
"Apa maksud dari perkataan kalian?" Tanya Alya. Masih dalam gengaman tangan kedua pelayan itu.
Mereka berdua malah tertawa terbahak bahak, di depan Alya. membuat Alya tentulah bertanya-tanya kepada dirinya." Kenapa mereka marah mentertawakanku?"
kedua para pelayan itu mulai menggoda Alya, muncul dagunya dan juga mencubit pipi cubbynya.
" Jangan kurang ajar kalian," tegas Alya di depan kedua pelayan itu.
" kamu jangan takut nona cantik, setelah ini kamu juga akan jadi mangsa kami berdua," ucap para pelayan itu tersenyum sinis di hadapan Alya.
" Kurang ajar," balas Alya.
pintu kini dibuka, datanglah Pras, membuat Alya langsung berlari untuk segera kabur dari kamar itu. akan tetapi Pras malah menahan Alya dengan tangannya.
"Mau ke mana kamu, Alya. Aku kan sudah bilang temani aku dulu semalam ini saja." ucap Pras. Membuat Alya dengan spontan menyingkirkan tangan Pras.
"Jangan berani kamu, Pras. Aku akan laporkan semuanya pada Ardi," ancam Alya.
Membuat Pras, menarik paksa tubuh Alya, akan tetapi Alya berusaha meronta-ronta, dengan sekuat tenaga Alya memukul-mukul dada bidang Pras.
"Lepaskan aku." Teriak Alya.
Pras, Memberikan suatu kode mata terhadap para pelayannya untuk segera pergi dari kamar, para pelayan itu langsung bergegas pergi dari kamar sang tuan. mereka menutup dan mengunci pintu kamar itu.
"Lepaskan aku, aku tidak mau bersamamu di kamar ini." Tegas Alya.
Pras dengan sekuat tenaga kini membopong tubuh Alya, ya melemparkan tubuh Alya ke kasur. membuat Alya berusaha untuk segera kabur dari ranjang tempat tidur.
"Jangan macam macam kamu, Pras."
Alya menggenggam sprai kasur, ia berusaha menghindar dari tatapan Pras.
" Sudahlah Alya kamu tak usah takut, kamu tinggal Nikmati saja malam ini." ucap Pras.
"Aku tidak sudi, Pras. Sebaiknya kamu pergi," teriak Alya.
__ADS_1
Pras, Malah semakin menjadi-jadi melihat dan juga mendengarkan teriakan dan ketakutan Alya yang di mana dirinya terus mendekat semakin dekat ke arah Alya.
"Aku katakan menyingkir dari sini," tegas Alya.
tetap saja Pras, tak memperdulikan ucapan Alya. Ia kini menarik rambut Alya.
"Kamu siap kan."
.Air mata Alya mengalir, ia tak mau di nodai oleh lelaki yang tidak ia cintai.
"Kumohon, Jangan lakukan semua ini Pras, aku tidak mau kesucianku kamu hancurkan begitu saja," ucap Alia memohon-mohon di hadapan Pras.
" semua sudah terlambat Alya, semenjak kamu mengatakan bahwa kamu mencintai Ardi, saat inilah waktu yang tepat aku merenggut kesucianmu agar tidak ada lelaki lain yang bisa mendekatimu selain aku," balas Pras.
" kamu begitu kejam Pras, aku tidak mau," teriak Alya.
Pras tidak mengasihani Alya, yang melakukan aksinya dengan begitu kejam. tak mempedulikan tangisan Alya yang ia dengar begitu memilukan. seakan menikmati semua apa yang ia rasakan dari Alya.
"Kamu kejam, Pras."
Pras menutup kedua matanya, tak ingin melihat air mata keluar dari kedua mata Alya.
dengan cara ini, Pras yakin bahwa Alya tidak akan bisa dimiliki oleh lelaki lain, apalagi dengan Ardi lelaki yang Alya sangat cintai
terlihat bercak darah dari sprei yang baru saja terpakai, Alya hanya bisa memandang pilu dirinya sendiri di atas cermin yang tak jauh di hadapannya.
sedangkan Pras seakan tak menyesali apa yang sudah ia perbuat, kepada orang yang sangat ia cintai.
