
Lina terus memukul mukul tubuh Ardi, di mana Ardi masih mendekap Lina untuk segera keluar dari ruangan Dinda. Ia tak mau jika Lina menganggu Haikal yang ingin berdua dengan sang istri.
"Ardi, cepat lepaskan aku," gerutu Lina.
Entah Ardi mau membawa Lina ke mana, " Ardi kamu mau bawa aku ke mana?"
Teriakan Lina membuat para suster itu saling menatap satu sama lain," Lina kamu berat ternyata."
Kedua pipi Lina memerah, seakan malu dengan ucapan Ardi. Apalagi para suster itu saling menatap dan berbisik satu sama lain.
Lina berbisik," aku malu Ardi, cepat turunkan aku."
Ardi tersenyum, mencium kening Lina di depan banyak suster," Ardi, malu."
"Makanya kalau kamu malu, diam, biar aku bawa kamu ke dalam mobil."
Saat itu Lina mulai menutup mulutnya, tak berani berbicara lagi. Ia hanya bisa menuruti apa yang di katakan Ardi," Nah gitu diam."
Setelah sampai di dalam mobil, Ardi langsung membuka pintu mobil dan mendudukkan di dalam mobil." Kita mau ke mana?" tanya Lina.
"Nanti juga kamu tahu sendiri!" jawab Ardi.
Lina melipat dan kedua tangannya kesal dengan jawaban yang terlontar dari mulut Ardi." bisa tidak kamu ini bicara tidak bikin aku kesal."
Ardi malah mendekatkan wajahnya ke hadapan Lina dan berkata," berarti itu tandanya kamu tak mau kehilanganku."
Tentulah Lina merasa jijik dengan ucapan yang terlontar dari mulut Ardi, membuat telapak tanganya mendorong wajah Ardi.
"Cukup, jangan dekat dekat terus, kamu bau jigong. (Bau mulut)."
Ardi membulatkan kedua matanya, menghembuskan napasnya pada wajah Lina dengan sengaja. "Hah."
tentulah Lina sangat marah dengan perilaku Ardi kepada dirinya," Ardi."
Teriak Lina membuat Ardi tertawa terbahak-bahak, Ardi seakan puas apa yang ia lakukan terhadap Lina.
" Ih, kok kamu malah teriak begitu." ucap Lina. memukul-mukul bahu Ardi.
" malu ya," sindir Ardi.
Lina mendengus kesah, membalikkan wajahnya ke arah samping kiri dekat dengan kaca mobil, sedangkan Ardi terus merayu-rayu Lina.
saat itulah Ardi mulai menyalahkan mesin mobil, membawa Lina ke tempat yang ia ingin tuju.
*Kita mau ke mana?" tanya Lina.
Ardi mengabaikan ucapan Lina, Iya tetap fokus menjalankan mesin mobil.
__ADS_1
Sekilas Lina menatap ke arah Ardi yang tengah menjalankan mesin mobil, membuat Ardi tersenyum dan berkata.
"Aku tampan kan," ucap Ardi. Seketika membuat Lina memajukkan bibir atas bawahnya.
"Tampan, apaan. Kelas rendahan bawa gitu, wajahnya." ucap pelan Lina.
"Hem, kamu ngomong apa?" tanya Ardi. Membuat Lina gugup.
"Apa, aku enggak ngomong apa apa, kamu salah dengar kali!" jawab Lina berbohong.
"Sudahlah kamu akui, ketampanan calon suamimu ini," ucap Ardi menyombongkan diri.
Lina hanya menyenderkan badan dan menghebuskan napas pelan," sombongnya."
"Emang aku sombong, makanya kamu harus bangga dapatkan aku. Karna semua wanita pada mengantri hanya ingin mendapatkanku,* ucap Ardi begitu angkuh di depan Lina..
" Ya elah, segitu ajah sombong. Paling paling tuh cewek ngantri karna suka sama uangmu," balas Lina yang tak mau kalah di depan Ardi.
Ardi tertawa dengan balasan yang terlontar dari mulut Lina. Membuat Lina mendelik matanya dan berkata," idih. Malah ketawa.
"Memangnya kenapa kalau ketawa, enggak boleh ya? Tertawa itu tanda orang bahagia!" balas Ardi yang tak mau kalah berdebat dengan Lina.
