Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 192 rekaman CCTV


__ADS_3

Semua orang kini berjalan ke ruangan CCTV untuk segera melihat rekaman yang akan diputarkan Pras. Di mana kejadian Alya tadi pagi.


Haikal hanya bisa berjalan di bantu oleh Ardi, karna ia tak tega dengan Haikal yang terus di pukuli Pras hingga tubuh Haikal begitu terlihat lemas.


"Haikal, aku merasa bersalah dengan kejadian semua ini." Gumam hati Ardi.


Lina yang berjalan di sisi kiri dekat dengan Alya kini berucap pelan terhadap wanita itu, "aku melihat kamu seperti tegang begitu dan juga wajahmu terlihat gelisah, apa kamu takut bahwa kebohongan yang kamu ucapakan akan terbongkar segera?"


"Jaga ucapanmu itu, Lina, aku tidak berbohong. Aku sudah berkata Sejujurnya."


" Sudahlah, aku tahu wanita seperti kamu pandai berbohong dan juga licik."


Alya kini tak membalas perkataan Lina yang terus menyudutkannya hingga membuat hatinya tak tenang. Bagaimana bisa Alya kini lari dari kenyataan bahwa dirinya memang berbohong. Alya menyesali apa yang ia katakan dalam kebohongan, padahal sebelum Pras memanggil Haikal dan juga kedua pelayan itu, Pras sempat berkata bahwa ia ingin mengetahui bahwa Alya akan berkata kebohongan atau kejujuran.


Alya menatap punggung calon suaminya itu, dia berharap jika calon suaminya itu akan menolong dirinya dalam kebohongan, menyelamatkannya dalam cacian Makian Ardi dan juga Lina, ia tak mau harga dirinya sebagai seorang wanita diinjak kembali. Karna dirinya yang sudah berusaha memfitnah Haikal.


Apalagi ia suduh melihat dan mendengar ucapan Ardi. Yang ternyata Ardi tidak menolongnya sama sekali. Harapan untuk mengambil hati Ardi kembali itu adalah harapan kosong, Alya malah sakit hati dengan ucapan yang terlontar dari mulut Ardi karena ia membela Haikal.


Tak terasa tetesan air mata kini jatuh mengenai pipi Alya perlahan Alya mulai berusaha mengusap kasar air mata yang perlahan terus keluar dari kedua matanya, ia tak mau orang lain melihat kesedihan yang ia rasakan bahwa dirinya begitu sakit hati dengan Cinta Pertamanya yang tak membela dirinya, walaupun Alya yang berbohong dan sempat memfitnah Haikal.


Lina berusaha tetap tegar dengan apa yang akan terjadi jika rekaman Cctv itu diperlihatkan, ia yakin sekali jika Haikal tidak bersalah, Haikal tidak mungkin melakukan sesuatu. Di luar batas kepada seorang wanita yang bukan miliknya.


Ardi yang masih menolong Haikal berjalan melihat punggung Alya, ia tahu bahwa Alya tengah menangis.


" Aku sudah tahu dari awal, Alya pasti ini rencanamu. kamu ingin terbebas dari Pras dan ingin bersamaku kembali, tapi itu tidak mungkin Alya. Karena aku sudah mempunyai seorang wanita yang tidak akan meninggalkanku begitu saja, di saat aku benar-benar mencintai wanita itu." Gumam hati Ardi.

__ADS_1


Rumah Pras begitu besar, Ardi baru saja menginjak kakinya pada rumah besar yang terhubung dengan cafe milik pras. Ia tidak menyangka jika Omnya itu membangun sebuah rumah yang begitu besar apalagi begitu banyak ruangan yang entah Ardi tak tahu ruangan apa yang terus terlewat, terlihat begitu mengerikan


Dari dulu Ardi tahu jika Omnya itu adalah lelaki yang jarang sekali mengobrol dan juga bercerita, Pras terkenal sebagai seorang lelaki yang dingin dan jarang akrab dengan orang lain kecuali dengan orang yang benar-benar dia percaya.


"Ardi apa kamu percaya padaku?" tanya Haikal.


" Kamu tenang aja Haikal, aku tetap percaya kepadamu bahwa kamu tidak mungkin melakukan sesuatu hal yang tak pantas kepada Alya."