"Pras, kamu kejam." Teriak Alya dengan di baluti selimut yang menutup seluruh tubuhnya.
Pras malah dengan santainya memakai kain yang berserakan pada badanya, tersenyum sinis di hadapan Alya.
air mata terus mengalir dari kedua mata Alya, semua ini seakan musibah yang benar-benar tidak bisa dilupakan Alya dalam hidupnya. Iya menyesal telah datang ke hadapan Pras dengan bercerita kesedihannya karena mendengar Ardi yang akan menikah dengan wanita lain.
Alya tak menyangka jika dirinya menjadi korban kejahatan Pras, yang di mana ia tak menyangka jika sahabatnya itu begitu kejam dan berubah drastis setelah Alya menceritakan isi hatinya, yang di mana ia sangat mencintai Ardi dan tak ingin melihat Ardi menikah dengan wanita pilihan Ardi.
__ADS_1
"Sudahlah, tak usah kamu sesali semua ini. kamu tak usah kuatir Alya, aku pasti akan bertanggung jawab," ucap Pras sembari mengancingkan bajunya.
" aku tidak Sudi menikah dengan orang seperti kamu, Pras. kamu kejam, kamu tega. sudah membuat kehidupanku hancur saat ini," balas Alya dalam rasa sesal.
Pras yang sudah rapi memakai baju, ini berjalan mendekati Alya yang masih saja duduk sembari dikelilingi selimut yang menutup badanya..
Pras malah sengaja menarik selimut yang menutupi badan Alya saat itu, membuat Alya menjerit ketakutan," hentikan, Jangan lakukan ini lagi, aku malu."
Pras malah tertawa melihat Alya yang menangis ketakutan saat selimut yang menutup tubuhnya ditarik paksa oleh Pras.
"Hentikan, Pras."
Saat itulah Pras mulai menghentikan aksinya, karena melihat Alya yang terus saja menangis ketakutan, terlihat sekali raut wajah Alya yang trauma dengan kelakuan Pras.
"Sudah, cepat hapus air matamu itu, Aku tidak suka melihat wanita menangis di hadapanku. sebaiknya kamu cepat mandi, aku akan menyiapkan hidangan spesial di cafe ku untuk kamu."
Pras melemparkan handuk yang baru saja ia pakai, ke wajah Alya. saat itulah Alya mulai meraih handuk yang dilemparkan Pras dengan sengaja.
"Cepat mandi, aku tunggu kamu di luar 10 menit lagi."
Pras kini keluar dari kamar tidur, untuk segera bergegas pergi ke luar.
Saat itu pras, melihat kedua pelayannya tengah menunggu di depan pintu kamar. seakan menunggu sesuatu yang akan membuat mereka puas.
"Kenapa kalian masih ada di sini?" tanya Pras, kedua pelayan itu menelan ludah, tersenyum berharap mendapatkan jatah.
"Kami sedang menunggu giliran tuan!" jawaban kedua pelayan itu. Membuat Pras marah besar.
Pras kini melayangkan beberapa pukulan, ke arah wajah kedua pelayan itu dengan sangat keras.
kedua pelayan itu langsung tersungkur jatuh ke atas lantai setelah menerima pukulan yang bertubi-tubi dari tangan Pras. ia tak menerima dengan perkataan yang terlontar dari mulut kedua pelayannya.
" ingat perkataanku, dia berbeda dengan wanita lain yang bisa aku bagi dengan kalian, jadi jangan harap kalian bisa menikmati wanita yang tidak aku izinkan kalian sentuh sedikitpun, jika kalian berbuat macam macam kepada wanitaku. Jangan harap hidup kalian akan senang dalam genggamanku."
Ancaman yang di layangkan Pras membuat kedua pelayan itu tentulah ketakutan, dengan memegang pipi, mereka pergi dari hadapan sang tuan.
__ADS_1
"Dasar pelayan tidak tahu diri." Hardik Pras, menatap ke arah kedua pelayan. Yang berlari.