
Sisil kesal Ardi tak mau membayarkan bajunya, ia hanya diam menahan rasa kesal.
"Sia-sia aku mengikuti wanita tua ini, kalau ujungnya jadi buntung enggak dapat apa apa." Gerutu hati Sisil.
Sisil kini hanya sendiri, ia berjalan pergi dari mall itu dengan rasa malu.
"Hah, aku kesal dengan lelaki bernama Ardi itu. Bagaimana aku bisa bertahan dengan ibunya kalau ternyata ibunya sekarang menjadi kere."
Sisil berjalan dengan rasa kesal, ia tiba tiba melihat ayahanda Ardi menaiki mobil. membuat dirinya langsung menghampiri lelaki tua itu, tah apa yang ada pada hatinya. Ia sekarang tak peduli dengan ibunda Ardi dan juga anaknya.
"Pak."
lelaki tua yang akan membuka pintu mobil kini membalikkan badan ke arah Sisil.
"Sisil, kamu?"
Sisil menampilkan sebuah senyuman ramah kepada lelaki tua itu, membuat lelaki tua itu mengerutkan dahi dan bertanya?" Ada apa kamu menghampiriku?"
Sisil sebenarnya enggan untuk mendekati Ayahanda Ardi, akan tetapi dirinya sangat membutuhkan dompet tebal lelaki tua itu. Iya tak mau terus-menerus mengejar anaknya yang tak menyukai dirinya apalagi terus bersama ibunda Ardi yang sudah tidak memiliki uang sama sekali.
"Emh, aku tahu apa kamu berubah pikiran?" tanya Ayah Ardi.
Sisil langsung menganggukkan kepala di depan lelaki tua itu dan menjawab!" ya. Saya berubah pikiran, pak."
"Mm, sudah saya duga. Pasti kamu berubah pikiran, jadi sekarang kamu mau menerima bapak sebagai pacarmu?"
Sisil menelan ludah, ia berusaha yakin akan keputusannya sendiri. karena desakan ekonomi yang membuat dirinya tak mau kekurangan, maka dari itu Ia memutuskan untuk mendekati ayah Ardi.
"Baik, saya akan menerima bapak jadi pacar saya!"
jawaban yang sangat fantastik untuk lelaki tua yang menjadi ayah dari Ardi, dirinya seakan merasa hebat karena sudah bisa memikat semua gadis-gadis dan juga wanita-wanita seksi.
apalagi Gadis itu ialah Sisil, wanita yang dicalonkan oleh istrinya untuk anaknya.
"Kamu akan beruntung sudah mau saya pacari."
Sisil hanya tertawa, saat lelaki tua itu berkata keberuntungan ada pada dirinya.
__ADS_1
saat itulah lelaki tua itu langsung mengajak Sisil untuk jalan-jalan dengan mobil mewahnya, dengan senangnya SiSil langsung menaiki mobil itu.
hanya saja Sisil mendengus kesal menceritakan apa yang sudah terjadi pada dirinya waktu di mall, Ayahanda Ardi merasa Tak Tega mendengar keluh kesah Sisil yang ternyata Sisil itu dihina mati-matian oleh anaknya sendiri.
"Kamu jangan bersedih, saya akan memberikan apa yang kamu inginkan."
bahagia yang dirasakan Sisil, karena ternyata Ayahanda Ardi lebih baik daripada anaknya. setiap keinginan yang Sisil mau lelaki tua itu akan menuruti keinginannya dan juga permintaannya.
"Jadi kalau aku meminta barang, bapak akan membelikannya?" tanya Sisil.
Lelaki tua itu mengelus rambut panjang Sisil dan menjawab," ya."
Sisil tersenyum lebar dan memeluk badan lelaki tua itu di dalam mobil, Iya senang kegirangan karena keinginannya akan terpenuhi saat itu juga. tak peduli jika dirinya berpacaran dengan lelaki tua yang berbeda jauh dengan umurnya. yang terpenting dirinya bahagia akan segi keuangan.
"Sekarang kamu mau apa?" tanya lelaki tua itu kepada Sisil menawarkan sesuatu keinginan yang akan ia penuhi untuk gadis itu.
