Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 99


__ADS_3

Tidak ada cara lain untuk bisa melihat wanita yang tengah mengobrol dengan pak Anton. Bu Maya langsung menyuruh salah satu pelayan, untuk bertanya kepada wanita yang bersama suaminya, agar wanita itu membalikan badan.


"Heh, kamu sini," ucap Bu Maya memanggil pelayan yang tengah berdiri tak jauh darinya.


"Iya bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu dengan tersenyum ramah.


" bisa tidak kamu bikin wanita itu membalikan badannya ke arah saya, Jika kamu bisa saya akan memberikan uang tips yang besar untuk kamu!" ucap Bu Maya menyuruh pelayan itu.


pelayan itu langsung berkata iya, saat Bu Maya akan memberikan uang kepada dirinya.


"Itu hal yang gampang," ucap pelayan cafe itu.


"Bagus, cepat lakukan sekarang," balas Bu Maya.


dengan sigapnya pelayan itu langsung menjalankan aksinya, Iya mendekati ke arah wanita yang tengah duduk bersama Pak Anton, membuat wanita itu langsung membalikkan badannya. sampai di mana Bu Maya sangatlah kaget, dengan wajah wanita itu.


"Jadi benar dugaanku, wanita itu adalah Sisil yang akan aku jodohkan bersama Ardi, awas saja kamu Sisil." mengepal erat kedua tangannya. Bu Maya menahan rasa kesal dan juga emosi yang menggebu-gebu pada hatinya.


"Bagaimana bu," ucap pelayan itu.


"Sudah cukup, ini uang tips yang aku janjikan untuk kamu," balas Bu Maya. memberikan lembaran Uang berwarna merah kepada pelayan itu.


wanita tua itu langsung berdiri dan pergi meninggalkan Cafe, Iya berjalan dengan begitu kencang. menahan setiap amarah yang terus menggebu pada hati dan juga pikirannya.


Bu Maya langsung masuk ke dalam mobil dengan menggerutu kesal," pantas saja aku merasa Curiga dengan Sisil yang akhir-akhir ini tidak mau bertemu denganku ataupun mengangkat panggilan teleponku, ternyata dia sudah menjadi kambing hitam. Gadis itu mendekati suamiku hanya untuk meraup untung. dasar matre awas aja aku tidak akan tinggal diam setelah melihat kejadian ini."


Bu Maya langsung menjalankan mobilnya untuk segera pergi dari kafe itu.


di dalam mobil Ia terus menggerutu kesal sendirian.


membuat Ia tetap fokus melihat ke arah depan jalan, sampai dimana ya hampir menabrak seseorang yang tengah melintas di arah jalan itu.


Untung saja Bu Maya langsung sadar dan mengerem mobilnya, membuat wanita tua itu turun dari mobil dan mengecek Siapa yang sudah ia tabrak.

__ADS_1


"Ibu tidak kenapa napa."


semua makanan dagangan wanita itu berserakan ke mana-mana, membuatmu Maya langsung menolong Ibu yang hampir saja ia tabrak untuk berdiri.


saat bersamaan, kedua wajah mereka saling bertatapan. wanita yang Maya tabrak adalah sahabatnya sendiri.


"Ita, ternyata kamu," ucap Maya memegang bahu wanita itu dengan begitu erat.


wanita tua itu berusaha untuk lari dari hadapan Maya, ya tak mau identitasnya terbongkar saat ini juga. apalagi dirinya adalah seorang pedagang gorengan.


" Maaf anda salah orang, saya bukan Ita. Saya permisi dulu," ucap wanita tua itu.


"Kamu jangan bohong, Ita," balas Maya. Menekan wanita itu.


wanita pedagang gorengan itu berusaha untuk lari dari hadapan Maya, namun usahanya gagal. Maya mencengkram erat kedua bahu wanita itu, mereka saling tarik-menarik. Hingga Di mana dompet wanita penjual gorengan itu jatuh.


Maya langsung mengambil dompet wanita itu, melihat KTP wanita penjual gorengan itu. dan benar saja dugaan Maya selama ini, wanita penjual gorengan itu adalah sahabatnya yang sudah lama tak pernah Ia temui.


ucapan Maya membuat wanita penjual gorengan itu menundukkan pandangan, ya tak berani menatap kearah Maya. karena penampilannya yang sekarang terlihat kumuh dan juga miskin.


