
Haikal, akhirnya bisa keluar dari kamar mandi. Setelah ia berhasil merekam Pras yang menganiaya calon istrinya sendiri.
Ia melirik ke sana kemarin, melihat keadaan di sekitarnya. Apakah ada para pelayan yang berjaga.
Namun ternyata aman aman saja, tidak ada satu orang pun di sekitar kamar mandi.
Pada akhirnya Haikal pun meneruskan langkah kakinya untuk segera menemui Ardi dan juga Lina yang berada di luar.
"Tolong .... Tolong ..."
Suara lolongan seorang wanita begitu terdengar jelas oleh Haikal, membuat Haikal sedikit curiga.
"Apakah itu, suara Alya? Tapi mana mungkin, bukanya Pras sudah pergi dan Alya di tarik paksa oleh kedua pelayan. Atau jangan jangan para pelayan itu."
Hati Haikal seakan tak tenang, membuat ia curiga dan ingin menelusuri ke arah suara wanita yang meminta tolong.
Dengan berjalan mengendap ngendap, membuat suara teriakan wanita itu terdengar begitu jelas pada telinga Haikal.
"Suara ya ada di kamar ini."
Haikal menempelkan telinganya pada pintu untuk mempernelas suara yang ia dengar.
@@@@
"Nona, ayolah. Jangan berteriak terus menerus, semua hanya sia sia, yang ada kerongkonganmu akan sakit."
Ucapan kedua pelayan itu membuat Alya begitu kesal, mereka terus menggoda Alya agar bisa melayani kedua pelayan itu.
Akan tetapi Alya berusaha untuk meminta tolong, berteriak. Berharap ada orang yang mau menolongnya di saat itu.
walau harapannya itu kecil, karena ia tahu Pras pastilah tengah sibuk mengobrol dengan Ardi tanpa memikirkan keadaan Alya yang sekarang.
"Ayolah nona, kami sudah bersiap-siap untuk melayani nona sekarang juga."
"pergi Kalian dari hadapanku.Aku tidak sudi melayani kalian berdua."
"kita berdua tahu kok, Nona pasti menginginkan apa yang kita mau."
__ADS_1
"jangan bicara omong kosong kalian ini ya, saya tidak sudi, menyerahkan badan saya kepada kalian berdua. Cepat menyingkir dari hadapan saya."
kedua pelayan itu malah tertawa terbahak-bahak, mereka kini membuka kain yang menempel pada badan mereka, membuat Alya tetap tak tenang, ia ingin sekali terbebas dari pelayan yang akan berbuat senonoh pada dirinya.
Haikal yang berada di balik pintu kamar Alya kini berusaha menolong wanita itu,
"gawat sepertinya Alya dalam bahaya. Aku tidak menyangka jika para pelayan itu berniat jahat kepada Alya, aku harus segera mungkin menolong dia sebelum terlambat."
Saat Haikal mulai membuka pintu kamar Alya, saat itulah pintu kamar itu terkunci membuat Haikal tentulah panik," ternyata para pelayan itu Mengunci pintu kamar Alya."
Haikal mencari benda tajam untuk bisa membuka pintu kamar Alya, agar bisa segera mungkin menyelamatkan Alya dari kejahatan kedua pelayan yang ingin berbuat senonoh kepada Alya.
Kini Haikal berjalan ke arah dapur mencari sesuatu benda tajam yang bisa membuka pintu kamar Alya dengan segera mungkin. Untung saja di dalam dapur tidak ada satu orang pun dengan yang berjaga. Haikal Mulai mengambil benda tajam itu.
Haikal berusaha mencongkel pintu kamar Alya, hingga pintu itu terbuka begitu lebar. Untung saja para pelayan itu belum sempat berbuat sesuatu kepada Alya.
Hanya sedikit terlihat baju Alya yang disobek-sobek paksa oleh kedua pelayan itu.
"Kurang ajar kalian."
Aksi pukul saling memukul itu kini membuat Haikal kalah, mereka berdua mulai menyobek baju Haikal. Memukul wajah Haikal hingga babak belur, Alya yang benar-benar trauma akan kelakuan kedua pelayan dan juga menyaksikan perkelahian antara Haikal dan kedua pelayan itu.
