Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 239 Ruslan berulah


__ADS_3

Rutinitas Nining di pagi hari kini mulai ia jalani, di mana Nining bekerja di ladang untuk membantu bapak dan juga ibunya.


Kebetulan sekali, Bu Sari dan Pak Yono, tidak ke ladang. karena ada urusan penting yang mendadak, membuat Nining diharuskan pergi sendirian ke ladang.


Bu Sari dan Pak Yono melarang Nining untuk pergi sendirian, akan tetapi Nining yang sudah terbiasa. Tidak mendengarkan ucapan kedua orang tuanya.


Nining nekat Pergi ke ladang saat itu juga, tidak ada rasa takut pada diri wanita bermata sipit itu.


"Mm, pagi yang cerah, sejuk."


Setelah sampai di ladang, Nining tak menemukan Euis dan juga Asih, biasanya mereka berdua, sudah giat berada di ladang.


"Kayanya, Euis sama si Asih teh. Telat datang, tapi biasanya kan mereka enggak pernah telat, selalu paling giat."


Nining tak memperdulikan kedua teman-temannya, saat itulah ia mulai memetik beberapa sayuran.


saat Nining tengah asik memetik sayuran, saat itulah Ruslan datang menghampiri gadis desa itu.


"Mm, eh Neng Nining sendirian, ke mana temanya."


Ruslan mencoba menggoda Nining, membuat Nining risih dengan kedatangannya.


Nining berusaha tak menanggapi apa perkataan Ruslan saat itu, Iya cenderung diam dan melanjutkan pekerjaannya.


"Eleh, Neng Nining teh, sombong. Kenapa atuh?"


Ruslan semakin berani mendekat ke arah Nining, membuat Nining semakin kesal dan berusaha menghindar.


"Bisa tidak Aa, jaga jarak kita ini bukan mahram!" tegas Nining menjawab perkataan Ruslan.


" Ya kan. Sebentar lagi kita kan mau jadi mahram," ucap lembut Ruslan, semakin berani mendekat ke arah Nining.


Nining berdecak kesal, ia ingin sekali meninju lelaki yang berada di samping. Akan tetapi dia berusaha tetap tenang dan Ayu.


Ruslan ternyata semakin menjadi-jadi, ia mencuil dagu Nining, membuat Nining kesal dan menampar pipi Ruslan.


Plakk ....


Ruslan malah tersenyum senang dengan tamparan yang diberikan Nining pada dirinya, iya seakan menikmati apa yang Nining lakukan.


Plakk ....


Tamparan kini di layangkan lagi, oleh Nining. Dimana Ruslan malah memegang bahu Nining.


Hingga gadis bermata sipit itu terjatuh.


Brukkk ...

__ADS_1


"Berani kamu."


Nining hampir kewalahan melawan tenaga Ruslan, Ya berusaha mengambil golok yang tak jauh berada di sampingnya.


"Nining sebentar lagi kamu akan menjadi milikku."


"Ya Allah selamatkan, Nining."


Euis dan juga Asih yang baru saja datang ke ladang melihat Nining hampir saja di p*rkos* oleh Ruslan, langsung memukul Ruslan dengan Kayu.


Brugggg ....


Ruslan langsung terjatuh pingsan, saat hantaman kayu itu mengenai punggung lelaki berbadan kekar itu.


Nining berusaha bangun, setelah Euis dan juga Asih menolongnya. Betapa beruntungnya saat itu Nining selamat dari perlakuan Ruslan yang tidak baik.


Nining sangat sok berat, setelah apa yang dilakukan Ruslan kepadanya, ia tak mampu berucap satu patah kata pun.


Hatinya ketakutan, begitupun tubuhnya yang menggigil.


"Kita pulang ya. Ning, agar kamu tenang."


Nining mengganggukan kepala saat para sahabatnya membawa, dia untuk pulang ke rumah.


Sedangkan Euis berusaha memanggil para warga untuk membawa Ruslan yang sudah membuat Nining trauma.


Ruslan yang masih tak sadarkan diri kini dibawa oleh para warga menuju desa, untuk diberi kesaksian apa yang sudah ia lakukan terhadap Nining.


Bu Sari yang melihat anaknya, begitu kuatir. Karna melihat rambut Nining yang berantakan.


