibu mentertawakan mu, Kamu ini sudah cantik Lina. hanya saja make up kamu tidak beraturan, bedaknya terlalu tebal apalagi lipstiknya warnanya begitu terang."


Lina memanyunkan bibirnya mendengar jawaban yang terlontar dari mulut calon mertuanya.


" Maafkan aku Bu, sebenarnya Lina tidak jago dalam bermake up. Maklum saja Lina baru kali ini memakai kosmetik dan juga peralatan make up yang tersedia di kamar Lina, Ibu tahu sendiri kan, Lina selalu berpenampilan seperti laki-laki. dengan kaos polos seadanya, tanpa baluran make up sedikitpun dari wajah Lina."


. Bu Maya langsung mengerti apa yang sudah dijelaskan calon menantunya itu, ia menahan tawa dalam hati. dirinya berusaha tetap tenang dan menasehati Lina. jika make up yang ia pakai itu terlalu menor dan juga tak beraturan.


membuat orang-orang yang melihatnya tentulah tertawa dan juga meledeknya, Untung saja Bu Maya tidak seperti itu, Iya malah masuk ke dalam kamar Lina menarik tangan Lina.

__ADS_1


__ADS_2