Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 289


__ADS_3

Nining mulai pulang ke rumah begitupun dengan Ardi yang akan meminta izin kepada kedua orang tua Nining, untuk membawa calon istrinya menemui sang Ibunda Maya.


kedua orang tua Nining sudah mengizinkan Ardi membawa anaknya untuk menemui Maya, hati Nining kini diliputi keraguan akan bertemunya dirinya dengan sang mertua.


Ardi berusaha menenangkan keraguan hati calon istrinya," Kamu jangan kuatir Nining, ibu itu orang baik kok. "


Nining menampilkan senyum kecilnya," sebenarnya Nining belum terbiasa bertemu dengan namanya mertua, jadi Nining sedikit grogi. Apa nanti ibu aa Ardi bakal menerima Nining yang hanya gadis kampung ini. "


" Kamu jangan kuatir Nining, jika Ibu tidak mengizinkan kita menikah, kita bisa kawin lari saja."


Nining mengerutkan dari dan berkata. " Jangan gitu, nanti pernikahan kita tak bahagia tanpa restu orang tua. "


Ardi tentulah tertawa tebahak bahak, setelah mendengar apa yang di ucapkan Nining, Haikal yang ternyata tak ikut serta membuat rasa kuatir pada diri Nining, ada rasa takut dan cemas. Membuat Ardi menatap ke arah Nining.


"Kenapa? "


"Enggak papa, cuman kenapa ya. Aa Haikal enggak ikut lagi ke kota. "


Ardi menyadari rasa ketakutan pada diri Nining, membuat ia berucap. " Kamu jangan takut Ning, aku tidak akan melakukan hal yang tidak baik padamu. Bagaimana pun aku lelaki bertanggung jawab. "


Setelah mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Ardi, Nining kini tertawa senang, ya Tak sabar ingin bertemu dengan ibunda Ardi yang akan menjadi mertuanya.


"Kamu jangan kuatir. "


Nining yang mendengar ucapan Ardi kini mengganggukan kepala, "


Setelah sampai di rumah sang ibunda. Ardi membukakan pintu mobil agar bisa mengandeng tangan Nining memperlihatkan wanita pilihanya.

__ADS_1


ketukan pintu dilayangkan oleh Ardi, di mana Maya langsung membuka pintu rumahnya. Nining yang berada di samping Ardi merasakan rasa gugup.


Hatinya tak karuan, ia takut jika di tolak menjadi calon istri Ardi.


"Aku gugup sakali."


Ardi yang meyakini Nining kini memegang erat tangan Nining, membuat mining perlahan percaya diri.


Maya yang sudah memperlihatkan dirinya, kini menatap ke arah wanita di sebelah anaknya, dari ujung kaki hingga ujung kepala, Maya bergumam dalam hati. " gadis ini begitu cantik. "


Nining yang menundukkan pandangan kini perlahan mengangkat kedua matanya untuk menatap ke arah Maya, ia berusaha melebarkan kedua ujung bibirnya agar terlihat tersenyum manis di depan sang mertua.


senyuman itu kini mampu membuat Maya kagum, Nining berkulit putih dengan pipi chubby, perpaduan kedua bola matanya yang bulat. Membuat Maya langsung mendekat dan memegang tangan wanita yang disukai anaknya.


"Jadi ini calon menantu ibu. "


" Ayo kita masuk ke dalam rumah, Ibu sudah siapin beberapa makan dan spesial untuk kamu."


Ardi begitu senang dengan keramahan ibunya yang menerima Nining sebagai calon menantunya," Apa kamu senang. Ning. "


Nining hanya menganggukkan kepala ia merasakan rasa gugup, di kalamaya merangkul bahunya. semua seperti mimpi, di mana gadis desa seperti dia mendapatkan orang kota yang mempunyai sebuah rumah bak istana.


kebahagiaan itu kini dikagetkan oleh Lina yang datang secara tiba-tiba, di mana kedua bola mata Nining membulat, Ardi yang melihat kedatangan Lina tentu saja kaget bukan main." Lina. Sejak kapan kamu ada di sini? "


Pertanyaan Ardi tentulah membuat Lina mendekat, sedangkan Tante Maya hanya diam membisu, seperti sudah tahu apa yang akan dikatakan Lina saat itu juga.


