Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 242


__ADS_3

Saat itulah, Bu Sari mulai meraih kayu yang tak jauh dari hadapnya, Ia perlahan berjalan mendekat ke arah belakang dengan pelan, agar Bu Nunik tidak mendengar suara langkah kaki Bu Sari.


Sedangkan Rojak berjalan ke arah belakang gudang tempat penyimpanan beras yang sudah lama tak terpakai. Rojak perlahan mengintip pada jendela luar gudang itu, berusaha menemukan keberadaan Euis dan juga Asih.


Dan benar saja, apa yang dilihat Rojak. Euis dan juga Asih berada di dalam gudang, kedua kaki dan juga tangan mereka diikat, mulut mereka ditutup dengan lakban.


@@@@@


Ini adalah waktu yang tepat untuk Bu Sari memukul Bu Nunik yang tengah fokus melihat layar ponsel.


Saat Bu Sari mulai melayangkan satu pukulan pada punggung Bu Nunik, tiba-tiba ponsel Bu Nunik bergetar, mengeluarkan suara.


Pada saat itulah Bu Sari mengurungkan niatnya, dia perlahan melangkah mundur, menjauh sebentar, mendengarkan obrolan Bu Nunik yang tengah mengobrol dalam sambungan telepon.


Di dalam obrolan Bu Nunik.


"Bapak tenang aja, si Euis dan Si Asih aman, mereka tidak akan menjadi saksi Nining, 1 hari ini. Ibu sudah membuat mereka jatuh pingsan di dalam gudang, mengikat mereka. Jadi Bapak tenang saja di sini Ibu sedang menjaga mereka berdua."


Bu Sari yang mendengar ucapan Bu Nunik, sangatlah kesal. kedua tangannya menggenggam erat kayu yang tengah ia pegang, hingga di mana amarah mulai menggebu-gebu kepada hati Bu Sari.


Brukk ...


Satu pukulan dilayangkan oleh Bu Sari pada punggung Bu Nunik, membuat Bu Nunik seketika jatuh pingsan. Wanita tua itu berhasil membuat Bu Nunik jatuh pingsan, hingga di mana Bu Sari terburu-buru melihat keadaan Euis dan juga Asih.


Dan ternyata Euis dan Asih diselamatkan oleh Rojak, tali tambang yang mengikat erat pada kaki dan juga tangan mereka berdua. Kini sudah dilepaskan oleh Rojak.


"Asih, Euis. Apa kalian baik-baik saja. Ibu Sari sangat kuatir dengan keadaan kalian, kenapa di saat orang-orang tengah sibuk menangani kasus Nining, kalian tidak ada, membuat ibu curiga, hingga di mana ibu berusaha mecari informasi tentang kalian berdua ada di mana?"

__ADS_1


"Padahal kami juga sudah mau menolong Nining tapi ternyata Bu Nunik begitu licik. begitupun dengan Pak Hasan, mereka bersekongkol membawa kami berdua ke sini."


"Ya sudah, kalian tenang saja, sekarang kalian ikut dengan ibu, ya. Biar Rojak yang nanganin Bu Nunik."


Pada saat itulah Asih dan juga Euis selamat, mereka dengan terburu-buru berlari menuju balai desa untuk menyelamatkan Nining dari fitnahan Ruslan.


" Asih berharap di balai desa. Masih rame, di mana Nining masih bisa diselamatkan dari fitnahan kejam Ruslan."


"Iya Euia juga berharap seperti itu, Euis takut nanti warga desa ini, malah menikahkan Ruslan dan Nining."


Dengan terburu-buru mereka berlari untuk segera menjadi saksi Nining, agar Nining tak tersalahkan dengan fitnahan yang dibuat oleh Ruslan.


@@@@@


Saat itu.


Di balai desa, kepala desa langsung bertanya kepada Nining.


Hayono menatap ke arah Nining dengan kedua tangan yang bergetar menahan rasa takut dan juga trauma akan kelakuan rusa


Pak Yono hanya bisa berdoa berharap diberi kekuatan pada Nining, hingga Nining berani melawan. Apa perkataan dan juga fitnahan yang kini ia hadapi.


"Nining. Saya berharap kamu berkata jujur. Jika memang kamu menggoda Ruslan, kami terpaksa akan menikahkan kalian berdua daripada kalian menjadi Aib di desa ini."