"Aku ingin beli baju pak!" jawab Sisil.
lelaki tua itu sedikit tak senang jika Sisi yang memanggilnya dengan sebutan bapak, membuat ia sedikit terdiam. saat itulah Sisi mulai bertanya?" bapak kenapa kok cemberut."
"Sisil, saya tak suka jika kamu memanggil saya dengan sebutan kata bapak," ucap Ayah handa Ardi.
lelaki tua itu tersenyum lebar, saat Sisil menggodanya. Hati seakan berbunga bunga. Membuat ia dengan beraninya mencium pipi Sisil.
Namun Sisil tak mempermasalahkan ciuman itu, Iya hanya bisa pasrah karena dirinya yang akan bergantung dengan lelaki tua itu.
"Sekarang kita jalan jalan ke mall ya."
"Oke."
Sisil mulai tersenyum senang, dengan ajakan lelaki tua yang sudah sah menjadi pacarnya.
Ia gembira sekali karna dirinya kini tak usah mengemis dan membuat drama hanya untuk mendapatkan suatu keinginannya, yang jarang sekali ia dapatkan akhir-akhir ini.
setelah sampai di mall, sisir turun dan digandeng oleh ayah handa Ardi.
"Sekarang kamu pilih, baju mana yang kamu suka." Ucap Ayah Ardi pada Sisil.
__ADS_1
"Tentu sayang," balas Sisil. bersiap-siap memilih baju yang ia suka.
para pelayan yang biasa menunggu di mall itu sangat terkejut dengan Sisil yang balik lagi dengan digandeng oleh lelaki tua.
"Heh lu liat enggak cewek yang di hina matre sama lelaki yang membelikan ibunya baju balik lagi sama om om."
para pelayan itu membicarakan Sisil yang tengah asyik berbelanja, mereka seakan jijik melihat Sisil yang datang dengan lelaki tua yang jauh dari umurnya sendiri.
"Oh iya ya, berarti benar. Dia itu matre, buktinya dia jalan ke sini lagi membawa om om."
saat itulah Sisil mulai mendengar percakapan para pelayan di mall itu, dia tersenyum kecil ingin sekali membalaskan apa yang sudah dikatakan para pelayan itu.
Sisil mencari cara agar bisa membuat para pelayan itu menyesal, karena sudah membicarakannya dari belakang.
"Awas saja, aku akan beri mereka perhitungan."
Sisil mencoba mencari cara agar bisa mengerjai para pelayan yang sudah berani membicarakannya dari belakang. saat itulah Sisil mulai mendekati lelaki tua yang menjadi pacar, membisikkan sesuatu pada telinga lelaki tua itu.
setelah mendengar bisikan yang terlontar dari Mulut Sisil. lelaki tua itu dengan Sigap langsung melaksanakan perintah yang Sisil bisikan pada telinganya.
Sisil hanya tersenyum menatap ke arah para pelayan itu," sebentar lagi kalian akan keluar dari mall ini, kalian akan menangis karena sudah kehilangan pekerjaan." gumam hati Sisil.
kedua pelayan yang membicarakan Sisil, tiba-tiba saja mereka kaget. atasan mereka datang menyuruh mereka untuk datang ke kantor.
hati mereka seakan tak karuan saat atasan mereka datang untuk menyuruh mereka mengikuti atasannya masuk ke dalam kantor.
" mampus kalian." ucap Sisil melihat kepergian kedua pelayan yang sudah membicarakan dirinya.
kedua pelayan itu keluar dengan wajah yang muram, mereka seakan tak menyangka jika mereka benar-benar dipecat. mereka tak tahu apa kesalahan mereka sampai atasan mereka berani memecat mereka mengeluarkan mereka secara tidak hormat.
Sisil yang melihat mereka berdua pergi keluar mall. mencoba memanggil mereka berdua.
"Hey, tunggu."
mereka Langsung menghentikan langkah mereka saat seseorang memanggil.
Sisil semakin mendekati mereka berdua dan berkata," bagaimana rasanya di pecat langsung sama atasan. Enakkan?"
__ADS_1
Pertanyaan Sisil membuat mereka berdua kaget.