Membuat Ia berlari, berteriak memanggil Pras dan juga orang-orang yang berada di luar.
Dengan baju yang sudah robek, Alya terus berlari mencari keberadaan Pras meminta tolong untuk menghentikan kedua pelayannya yang terus menghajar Haikal.
"Aku harus mencari Pras."
Pada akhirnya Alya menemukan Pras, tengah mengobrol dengan Ardi dan juga Lina dengan nafas terengah-engah, ya kini terkulai jatuh ke atas lantai, membuat Ardi dan yang lainnya tampak melihat keadaan Alya yang terlihat lemas dengan baju yang tersobek-sobek.
Pras tak tega melihat calon istrinya dengan keadaan seperti itu, membut ia langsung membantunya untuk segera berdiri," Kamu kenapa Alya. kenapa keadaan seperti ini?"
Alya kini menangis ya berusaha menjawab pertanyaan yang terlontar dari mulut calon suaminya," di kamar di kamar."
Entah apa yang dimaksud Alya, membuat Pras tak mengerti dengan perkataannya yang terbata bata.
Terlihat sekali dari wajah Alya ia begitusyok berat, membuat dirinya seakan susah mengatakan dan menjelaskan apa yang sudah terjadi pada dirinya.
__ADS_1
"Coba kamu tenangin diri kamu dulu, dan jelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada dirimu."
Alya hanya menjawab dengan menunjuk ke arah kamarnya sendiri, ia benar-benar susah untuk berucap satu patah kata pun terhadap Pras.
Karena rasa penasaran pada diri Pras yang melihat calon istrinya terlihat sangat sok berat, dengan segera Pras berlari ke kamar Alya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Pras yang sudah berlari menuju kamar Alya membuat Ardi dan Lina Yang penasaran kini
mengikuti langkah kakinya.
Sedangkan para pelayan wanita yang berada di cafe kini mencoba menolong Alya yang tiba-tiba saja jatuh pingsan.
Semakin Pras berjalan, semakin keributan itu terdengar jelas, suara pukulan dan juga hantaman terus saja terdengar dari kedua telinga Pras.
"Ada apa ini.' teriak Pras melihat ke arah kedua pelayan dan juga Haikal.
Kedua pelayan itu, kini mendekat ke arah Pras dengan menundukkan pandangan.
"Kenapa kalian berkelahi di sini? Sebenarnya ada apa?"
Pertanyaan Pras membuat kedua pelayan itu saling menatap satu sama lain.
" Kami sudah menolong Nona Alya, dari kejahatan lelaki itu. Tuan, makanya kami menghajar lelaki itu."
Haikal membulatkan kedua matanya, mendengar jawaban dari kedua pelayan itu. Haikal berusaha berdiri, di mana ia terkulai lemah, dengan sekuat tenanga yang masih ia miliki, ia berusaha untuk membela dirinya.
" itu tidak benar, justru aku yang menolong Alya dari kejahatan kedua Pelayan kamu, Pras."
Kedua pelayan itu berusaha membela diri mereka sendiri, "mana mungkin kami menyakiti atau menodai nona kami."
kedua mata Prans membulat setelah mendengar pernyataan yang diucapkan oleh kedua pelayan, Haikal yang hanya sendiri Kini berdiri berjalan tertatih-tatih menghampiri Pras menjelaskan semua yang sudah terjadi.
" kamu Jangan mudah percaya dengan kedua Pelayan kamu yang hanya berbicara omong kosong." ucap Haikal.
" Maaf Tuan kami tidak berbicara omong kosong, tapi kami berdua berbicara dengan sungguh-sungguh. karena lelaki ini hampir saja menodai nona Alya. jika kami tidak menyelamatkan Nona Alya tentulah Nona Alya akan ternodai oleh lelaki jahat ini." timpal kedua pelayan itu terus menuduh Haikal.
Siapa yang akan di percaya Pras?
__ADS_1