
"Bagaimana keadaan calon istri saya, Dok?" tanya Ardi.
perasaan Ardi benar-benar tak karuan, Iya tak tega melihat keadaan Lina yang terlibat depresi.
"Bapak tenang ya, sepertinya calon istri bapak terlalu banyak mengkomsusi obat!" jawab sang dokter.
"Obat?"
perkataan sang dokter membuat Ardi tentulah bingung, padahal Lina tak pernah mengkonsumsi obat-obat apapun, karena ia tahu sendiri bahwa Lina tidak menyukai obat.
setelah dokter memeriksa Lina, saat itulah sang dokter mulai keluar untuk bertugas kembali, sedangkan Ardi kini melangkah mendekat ke arah Lina yang tengah terbaring di ranjang tempat tidur rumah sakit. melihat calon istrinya yang terkulai lemah tak berdaya, membuat rasa Tak Tega terus menghantui pada hati Ardi.
Ardi sudah yakin jika penyebab semua dari kekacauan ini adalah Omnya sendiri.
Ardi mulai menelpon sang supir dan satpamnya, untuk mengecek kamar yang di tempati Lina. rasa penasaran terus menghantui Ardi, karena ia tak yakin jika Lina benar-benar mengkonsumsi obat-obatan.
setelah memerintahkan sang sopir dan satpamnya, Ardi kini tinggal duduk tenang menunggu informasi dari sang sopir dan satpamnya di rumah.
" mudah-mudahan mereka menemukan barang bukti, kalau saja Lina tidak mengkonsumsi obat-obatan apapun," ucap Ardi menatap ke arah Lina.
beberapa menit menunggu informasi, saat itulah kedua pegawai yang berada di rumahnya menelepon kembali Ardi, menginformasikan bahwa mereka menemukan sebuah obat serbuk yang entah mereka tidak tahu obat apa itu.
awalnya Ardi tak menyangka, akan tetapi dia harus menerima, ucapan dokter itu benar. jika Lina terlalu mengkonsumsi obat-obatan.
Entah kenapa Lina harus mengkonsumsi obat-obatan, Padahal sudah jelas obat-obatan itu akan membahayakan tubuhnya secara tidak langsung, mengganggu semua aktivitas dan juga kehidupannya menjadi menderita.
para pegawai Ardi langsung mengirimkan sebuah foto yang di mana serbuk putih itu terlihat jelas oleh kedua mata Lina.
"Serbuk putih ini."
hingga beberapa menit kemudian, Lina bangun dari tidurnya. yang merasakan rasa sakit di daerah kepalanya, membuka kedua mata dan menatap ke arah Ardi yang tengah memainkan ponsel di hadapannya.
"Ardi," ucap Lina berusaha untuk duduk.
akan tetapi Ardi, mencegah Lina untuk duduk karena ke kondisinya yang tidak baik.
" Sebaiknya kamu tidur dulu jangan dulu duduk ataupun banyak bergerak," ucap Ardi kepada Lina.
"Di mana aku?" tanya Lina, sembari merasakan rasa sakit pada daerah kepalanya.
.
" sekarang kamu berada di rumah sakit, sebaiknya kamu beristirahat dulu untuk segera tidur!" jawab Ardi pada Lina.
__ADS_1
" kenapa aku ada di rumah sakit. Memangnya apa yang terjadi denganku Ardi?" tanya Lina yang masih merasa bingung.
" Tiba tiba saja kamu hilang kendali, seakan tak sadarkan diri!" jawab Ardi.
Lina mencoba mengingat kejadian yang sudah menimpa dirinya, Kenapa bisa dirinya hilang kendali dan tak sadarkan diri, biasanya Lina tidak pernah kenapa-napa.
"Maksud kamu?" tanya Lina yang tak mengerti dengan jawaban yang terlontar dari mulut Ardi.
Ardi menarik nafasnya secara perlahan menjelaskan apa yang sudah terjadi dengan Lina pada saat di rumah.
" Apa benar kamu sudah mengkonsumsi banyak obat-obatan, Lina?"
bukan jawaban yang terlontar dari mulut Ardi, Ardi malah melayangkan pertanyaan lagi kepada Lina.
" obat-obatan?" Lina malah bertanya kembali ke hadapan Ardi.
"Ya, Kata dokter kamu terlalu banyak mengkomsumsi obat obatan!" jawab Ardi kepada Lina.