Ardi menggelengkan kepalanya, seakan senang dengan Lina yang selalu marah-marah tak karuan.
"Sudahlah, aku sudah tahu. Kalau setiap cewek yang deket sama kamu itu hanya ingin duit mu aja. Paham." cetus Lina.
Lina menatap ke arah Ardi, saat Ardi menyebutnya kanjeng ratu." yeh memangnya aku nenek nenek."
"Ya elah, kanjeng ratu itu cewek cantik Lina. Bukan nenek nenek," balas Ardi.
" Kanjeng ratu itu yang ada di pilm lawak, dan pemerannya itu nenek nenek," ucap Lina bersikukuh dengan jawabanya.
Ardi menepuk jidat, begitu lucunya Lina saat marah dan tak mau kalah dengan perkataan yang terus di layangkan Ardi.
"Kamu lucu ya, Lina," ucap Ardi. Menatap sayu pada Lina.
"Lucu emang aku ondel ondel," balas Lina.
Ardi yang tengah mengendarai mobil, tiba tiba memberhentikan mobilnya secara mendadak, membuat kepala Lina terbentur.
" Aduh, bisa tidak kalau berhenti itu pelan pelan," cetus Lina pada Ardi.
" Sorry. Soalnya aku gereget," ucap Ardi.
"Apaan sih."
Tampa di sadari Lina, Ardi dengan sengajanya mencubit kedua pipi Lina hingga memerah.
__ADS_1
"Ahk, sakit Ardi."
Setelah mencubit pipi Lina Ardi kembali menyalakan mesin mobilnya.
"Ardi, kamu ini sudah enggak waras ya," Gerutu Lina.
Ardi tentu senang dengan amarah Lina, ia kini menahan rasa sakit karna pukulan beberapa kali yang di layangkan Lina.
"Ahk, sakit Lina."
"Biarin, ini balasan untuk seorang cowok yang jahil seperti kamu," ucap Lina terus melayangkan sebuah pukulan dan cubitan pada Ardi.
Bukan malah risih Ardi menikmati setiap memon bersama Lina dalam kejailan dan kemajaan Lina, ia senang bisa mendapatkan sosok seorang wanita yang terlihat lucu dan garang.
"Ardi, akan kubuat kamu babak belur ya," ucap Lina. Terus menerus memukul Ardi.
"Silahkan, kalau kamu ingin membuatku babak belur. Aku bisa saja membuatmu ...."
belum perkataan Ardi terlantar semuanya, Lina malah membulatkan kedua matanya, di depan Ardi." membuatmu apa."
Lina tak segan-segan menjambak rambut Ardi, membuat Ardi malah menikmati semua itu, dengan rasa sakit dan penuh rasa bahagia.
"Ardi, kamu ini ya."
Karna situasi yang semakin tak terkendali, Ardi dengan terpaksa memberhentikan mobilnya lagi, ia tak mau jika nanti mendapatkan hal yang tak terduga pada dirinya dan juga Lina.
"Kenapa berhenti lagi, Ardi?" tanya Lina.
Ardi mulai memegang kedua tangan Lina dan berkata," kamu mau bertengkar denganku."
"Apa maksud kamu?" tanya Lina.
Ardi mengedipkan kedua halisnya, mencekram erat kedua tangan Lina." kamu mau bermain main kan denganku kan?"
Lina menelan ludah merasa takut terhadap Ardi yang mendadak berubah, tidak seperti biasanya.
"Kamu kenapa Ardi?" tanya Lina.
Ardi tak henti terus menatap ke arah Lina, membuat perasaan Lina tak karuan, ia takut terjadi apa apa dengan Ardi. karna cekraman Ardi yang memegang tangan Lina begitu kuat.
"Ardi, sadar kamu?" tanya Lina sekali lagi, hawa panas mulai terasa di dalam mobil. Ardi seakan mematikan Ac di dalam mobil. Membuat Lina tampak resah.
"Ardi apa kamu kesurupan?* tanya Lina. Tetap saja Ardi menatap terus menerus ke arah Lina. Membuat Lina semakin ketakutan.
" Apa yang terjadi dengan Ardi, apa dia kesurupan atau jangan jangan di oleng karna pukulanku dari tadi." Gerutu hati Lina.
@@@@@
__ADS_1