Nining menelan ludah setelah kepala desa berkata, akan menikahkan Nining yang tak bersalah. Dengan Ruslan lelaki baj*ng*n.


Nining menarik nafasnya berusaha tetap tenang dan menjawab perkataan Pak kepala desa." Nining tidak ada niat menggoda Ruslan. Ruslan lah yang datang tiba-tiba ke ladang dan mencoba menggoda Nining, belum lagi Rusalan memaksa Nining."

__ADS_1


Nining berusaha membela dirinya, walaupun para warga terlihat tak suka dengan Nining.


Pak kepala desa kini bertanya kembali kepada Nining," Kenapa kamu pergi ke ladang sendirian. Bukannya kamu sering bersama kedua orang tuamu dan juga kedua teman-teman?"


Pak Yono mulai angkat bicara, akan tetapi para warga menyuruh lelaki tua itu tidak ikut campur hanya kepala desa sajalah yang bertanya.


"Waktu itu memang Nining pergi ke ladang sendirian, karena bapak dan juga Ibu ada urusan penting. Sedangkan Euis dan Asih terlambat datang ke ladang. Memangnya salah Nining pergi sendirian?


Dan juga yang menjadi pertanyaan Pak kepala desa itu harusnya? Kenapa Ruslan bisa datang ke ladang? Bukannya dia itu anak orang kaya yang tak pernah pergi ke ladang?"


Ruslan kini berusaha membela diri. Ia menimpa perkataan Nining dan berkata jujurlah." Bukannya kamu yang mengajak aku ke ladang, disaat kedua orang tuamu tak ada begitupun dengan temanmu, jadi kenapa kamu tidak mengakui semuanya kenapa kamu malah menyalahkan aku?"


"Diam kamu Ruslan, aku tidak berbicara dengan kamu. Ini semua adalah fitnah, jangan berani-beraninya kamu mengatakan kebohongan. Ruslan aku tidak pernah menyuruh kamu datang ke ladang. Bukannya kamu tahu sendiri kamu melamarku aku sudah tolak kamu saat itu juga."


Para warga yang tak tahu jika Ruslan berani melamar Nining, membuat mereka langsung bertanya-tanya dan saling membicarakan keburukan Ruslan dan juga Nining.


"Jadi semalam sebelum kejadian itu. Ruslan datang ke rumah kamu. untuk melamar kamu. Bukan begitu Nining?"


" Iya pak kepala, memang kejadian itu Ruslan sempat datang ke rumah untuk melamar Nining, tetapi Nining yang memang tak suka terhadap Ruslan. Langsung menolak dia begitu saja, dan Nining tak tahu jika Ruslan akan balas dendam dengan datang ke ladang dan menggoda Nining, apalagi Ruslan sudah berniat mau memperkosa Nining di saat itu juga. Untung saja ada Asih dan juga Euis yang menyelamatkan Nining, dari kejahatan Ruslan yang tidak tahu diri ini."


"Jadi ke mana kedua sahabatmu itu? Harusnya dia menjadi saksi di Balai Desa ini, kalau memang ucapanmu benar Elis dan Asih harus ada di sini!"


Pak Hasan tersenyum senang karena dua wanita yang akan menjadi saksi sudah berhasil diamankan. kini Pak Hasan bisa bernafas lega, jika yang akan tersalahkan adalah Nining, sedangkan anaknya akan terbebas dari fitnahan akan kelakuannya sendiri.


Nining berharap jika Asih dan Euis. Cepat datang ke balai desa, ia tak tahu bagaimana lagi jika harus menikah dengan Ruslan. Lelaki yang sudah membuat dirinya trauma, lelaki yang berani lakukan hal tak senonoh kepada dirinya.


Pak Yono yang gelisah membuat pikirannya tak tenang. Ia terus memikirkan Nining yang hanya seorang diri tanpa pembelaan siapapun.

__ADS_1


Sedangkan Pak Yono ditahan oleh warga untuk tidak ikut campur akan masalah Nining.


Pak kepala desa kini bertanya kembali keberadaan Euis dan juga Asih." kenapa dari tadi pagi mereka belum juga datang ke balai desa, seharusnya mereka datang terlebih dahulu untuk menjadi saksi Nining. Atas kejadian yang menimpa dirinya di ladang,"


__ADS_2