Zetta Sonic

Zetta Sonic
Bullet Like


__ADS_3

Jayden lebih sering menghabiskan waktu di gudang. Dia memang sedang mengerjakan sesuatu. Seperti kecurigaan Alex dan apa yang disampaikan Tiger, dia memang sedang bersiap menghadapi kriminal baru. Di negara tetangga, Ayalas, baru saja terjadi kekacauan. Beberapa penjahat melakukan penembakan massal di supermarket. Selang beberapa jam kemudian. Ada penembakan lain di perbatasan Gura. Di waktu yang sama dengan penembakan ini, ada kejadian lain di Romitia yang punya perbatasan daerah dengan negara tempat mereka berada saat ini.


Kemiripan kasus, waktu bersamaan. Nadira yakin pelakunya sama. Sejak terakhir kali kasus yang ditangani Alex, Jayden sendiri merasa yakin kalau popularitas Zetta Sonic di kalangan penjahat telah naik berkali lipat. Para penjahat akan mencari cara untuk menghabisi Zetta Sonic. Dalam hal ini, termasuk menghancurkan semua orang yang terlibat, termasuk Jayden dan seluruh anggota Special Force.


Sebelum segala sesuatu sungguhan lebih buruk, Nadira memerintahkan Jayden membuat perlengkapan tambahan bagi Zetta Sonic. Sesuatu yang efektif melawan musuh dalam jumlah banyak. Alex mengira kalau Jayden membuat senjata untuknya, kenyataannya si pemuda ini berpikiran lain. Dia sedang membuatkan Alex tameng.


Menurut Jayden, Alex butuh melindungi diri sendiri sebelum bisa melawan musuh. Itu hal mendasar. Emil juga setuju. Jadi, keduanya mulai memikirkan apa saja untuk membuat tameng tersebut.


Sejak pertarungan Zetta Sonic dan robot pembunuh di kapal barang, Nadira juga membuka kesempatan bagi para agen biasa untuk membantu Special Force. Hal ini memberikan keuntungan bagi Special Force. Artinya, Jayden dan Emil bisa minta bantuan siapa pun yang dirasa perlu di luar Special Force. Selama ini, mereka hanya berlima.


Tiger seperti layaknya agen lapangan lain, teknologi bukan keahliannya. Profesor Otto belakangan menarik diri. Dia menyerahkan semua pengembangan peralatan Zetta Sonic pada Jayden. Ini sampai membuat pemuda itu mencari asisten yang lebih cocok untuknya daripada si profesor padahal profesor yang duluan kehilangan asisten. Terakhir, ada dokter Vanessa. Jayden hanya punya Emil untuk membantunya.


Dengan terbukanya kesempatan ke ICPA biasa, Jayden bukan hanya bisa minta bantuan para agen lain. Dia juga bisa minta alat dan bahan bila diperlukan. Ini jauh lebih praktis daripada meminta semuanya dari Nadira. Sebagai pimpinan ICPA tingkat benua, Nadira luar biasa sibuk. Tak jarang kalau bahan dan peralatan yang dibutuhkan datang terlambat. Akhirnya, pengembangan perlengkapan Zetta Sonic pun tertunda. Sekarang, tidak lagi.


Dari sisi ICPA sendiri, ada masalah yang terjadi akibat perubahan ini. Sudah bukan rahasia lagi kalau orang-orang yang tergabung dalam Special Force adalah orang pilihan. Mereka bukan hanya akan mendapat upah lebih tinggi, tapi fasilitas juga masa depan lebih terjamin. Ini membuat Jayden dan Emil yang dulu dihindari kini malah dicari. Para agen berusaha dekat agar bisa direkrut pula.


Jayden mengabaikannya. Emil lebih jago lagi. Dia sudah terbiasa mengacuhkan semua ucapan orang terhadap dirinya. Biasanya, ini soal hinaan atau lelucon basi. Tampaknya, Emil juga dengan mudah mengacuhkan semua pujian. Beberapa agen yang mencoba menjilatnya hanya akan menemui jalan buntu. Emil tak ada bedanya dengan musim dingin.