"Obat obatan, aku tidak pernah mengkomsumsi obat obatan Ardi," ucap Lina.
Ardi berusaha memaklumi apa yang dikatakan Lina. mungkin Lina tidak ingin jujur karena dirinya yang masih tertekan akan masalah dalam keluarganya, di mana masalah itu begitu rumit dan belum jelas.
"Kamu percaya padaku kan Ardi," ucap Lina.
"Hem, aku percaya padamu Lina," balas Ardi mengusap lembut kepala rambut
Lina berusaha mengigat, kejadian yang menimpa dirinya.
"Sudah kamu jangan terlalu memikirkan apa yang aku katakan," ucap Ardi kepada Lina.
"Bagaimana aku tidak memikirkan yang kamu katakan, jelas jelas aku tidak pernah
mengkonsumsi obat-obatan yang apa dikatakan dokter padamu," ucap Lina pada Ardi.
" sudah kamu tak usah memikirkan apa yang aku katakan tadi, mungkin dokter salah menilai keadaanmu," ucap Ardi menenangkan apa yang dirasakan Lina.
"Ardi, jadi kamu percaya padaku," balas Lina.
"Ya, aku percaya padamu,* ucap Ardi. tersenyum lebar di hadapan Lina.
Ardi menyuruh Lina untuk beristirahat, untuk segera tidur.
" Kalau memang Lina tidak mengkonsumsi obat, tapi kenapa dokter malah mengatakan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan terlarang," gumam hati Ardi.
__ADS_1
Lina kini menuruti apa yang dikatakan Ardi, ia menutup kedua matanya untuk kembali beristirahat dan tidur.
Dreet .....
suara ponsel berbunyi, di mana sang ayah menelpon Ardi pada saat itu.
Ardi langsung mengangkat panggilan telepon dari sang ayah.
"Halo, ayah?"
"Ardi, bagaimana keadaan Lina sekarang?"
"Lina baik baik saja ayah!"
"Syukurlah, terus apa yang di katakan dokter dengan keadaan Lina, tiba tiba depresi?"
Ardi tidak ingin Lina mendengar percakapannya dengan sang ayah, saat itulah Ardi mulai berjalan untuk keluar ruangan.
"Halo."
"Halo, Ardi."
"Maaf yah, tadi Ardi tidak langsung menjawab pertanyaan ayah, Adi tidak ingin jika Lina mendengar percakapan kita di dalam sambungan telepon."
"Loh, memangnya kenapa?"
" saat dokter memeriksa keadaan Lina, dokter berkata bahwa Lina Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan Terlarang!'
jawaban yang terlontar dari mulut Ardi, tentulah membuat sang ayah kaget. saat mendengar sebuah perkataan obat-obatan terlarang. Pak Anton tak menyangka jika Lina wanita yang ia lihat begitu baik, bisa mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
" Apakah benar itu, Ayah tak percaya jika Lina berani mengkonsumsi obat-obatan Terlarang."
pikiran sang ayah begitu sama dengan apa yang dipikirkan Ardi, akan tetapi Ardi sudah menemukan bukti dari para penjaga di rumahnya. yang di mana kedua penjaga itu mengirimkan sebuah foto obat terlarang yang disimpan oleh Lina di dalam tas.
" Ardi, bisa saja dugaan dokter itu salah."
" Entahlah ayah, Ardi juga masih tidak percaya sepenuhnya. Hanya saja Ardi melihat poto yang di kirim Pak rojak dan Pak Anwar. Mereka mengirimkan serbuk obat pada Ardi, yang di mana serbuk obat itu mereka temukan pada tas Lina."
"Hem. Apa kamu sudah mengatakan semuanya pada Lina?"
"Sudah, ayah!"
"Terus apa yang di katakan Lina, apa dia mengakui bahwa dia sering mengkonsumsi obat-obatan terlarang?'
__ADS_1
" saat aku bertanya pada Lina, dia tidak mengaku bahwa dia meminum obat-obatan terlarang. sebenarnya aku ingin menekan Lina agar berkata jujur, akan tetapi aku merasa kasihan karena kondisi Lina yang belum stabil sepenuhnya."
" kalau Ayah boleh saranin sama kamu, sebaiknya kamu menyelidiki sendiri. Apa benar Lina sering mengkonsumsi obat-obatan terlarang?"