"Terima kasih, sahabat."


Mereka kini telah sampai di ruang CCTV yang akan ditunjukkan oleh Pras.


Tidak menunggu waktu lama, Pras menyuruh satpam yang menjaga rekaman CCTV itu memutar rekaman di jam pagi di kamar Alya, para satpam itu kini mulai mencari rekaman CCTV yang berada di kamar Alya tadi pagi.


Alya membulatkan kedua matanya menahan rasa takut, jika kebohongannya akan terbongkar. Namun tiba-tiba saja satu tangan menggenggam tangan Alya saat itu, tangan yang terasa begitu hangat membuat Alya langsung menatap. Siapa orang yang sudah memegang tangannya.


Pras tersenyum kecil seakan menandakan bahwa ketakutan yang dirasakan Alya akan segera hilang walau sebenarnya Alya tak yakin.


Semua orang di sana tak sabar ingin melihat rekaman CCTV, apalagi Lina Ia ingin melihat semua kejadian yang menimpa Alya dan juga Haikal, sebenarnya siapa yang bersalah di antara mereka sampai akhirnya begitu ngotot memfitnah Haikal.


Satpam yang berjaga di ruangan itu kini berucap kepada Prans," maaf tuan rekaman di kamar mbak Alya tidak ada."


Pras kini melihat ke arah rekaman CCTV itu," maksud kalian tidak ada?"


Kedua satpam itu mejawab," rekaman CCTV kejadian tadi pagi yang di mana seseorang masuk ke kamar nona Alya kami tidak menemukan rekaman itu."

__ADS_1


"Kalian tahu kejadian tadi pagi?"


"Ya kami tahu, tentang rekaman itu. Karna ada orang yang menyuruh kami menghapus rekaman itu."


"Siapa yang sudah sengaja menyuruh kalian menghapus rekaman CCTV di kamar Alya?"


Kedua pelayan itu saling menatap satu sama lainnya mereka memperlihatkan wajah gelisah dan juga rasa ketakutan saat melihat Haikal.


Sedangkan Haikal mengerutkan dahinya merasa heran dengan tatapan kedua satpam itu yang di mana satpam itu melihat dengan tatapan rasa takut kepada dirinya..


Pras kiini mulai bertanya kepada satpam dengan begitu tegas," aku tanyakan lagi kepada kalian. Siapa yang sudah berani masuk ke dalam ruangan ini dan siapa yang sudah menyuruh kalian menghapus rekaman CCTV di kamar Nona Alya?"


"Maaf tuan, kami tidak berani mengatakan semuanya. Karena orang itu sudah mengancam kami agar tidak mengatakan."


Pras kini memukul meja, membuat kedua satpam itu tertohok kaget," cepat katakan Siapa yang sudah berani mengancam kalian dan menyuruh kalian menghapus rekaman CCTV itu cepat jawab."


Kedua pelayan itu kini menuju ke arah Haikal tentulah membuat Haikal kaget dan berkata," Kenapa kalian menuju ke arahku?"


"Maafkan kami Haikal, kami terpaksa mengatakan semuanya kepada tuan kami bahwa kamu yang sudah menghapus rekaman CCTV di kamar Nona Alya. Walau pun acaman kamu menakutkan bagi kami."


Ardi kini menegaskan kedua satpam itu dengan berkata," jangan asal bicara kalian, jelas Haikal dari tadi bersama kami. Sejak kapan Haikal datang ke ruangan ini mengancam kalian untuk menghapus rekaman CCTV di kamar Alya."


"Kami tidak berbohong, kami sudah berkata jujur, bahwa memang yang menghapus rekaman itu adalah Haikal." Timpal kedua satpam itu


Haikal berusaha berjalan dengan tubuh yang begitu lemas, mendekat ke arah kedua satpam itu dengan memegang kerah baju mereka," jangan sampai kalian memfitnahku, sudah jelas pelayan di sini semua memfitnahku. Aku ini baru datang ke sini sedangkan kejadian itu menyudutkan semua kepadaku."

__ADS_1


Alya tak menyangka dengan apa yang ia lihat, kini ia terbebas dari kebohongan yang sudah ia katakan.


__ADS_2