
Haikal yang tengah berjalan, mencurigai sebuah mobil yang terparkir di taman.
ia mulai mendekat ke arah mobil itu.
Ardi mulai menyalakan mesin mobilnya, untuk segera menghindari Haikal yang berjalan menuju ke arah mobilnya.
"Kak Haikal, cepat ke sini. Lina ada di dalam mobil." Gumam hati Lina.
Namun ternyata Ardi langsung menjalankan mobilnya dengan begitu cepat, membuat Haikal tak bisa mengejar mobil itu.
"Apa Lina ada di dalam mobil itu?"
pertanyaan kini mulai melingkari isi kepala Haikal. membuat Haikal cemas terhadap adiknya. Haikal mulai merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel.
Haikal mencari nomor Ardi Yang tertera pada ponselnya, saat itu juga ia mulai menghubungi Ardi.
"Ayolah angkat Ardi." Gumam hati Haikal.
Ardi yang begitu fokus mengendarai mobil dengan membawa Lina, dikagetkan dengan ponselnya yang berdering. Iya langsung mencari ponselnya di dalam tas yang sengaja ia bawa. saat melihat layar ponsel, ternyata yang menelepon itu adalah Haikal.
"Haikal, menelepon," ucap Ardi tersenyum.
Ardi mulai mengangkat panggilan dari Haikal.
"Halo, Haikal."
dengan cepat Haikal langsung menjawab ucapan Ardi," Ardi kamu di mana, aku butuh bantuanmu. Lina di culik."
ucapan Haikal membuat Ardi tertawa dalam hati, sebenarnya Lina bukan diculik. melainkan dibawa oleh dirinya.
saat itu juga dimulai berpura-pura tidak mengetahui apa-apa," masa ia. Bukanya Lina selalu ada di rumah."
" Kebetulan sekali tadi pagi Lina pergi dari rumah, entah dia mau kemana terlihat sekali Lina terburu-buru tanpa mengatakan satu patah katapun terhadapku dan juga Dinda," ucap Haikal.
Ardi Yang tengah mengangkat telepon Haikal, melirik ke arah belakang yang di mana Lina Tengah berusaha melepaskan diri dari ikatan tali.
"Haikal, Haikal. Dia tidak tahu kalau Lina itu di bawa olehku." Gumam hati Lina.
"Halo, Ardi apa kamu dengar perkataanku?" tanya Haikal.
__ADS_1
"Iya, aku dengar. Jadi apa sekarang rencanamu!" jawab Ardi. Berpura pura syok dengan berita tentang Lina.
"Aku ingin bertemu denganmu sekarang. Biar kita bahas saat kita bertemu," ucap Haikal pada Ardi.
"Baiklah kalau begitu," balas Ardi. Mematikan ponselnya, saat itu Ardi mulai menghentikan mobilnya.
"Apa kamu dengar, tadi Haikal menelepon," ucap Ardi pada Lina.
tangan Ardi kini mulai melepaskan perekat yang menempel pada bibir Lina, membuat Lina mencabik bibir kesal Seraya berkata," Apa tujuan kamu mengikat aku seperti ini Ardi."
"Aku tidak ada tujuan apa apa, aku hanya ingin bermain main dengan mu. Lina," ucap Ardi muncuil dagu Lina. membuat Lina semakin kesal dan benci terhadap Ardi.
"Oh ya, sekarang aku harus bawa kamu ke mana ya. supaya Haikal tidak curiga kalau aku yang sudah menculikmu," ucap Ardi.
" Awas aja kalau nanti aku bebas dari tanganmu, aku akan memberitahu semuanya kalau kamu yang sudah menculikku," balas Lina.
" terserah kamu kalau memang Haikal percaya pada kamu," ucap Ardi.
" tentu saja Haikal akan percaya padaku, karena di sini aku yang menjadi korban karena kejahatanmu," balas Lina.
" Apa kamu yakin dengan perkataanmu itu Lina, Sebenarnya aku tak yakin, karna Haikal bukan tipe orang yang selalu menyalahkan sahabat," ucap Ardi.
" Jangan terlalu sombong kamu Ardi, bisa saja Haikal mempercayai saat aku tengah kesulitan seperti ini," balas Lina.
