Wanita Yang Tercampakan

Wanita Yang Tercampakan
Bab 148


__ADS_3

Alya masih dengan selimutnya yang melingkari tubuh, seakan enggan untuk berjalan menuju kamar mandi. badannya terasa lemas karena hantaman yang bertubi-tubi yang dilayangkan oleh Pras. bau tubuh dan keringat tercampur menjadi satu.


air mata mulai mengering, Alya seakan tak sanggup melanjutkan hidupnya, ia merasa jijik dengan tubuhnya sendiri. " Pras. Kamu sudah membuat hidupku hancur."


Alya terus saja menangis, menyalahkan Pras dengan memukul-mukul tubuhnya. Hatinya sudah rapuh,


"Bagaimana ini, kenapa semua bisa terjadi padaku."


Jam di dinding sudah menunjukkan satu malam, di mana Iya sudah tak nyaman dengan tubuhnya yang begitu lengket. dari tubuhnya itu tercium bau keringat dingin.


Alya kini memaksakan diri untuk turun dari ranjang tempat tidur, perlahan berjalan untuk segera sampai di kamar mandi. selimut yang begitu tebal yang tadinya melingkari tubuhnya, kini ia lepaskan sengaja, rasa sakit masih terasa, membuat Alya harus berjalan perlahan.


wajahnya memperlihatkan rasa kesakitan, kakinya bergetar. Iya paksakan untuk berjalan, karena tubuhnya yang terasa lengket tubuh akibat keringat dingin yang terus saja keluar.


Padahal di ruangan itu terdapat AC yang menyejukkan tubuh, akan tetapi tubuh Alya seakan tak menerima angin sejuk yang keluar dari AC, tubuhnya masih terasa panas dan terus saja mengeluarkan keringat.


setelah sampai di depan pintu kamar mandi, perlahan tangan Alya mulai meraih gagang pintu untuk segera membuka pintu kamar mandi. tercium bau badan Pras di kamar mandi itu, membuat Alya ingin sekali mengeluarkan seluruh isi perutnya. ya kesal dengan bau yang sudah menempel pada tubuhnya, Ditambah lagi dengan bau badan yang masih tercium di kamar mandi Pras.


dengan memaksakan diri Alya mulai melanjutkan langkah kakinya, ya sudah tak sanggup berdiam diri di ranjang tempat tidur dengan badan yang begitu terasa lengket.


perlahan Alya mulai membuka software di kamar mandi itu, air mengalir. kini ia arahkan pada rambutnya yang sudah lengket karena keringat.


terasa sejuk pada tubuh Alya, air itu mampu menenangkan pikiran Alya sesaat, membuat Alya merasa sedikit tenang.


"Sejuk."


ucap Alya pelan, sembari merasakan dinginnya air yang terus mengalir dari ujung rambut hingga ujung kaki.


saat ia mulai rileks dari apa yang sudah terjadi pada dirinya, Saat itu pula bayangan Pras tiba-tiba muncul dari kepalanya, membuat ia melemparkan software itu ke atas lantai kamar mandi.


Alya membiarkan air itu terus mengalir begitu saja, tak peduli berapa banyak air yang keluar dari alat yang sudah membasahi rambut dan tubuhnya.


Kini Alya mulai duduk di atas lantai, Menangis kembali sembari menutup kedua telinganya dengan tangan.

__ADS_1


"Ahkk ...."


Alya berteriak sekeras, Iya berusaha melupakan bayangan-bayangan tentang Pras, yang sudah membuat hidupnya hancur.


"Ahkkk ...."


kini hanya air yang mengalir, yang mampu membuat Alya tenang dan meluapkan kekesalanya.


@@@@@


sedangkan di meja makan, Pras menunggu kedatangan Alya yang masih berada di dalam kamar. dirinya sengaja membuatkan makanan di tengah jam malam, karena ia tahu sehabis bertempur Alya pasti akan kelaparan.


maka dari itu, Pras membuatkan makanan spesial untuk wanita yang ia sangat cinta, Iya tak mau jika wanitanya sakit begitu saja. karena semalaman membuat dirinya bahagia.


walau semua dalam keterpaksaan, akan tetapi Pras sangatlah puas dengan apa yang ia lakukan terhadap Alya. dirinya tak peduli jika Alya terus saja menangis, karena dirinya yang sudah ternodai oleh Pras.