"Ning. kamu teh kenapa?"


Nining Langsung menangis memeluk sang ibu, sedangkan Asih yang membawa Nining hanya terdiam sembari menundukkan pandangan.


Nining menangis dalam pelukan sang ibu, wanita tua itu mengusap tangan rambut kepala anaknya.


"Ini teh ada apa, kenapa tiba tiba Nining menangis?"


Pertanyaan Bu Sari membuat Asih sedikit kaku, untuk menjawab apa yang sudah terjadi terhadap Nining.


"Eh, kamu malah diam saja. Jawab atuh Asih."


Asih merapatkan kedua tangannya, sembari menundukkan pandangan di hadapan Bu Sari, saat itulah ia berani mengungkapkan apa yang sudah terjadi pada Nining." Maaf sebelumnya Bu Sari, kami tidak sengaja melihat Nining, Hampir diperk*sa oleh Ruslan di ladang."


Deg ....


Bu Sari begitu kaget dengan apa yang dikatakan Asih. Dia memegang dadanya rasa tak percaya dengan perkataan sahabat Nining.

__ADS_1


"Kurang ajar sekali itu si Ruslan, sekarang anak itu ada di mana Asih. Ibu harus kasih pelajaran sama anak tidak tahu diri itu. berani-beraninya dia mau memperlakukan anakku dengan tidak baik."


Terlihat sekali amarah Bu Sari semakin menggebu-gebu. Iya mengepalkan kedua tangannya, kesal dengan apa yang sudah terjadi pada Nining.


" Bu Sari tak usah kuatir, Ruslan sekarang sudah diamankan di desa. Untung saja kami langsung memukul Ruslan hingga ia jatuh pingsan."


Pak Yono, baru saja mengganti pakaiannya, kini datang menghampiri Bu Sari dan juga Asih. Melihat Nining menangis, lelaki tua itu langsung bertanya kepada istrinya.


"Kunaond, si Nining cerik?"


(Kenapa, Nining menangis?)


Bu Sari menatap sekilas ke arah Asih, iya seakan tak berani mengungkapkan apa yang sudah terjadi pada anaknya.


"Kunaond caricing wae ditanya teh?"


(Kenapa pada diam saat ditanya?)


"Ruslan pak!"


Bu Sari kini mengungkapkan nama Ruslan, membuat membuat Pak Yono mengerutkan dahi.


"Si Ruslan, kunaond?"


(Si Ruslan, kenapa?)


"Si Ruslan, mau memperkosa Nining, anak kita."


jawab Bu Sari sembari menangis, Pak Yono begitu kaget dengan jawaban yang terlontar dari mulut istrinya.


kedua tangan lelaki tua itu mengepal, ia kini bertanya kepada Asih, dengan kemarahan pada hatinya." Kamana ayena si Ruslanna?"


(Ke mana sekarang, si Ruslannya)


Bu Sari berusaha menenangkan kemarahan suaminya, ya takut jika Pak Yono akan menyakiti Ruslan. dan membuat Pak Yono tak bisa mengendalikan diri.


"Bapak tenang saja, si Ruslan sekarang sudah di amankan di desa. Jadi jangan kuatir."


Setelah mendengar jawaban sang istri, saat itulah Pak Yono mulai bergegas pergi menuju ke desa, untuk melihat Ruslan. Lelaki yang hampir saja merenggut kesucian anaknya.


Tidak ada seorang ayah yang rela melihat anaknya dianiaya ataupun diperk*sa oleh orang lain.


Maka saat itulah Pak Yono akan memberi perhitungan kepada Ruslan dan juga kedua orang tuanya.


Pak Yono tak segan-segan akan menjebloskan Ruslan ke dalam penjara, agar lelaki itu Jera dalam kesalahannya.


Setelah sampai di desa, terlihat sekali Ruslan tengah di olok-olok oleh para warga, karena sudah membuat suatu masalah besar. Yang di mana Ruslan hampir saja merenggut kesucian Nining.

__ADS_1


Ruslan kini sudah sadarkan diri, ia menangis meminta pertolongan kepada ibu dan juga ayahnya.


Akan tetapi sang ibu malah diam, tak berani membela anaknya. Karena mereka malu dengan apa yang sudah dilakukan Ruslan terhadap Nining.


__ADS_2