Lina menyodorkan tangannya ke hadapan Nining, sedangkan Ardi malah mengempeskan tangan Lina begitu saja. tentulah membuat Lina terlihat kecewa.

__ADS_1


"Ardi, kamu nggak boleh begitu dengan Lina."


pembelaan dari Maya membuat Ardi entu saja tak suka." kenapa ibu malah membela dia? "


Maya berusaha menjelaskan apa yang akan dikatakan Lina kepada Ardi dan juga Nining. " Ibu bukan membela hanya saja Ibu ingin meluruskan masalah ini."


Perkataan sang ibunda tadi gubris oleh anaknya sendiri, tinggal di mana ini Lina mulai menghentikan perdebatan antara Ibu dan juga anak.


" sebaiknya kalian jangan bertengkar Hanya gara-gara aku ada di sini. "


Maya dan juga di sini menyudahi perdebatan mereka, di mana Lina ingin mengatakan apa yang ingin Ia katakan saat itu juga." mungkin ini terdengar tidak sopan dan tidak pantas untuk kalian semua yang ada di sini. aku datang ke sini bukan maksud ingin menghancurkan hubungan kalian Ardi dan juga Nining. Aku datang ke sini untuk tidak menyetujui keinginan Tante Maya. "


Lina yang belum selesai berbicara, membuat Ardi kini bertanya," keinginan Apa maksud kamu Lina? Emang Ibuku berkata apa pada kamu? "


Maya berusaha menenangkan kemarahan Ardi. Agar tidak salah paham dengan perkataan dirinya dan juga Lina. " kamu jangan dulu marah Ardi, dengarkan dulu apa perkataan Lina. "


" Ibu kamu menyuruh aku tetap tinggal di rumah kamu, menjadikan aku sebagai anaknya. Akan tetapi aku menolak, tidak mau rumah tangga kamu dan Nining hancur hanya karena keberadaanku di sini. Maka dari itu aku ingin berpamitan pergi dan meminta maaf kepada kamu, selama ini aku sudah menyia-nyiakan hati kamu dan juga rasa cinta kamu. Aku wanita yang bodoh, sudah membuat hati kamu terluka. Hingga sekarang, aku mengerti apa itu artinya TERCAMPAKAN. " Lina menitihkan air mata karena perkataannya sendiri, saat itulah ia menatap ke arah Nining. Tersenyum kecil seraya berkata, " Sebenarnya aku sangat membenci kamu Nining, setelah aku mengetahui bahwa aku meminangmu sebagai seorang istri, Aku benar-benar kesal di saat itu. Tapi semenjak aku bertemu dengan Alya aku baru memahami jika balas denda itu tak baik untuk diriku sendiri. Apalagi aku harus menghancurkan seseorang yang dicintai Ardi. Aku berharap kepada kamu saat ini Tolong bahagiakan Ardi Tolong cintai dia."


Nining sebenarnya tak kuasa saat melihat tangisan Lina di hadapan dirinya, ia ingin menyudahi hubunganya dengan Ardi karna tak tega melihat Lina harus menangis seperti sekarang.


Tapi Ardi membiarkan Lina melangkah pergi, menahan tangan Nining. Agar tidak berbuat apa yang tak seharunya dilakukan.


"Biarkan saja dia pergi. Aku berharap dia bisa merubah dirinya agar lebih baik lagi, tak ingin yang kedua kalinya terperangkap cinta rumit yang hanya membuang buang waktuku saja. "


Maya sebenarnya ingin menahan Lina, tapi rasanya tak mungkin. Maya takut jika Ardi akan terluka jika Lina dibiarkan berada di rumah. Lina berjalan tanpa tujuan, ia menangis terisak isak. Bingung harus pergi ke mana, tapi Maya belari menghampiri gadi itu seperti ingin memberikan sesuatu yang entah Ardi tak tahu.


"Lina. Tunggu. "

__ADS_1


__ADS_2