
Alya terjatuh pada pangkuan Pras, membuat mereka berdua saling bertatap mata. Pras tersenyum lebar saat menatap wajah Alya dengan kedua pipi yang memerah.
Tatapan mereka kini membuat Pras tak sadarkan diri, Pras mulai mencium bibir Alya dengan sengaja, akan tetapi Alya memalingkan wajah dan berusaha untuk pergi dari pangkuan Pras.
Saat Alya mulai pergi dari pangkuan Pras. saat itu juga, Pras malah menarik tangan Alya. Hingga wanita itu jatuh kembali kepangkuan Pras.
"Bagaimana kalau malam ini, kamu menemani aku semalam saja."
Kini Alya mulai berdiri menghindari Pras, ia berusaha melangkah mundur. Akan tetapi Prad malah semakin mendekati tubuh Alya, membuat Alya berucap.
"jauh jauh dari hadapanku, Pras."
Akan tetapi Pras malah semakin mendekati Alya membuat wanita itu ketakutan," jangan takut Alya, rileks saja aku tidak akan menyakiti kamu."
Ucapan Pras membuat Alya bergidik ngeri," Jangan bodoh kamu. Pras."
Pras seakan sengaja mendekati Alya, ia semakin dekat dan membuat tubuh keduanya hampir saling berdempetan.
"kamu kenapa?"
"jangan mendekat!"
"Tapi aku ingin dekat denganmu saat ini."
Alya semakin tak tahan dengan tingkah Pras yang tiba-tiba saja berubah, membuat Iya dengan lantangnya menampar pipi kiri Pras.
Plak ....
"Alya, kenapa kamu malah menampar wajahku, aku salah apa padamu?"
"Aku sudah ingatkan kamu, jangan dekat dekat."
Alya kini mulai mendorong tubuh Pras, hingga Pras sedikit jauh dari hadapan Alya.
"Aku mau pergi, jadi sudah cukup. Jangan buat lelucon yang membuat aku kesal."
Pada saat tadi Alya menangis menghampiri Pras, akan tetapi Alya kini berubah tiba tiba. Seperti tak suka dengan tingkah Pras.
"Aku pergi dulu." cetus Alya.
Pras tak ingin mengabaikan momen ini, ia menyuruh para pelayan untuk menahan Alya.
__ADS_1
"mau apa kalian menghalangi jalanku?' Tanya Alya kesal.
Kedua pelayan itu langsung memegang tangan Alya, dan berucap." Kamu tidak boleh pergi."
"apa apaan kalian ini?"
Teriak Alya, tiba tiba suasan yang haru, kini menjadi suasa yang mencekram kembali.
Alya di bawa paksa oleh para pelayan itu, Kini Alya di hadapkan dengan Pras yang membelakanggi tubuhnya..
"Pras, apa yang kamu lakukan. kenapa kamu menyuruh kedua pelayan bodoh ini menyered paksaku."
Pras kini membalikkan wajahnya, menghadap ke arah Alya. Tersenyum lebar.
"Alya, aku mencintaimu."
Deg .....
Ungkapan Pras kini sengaja ia layangkan kepada orang yang ia cintai, Alya hanya terdiam seribu bahasa. " kenapa. kamu malah diam?"
"Pras, jangan bodoh kamu, kamu tahu sendirikan aku tidak mencintai kamu, aku mencintai ...."
Belum perkataan Alya terlontar semuanya, Pras kini berteriak sembari berkata," Cukup. jangan teruskan lagi. itu malah membuatku sakit hati."
"Pras, ada apa dengan kamu, kenapa kamu tiba tiba berubah seperti orang tak waras?"
Ucapan Alya malah membuat Pras kesal, saat itulah ia mulai memegang kedua pipi Alya dengan tanganya dan berkata," tadi kamu bilang apa?"
"kamu benar benar tak waras!" Teriak Alya.
plakkk ....
Satu tamparan melayang pada pipi Alya,, membuat Alya tentu saja kaget," gimana sakit?"
Pertanyaan konyol yang terlontar dari mulut Pras, tentulah membuat Alya ketakutan. Begitu beraninya Pras menampar Alya, padahal Pras itu terkenal sebagai lelaki lembut.