Maya memegang tangan sahabatnya dan bertanya?" selama ini aku sudah mencari kamu kemana-mana, semenjak aku mendengar berita bahwa suamimu sudah korupsi dan meninggal dunia."


penjual gorengan itu kini menangis terisak-isak, Maya langsung memeluk erat tubuh sahabatnya menenangkan setiap isakan tangis yang terdengar oleh Maya.


"Maafkan aku Maya, aku Berusaha menjauh dari kamu, aku takut kamu malu melihat sahabatmu yang begitu kumuh dan dekil ini. Aku tak mau Citra kamu hancur gara-gara bersahabatan dengan aku yang ...."


Maya langsung menghentikan ucapan sahabatnya, dirinya tak mau lagi mendengarkan penderitaan sahabatnya yang tidak pernah ia tahu. Ia memeluk erat sahabatnya dan terus saja menenangkan setiap ucapan yang terus terlontar dari mulut sahabatnya itu.


" Kenapa di saat kamu menderita seperti ini, Apa kamu tidak datang kepadaku. kenapa kamu malah menjauh dari diriku Ita. Aku tidak akan memandang penderitaanmu dan juga kemiskinan yang kamu rasakan saat ini, aku akan tetap menganggapmu sahabat yang terbaik," ucap Maya.


Ita tetap saja menangis, Iya tak bisa menghentikan tangisannya. merasa bersalah terhadap sahabatnya.


Maya langsung mengajak Ita masuk ke dalam mobilnya, Maya ingin mengantarkan sahabat yaitu menuju rumah.

__ADS_1


"Biar aku antarkan kamu ke rumah."


"Tapi ...."


"Sudah ayo."


Ita langsung naik ke dalam mobil Maya, duduk di dalam mobil itu.


"Kamu tenang ya, Ita."


Ita menganggukkan kepala, setelah Maya terus menenangkan dirinya.


@@@@@


setelah sampai di rumah Ita. Maya begitu kaget melihat pemandangan rumah yang begitu Kumuh dan juga Tak terawat, membuat Maya merasa kasihan terhadap sahabatnya itu.


Ita langsung mempersilahkan sahabatnya untuk masuk ke dalam rumahnya yang begitu kumuh," Maafkan aku Maya, Inilah rumahku yang sekarang."


"Hey, kenapa kamu harus meminta maaf kepada aku, kamu itu tidak salah apa-apa Ita. yang salah itu aku, Aku tidak pernah tahu penderitaan sahabatku selama ini. kalau aku tahu dari sebelumnya, Aku tidak akan biarkan kamu tinggal di rumah kumuh ini," ucap Maya.


saat itulah Maya mulai melihat foto yang terpajang di atas dinding, foto Sisil. Maya memegang foto itu dan bertanya kepada Ita," apa ini anakmu Ita?"


sang sahabat langsung mengganggukan kepala," Iya Maya, dia adalah anakku satu-satunya."


. setelah mendengar jawaban dari sahabatnya itu, Maya ingin sekali mengatakan yang sebenarnya kepada Ita. bahwa Maya sudah pernah bertemu dengan anaknya, apalagi ingin menjodohkan anaknya dengan Sisil.


akan tetapi Sisil ternyata adalah wanita yang sangat licik, karena Ardi yang tak mau pada dirinya, Sisil nekat berpacaran dengan pak Anton.


apalagi Maya pernah mendengar, bahwa Sisil berkata bahwa sang ibunda sudah meninggal. tapi nyatanya itu adalah kebohongan yang dibuat-buat gadis itu.


" Maya, Apa kamu pernah bertemu dengan anakku sebelum kamu bertemu denganku saat ini?" tanya Ita kepada Maya.


Maya berusaha menutupi keburukan Sisil pada ibunya sendiri, Iya tak mau melihat sahabatnya sakit hati karena Sisil mengatakan kebohongan bahwa Ibunya sudah meninggal. entah apa tujuan Sisil berkata seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2