Bagi Pras, semua bisa ya kendalikan, Pras akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah ia lakukan terhadap Alya.


"Kenapa wanitaku belum datang juga."


berjalan dengan langkah yang sangat cepat, pada akhirnya Pras sudah sampai di pintu kamar yang di tempati Alya.


tangannya kini mengetuk pintu kamar itu, akan tetapi tidak ada jawaban sama sekali. pada saat itulah Pras mulai membuka pintu kamarnya. ia sangatlah kuatir dengan keadaan Alya yang tak kunjung ke luar dari kamarnya.


kedua mata Pras tak melihat Alya sama sekali di dalam kamar. dia hanya melihat selimut yang tergeletak di atas lantai.


dengan perlahan Pras berjalan, hingga ia berhenti di pintu kamar mandi. dengan pelan tangannya kini mengetuk pintu kamar mandi dan berteriak memanggil nama Alya.


"Alya."


tidak ada sahutan sama sekali, Pras benar-benar khawatir dengan keadaan Alya.


Tok .... tok ....

__ADS_1


"Alya."


beberapa kali Pras melayangkan sebuah teriakan kepada Alya, tetap saja Alya tidak menjawab teriakan dan juga panggilannya saat itu.


dengan terpaksa Pras berusaha mendobrak pintu kamar mandi. hingga saat itulah Alya membuka pintu kamar mandi, ia terlihat basah kuyup, dengan tubuhnya yang masih dilingkari oleh handuk.


Pras memegang kedua bahu Alya dan bertanya kepada wanita itu," Alya. Kenapa kamu begitu lama di kamar mandi? ini kan sudah malam. Harusnya kamu cepat-cepat mandi dan segera datang ke meja makan untuk segera mengisi perutmu yang mungkin sudah terasa keroncongan itu."


Alya tetap saja diam, tak menjawab perkataan yang terlontar dari mulut Pras, bibirnya seakan keluh. terlihat sekali Alya begitu kedinginan. dengan terpaksa Pras. membopong tubuh Alya.


namun saat Pras membopong tubuh Alya, Alya malah memukul-mukul wajah Pras.


" Sudah, lepaskan aku. Aku bisa jalan sendiri."


teriakan Alya tak membuat Pras menurunkan tubuh wanitanya. Iya tetap membopong Alya hingga menurunkannya diranjang tempat tidur.


"Apa yang akan kamu lakukan lagi padaku Pras, Sudah cukup kamu menudaiku tadi. Sekarang kamu mau berbuat itu lagi kepadaku," ucap Alya menangis histeris di depan Pras.


Pras menatap tajam ke arah Alya, kedua sorot matanya begitu menyeramkan, Pras mengeram kesal dengan perkataan Alya yang terdengar pada kedua telinganya.


" ya, Aku akan melakukan yang tadi sudah aku lakukan pada dirimu. Jika kamu tidak cepat-cepat memakai bajumu," balas Pras. melayangkan sebuah ancaman untuk Alya agar segera bergegas memakai baju.


Alya masih tetap saja menangis, diranjang tempat tidur.


Alya dengan tubuhnya yang bergetar ketakutan saat melihat pras yang mulai mendekat ke arahnya.


" pergi dari hadapanku, jangan mendekat. Aku tidak mau didekati dengan lelaki b******* seperti kamu."


Pras kini mengurungkan niatnya, untuk merayu Alya agar tidak ketakutan saat ia dekati.


"Pergi." Teriak Alya.


terlihat sekali raut wajah yang begitu trauma akan kelakuan Pras kepada Alya.

__ADS_1


"Baiklah aku akan pergi, hanya saja kamu harus cepat-cepat memakai bajumu. aku takut jika nanti kamu sakit karena terlalu lama berdiam diri di kamar mandi," ucap Pras menunjukkan sifat perhatinya.


__ADS_2