"Kenapa, memangnya aku tak boleh mengharap belas kasih dari kakakku sendiri," balas Lina.
"Kakak, kamu anggap Haikal itu kakakmu ya, bukanya kamu menyukainya," ucap Ardi.
"Sudahlah jangan bahas itu lagi," Cetus Lina.
Ardi merasa heran dengan tingkah Lina yang berbeda, saat dirinya membahas jika Lina mencintai Haikal.
"Kenapa dengan Lina, apa ada sesuatu yang terjadi padanya, sampai dia marah seperti itu," gumam Ardi.
. Ardi mengusap kasar wajahnya, Iya kembali menyalakan mesin mobilnya. untuk segera membawa Lina ke sebuah vila. yang di mana villa itu adalah miliknya sendiri. entah apa tujuan Ardi saat itu sampai ia nekat menculik Lina dan menyembunyikan Lina di vila.
sedangkan dengan Haikal, yang kini berjalan mencari sebuah kendaraan untuk mengantarkannya ke tempat tujuan yang di mana ia akan bertemu dengan Ardi.
Terik matahari semakin menyengat, membuat hawa panas terus menyentuh badan Haikal, keringat tak henti berhamburan, membuat baju kerja Haikal begitu terlihat basah.
__ADS_1
setengah jam Haikal menunggu di samping jalan, tak ada 1 kendaraan pun yang berhenti. membuat Haikal tak tahan dengan hawa panas yang terus menyengat pada tubuhnya.
beberapa kali Haikal melayangkan sebuah untuk mengipasi tubuhnya, agar hawa panas tak terlalu terasa.
"Pada ke mana kendaraan, kenapa hari ini susah sekali."
Haikal terpaksa meminta izin cuti ke tempat pekerjaannya, hanya untuk menyelamatkan Lina yang sudah diculik oleh orang lain. Iya takut jika Dinda mendengar kabar Ini Dinda akan sedih dan sok.
Haikal takut jika Dinda mengalami syok kandungannya akan melemah, maka dari itu Haikal tak mau membuat istrinya sedih. dengan terpaksa ia tidak pulang ke rumah.
"Aku harus segera bertemu dengan Ardi."
sampai dimana salah satu kendaraan berhenti di dekat Haikal, membuat senyuman lebar terpancar pada bibir Haikal.
"Akhirnya ada kendaraan yang berhenti."
dengan Sigap Haikal langsung menaiki kendaraan itu, untuk segera bertemu dengan Ardi. membahas tentang Lina.
sedangkan dengan Ardi yang sudah sampai di vila, saat itu juga Ardi mulai membuka pintu mobil dia menarik paksa Lina untuk ikut bersamanya masuk ke dalam Vina.
"Ayo, cepat ikut."
Lina berusaha menghindari Ardi, namun tenaga Ardi begitu kuat. membuat Lina dengan terpaksa di bawa masuk ke dalam vila.
"Lepaskan aku."
Untung saja Villa yang ditempati Ardi sangatlah sepi, membuat ia tak perlu kuatir jika Lina terus menjerit-jerit meminta pertolongan kepada orang lain.
" percuma kamu berteriak, tidak akan ada satu orang pun yang mau menolong kamu saat ini juga."
Ardi yang tak punya banyak waktu langsung membopong Lina masuk ke dalam villa, Ia memasukkan Lina ke dalam kamar tidur.
saat itu juga Ardi mulai Mengunci pintu kamar. membuat Lina menangis berteriak ketakutan.
"Ardi lepaskan aku."
Ardi mengabaikan teriakan dan juga tangisan Lina yang terus meringis meminta pertolongan, ya kini kembali kedalam mobil untuk segera menemui Haikal.
namun saat menemui Haikal, ia tak lupa mengganti mobilnya. Dengan mobil yang biasa di bawa ke kantor.
__ADS_1
"Waktunya menemui Haikal."
Haikal sudah sampai di tempat tujuan, sedangkan dengan Ardi dia belum juga sampai. membuat Haikal harus menunggu lagi kedatangan Ardi," Ardi. Ke mana dia. Kenapa dia lama datang, padahal dia kan bawa mobil sendiri." Ucap Haikal.