"kenapa kamu tampar aku, Pras. apa kamu tidak ...."
Belum perkataan Alya terlontar semuanya, saat itulah Pras mulai berteriak dan berucap tegas pada Alya." Asal kamu tahu, tamparanku hanya menyakiti wajahmu sesaat, tidak dengan hatiku. yang sudah kamu sakiti hingga rasa sakit itu masih terasa sekarang.
"Pras, aku tka mengerti jalan pikiran kamu,"
__ADS_1
"kamu tak mengerti jalan pikiranku, karna kamu tidak pernah peka akan hal hal yang selalu aku korbankan untuk kamu seorang. Alya."
" Kamu tidak tahu diri Pras."
Pras kini melepaskan tangannya yang mencekram erat pipi Alya, membuat ia tertawa terbahak bahak." Alya, jangan sampai aku murka dan membuat kamu menderita."
Deg .... tiba tiba ucapan Pras, membuat Alya semakin ketakutan." Apa maksud kamu, Pras."
"kamu masih belum paham dengan perkataanku, asal kamu tahu. Aku ini cinta padamu, aku ingin kamu menyadari semuanya."
Alya merasa tak tahan dengan ucapan yang terlontar oleh Pras, " Sudahlah, jangan pernah mengatakan kata cinta di depanku, aku tidak akan pernah mencintai kamu selain Ardi."
Pras dengan beraninya menjambak rambut Alya, ia berucap dengan mengancam Alya pada saat itu." Apa kamu tidak menyesal dengan ucapanmu sendiri?"
"aku tidak akan menyesal." Tegas Alya memberanikan diri.
"Hem, mulai berani kamu."
pras melepaskan rambut Alya, menyuruh kedua pelayannya untuk mengunci Alya di dalam kamar tidur kusus yang sudah ia sediakan.
"Cepat bawa dia," Tegas Pras.
"Pras, kamu hentikan lelucon ini, aku ingin pulang. Kamu jangan tahan aku seperti anak kecil, kumohon cepat lepaskan aku." Teriakan Alya terus terdengar dari kedua kuping Pras. Akan tetapi Pras tak memperdulikan semuanya, ia malah senang dengan teriakan Alya membuat sesuatu keinginan terbuka pada hati Pras.
"Pras, ayolah jangan bercanda kita ini sahabat, kamu mau bawa aku ke mana?" pertanyaan Alya, tak di jawab oleh Pras, lelaki itu hanya tersenyum lebar menatap senang melihat wajah Alya yang penuh air mata.
Alya berusaha meronta ronta untuk segera kabur, ia tak ingin jika terus di sered paksa oleh pelayan Pras. "Heh, pelayan bodoh. Cepat lepaskan aku. Kalau tidak aku akan berteriak."
Alya menatap kepada pelayan itu, membuat kedua pelayan itu tersenyum licik.
"Lihat di begitu cantik." ucap pelayan yang di sebelah kiri. Mengedipkan mata ke arah Alya membuat Alya tentulah bergedik geri.
"Ya, setelah ini. Mungkin giliran kita," balas pelan pelayan sebelah kanan, sedikit bertingkah tak wajar pada tangan Alya.
"Jangan kurang ajar kalian berdua." tegas Alya.
Mereka berdua menberi kode untuk tidak membalas kembali ucapan Alya takut jika Pras marah akan tingkah kedua pelayan itu.
"Sebenarnya aku maun di bawa ke mana, kenapa mereka malah berucap sebuah kata menjijikan di depan wajahku, apa maksud perkataan mereka." Gumam hati Alya.
Alya hanya bisa mendengus kesal, menahan rasa takut dan juga berusaha memikir kan cara agar bisa kabur dari cafe Pras.
__ADS_1
"Nah, kita sudah sampai." Ucap kedua pelayan itu, akan tetapi Alya tak melihat Pras yang tadi ikut berjalan di belakang.
"Sebaiknya nona tidur dulu di sini, nanti tuan Pras akan menyusul. Jadi siap siap saja," ucap salah satu pelayan itu, seakan memberi tahu bahwa Alya harus siap dengan Pras yang akan segera datang menemuinya.