Alex paham hal tersebut. Dia sama sekali tak berusaha dekat dengan Emil. Dia hanya butuh Jayden. Entah apakah Emil sering membantunya atau dia jadi operator kedua Zetta Sonic, Alex tak begitu ambil pusing. Jayden bisa jadi penengah bagi Alex dan Emil. Tapi, bukan itu masalah utamanya.


“Jadi,” kata Emil sambil membawakan kopi untuk seniornya, “apa yang akan kita lakukan dengan pistol itu?”


“Pistol yang mana?”

__ADS_1


“Laser. Kamu berencana mengganti pistol Zetta Sonic juga, ‘kan?”


“Eh, ya dan enggak. Aku belum tahu. Tapi, aku terbuka dengan opsi apa pun.”


“Apa pun.” Emil mengulang ucapan Jayden. Hanya itu. Selanjutnya, dia tidak mengatakan apa pun dan keluar dari ruangan. Tidak sampai menutup pintu, Emil masuk lagi. “Ngomong-ngomong, Alex sudah sampai.”


“Oke, oke.”


Jayden harus jujur kalau enggan meninggalkan ruangan itu. Sesungguhnya, dia baru berada di sana tidak sampai setengah jam. Setelah membantu Alex menyusuri saluran air pembuangan bawah tanah alias selokan raksasa, dia menyempatkan diri kembali ke gudang sebentar. Terlalu banyak ide, terlalu sedikit waktu. Jayden bahkan tak yakin lagi apa yang harus dia lakukan. Tameng Zetta Sonic masih separuh jalan, dia sudah ingin membuat berbagai hal lain.


Lupakan sejenak.


Jayden keluar dari gudang, membawa kopinya. Dia melihat dokter wanita mereka sedang membelakanginya di gudang obat. Mengabaikannya, Jayden langsung naik ke atas.


“Kerja bagus!” Jayden melemparkan pujian.


Alex mengedikkan bahu. Dia melemparkan kotak berlapis besi pada Jayden. Seragam tempur itu terasa jauh lebih ringan. Kadang Alex penasaran kenapa semua teknologi yang dimiliki ICPA tidak pernah dibuka ke publik. Mungkinkah kalau ICPA bahkan telah merekrut orang-orang itu sebelum mereka menciptakan sesuatu. Sejauh ini, Alex meyakini kalau Jayden salah satu hacker terbaik yang dia temui. Namun, dia tidak pernah benar-benar bagaimana cerita ICPA merekrut dirinya.


“Apa?” Jayden mengernyitkan dahi. “Ada pertanyaan atau protes?”


Alex menggeleng. “Enggak keduanya.” Dia selalu berbohong dengan mudah. “Aku hanya baru ingat soal roti kismis dan muffin.”


“Kukira kamu sudah lupa soal itu.”

__ADS_1


“Mereka buka pagi hari?”


Jayden melirik kopi di tangannya. “Ya dan tidak.”


“Apa itu maksudnya?”


“Kamu perlu pulang ke rumah. Sekolah. Kita bisa ke sana lain waktu.” Jayden melemparkan sebuah benda kecil serupa peluru padanya. “Itu hanya untuk jaga-jaga. Jangan dipakai kalau tidak benar-benar kondisi darurat.”


“Dan, apa ini?”


“Seragam cadangan. Apalagi?”


“Kukira kamu akan memberikanku seragam yang ada di dalam dashboard.”


“Bukan, itu prototype.” Jayden melirik Tiger. Seolah paham, si pria besar menyerahkan gelang itu padanya. “Benda ini beda dengan yang ada di tanganmu. Benda itu punya kualitas sama dengan seragam tempur biasanya. Hanya saja, hanya bisa dipakai satu kali.”


Alex mengamati benda tersebut di tangannya. Bentuknya berupa silinder mungil dengan ujung agak meruncing. Dilihat dari sisi mana pun, benda itu memang seperti peluru dicelup dalam cat hitam. Cukup berat dan mengilap di bawah lampu. Kemudian, pertanyaan lain muncul di benaknya. “Kenapa memberiku benda ini?”


“Sudah kubilang. Kondisi darurat.”


“Seperti apa?”


“Ada penjahat menyebalkan yang tahu-tahu muncul di depan rumahmu dan kami tidak sempat memberikan bantuan.” Jayden menyunggingkan senyum simpul. “Kamu bagian resmi dari ICPA sekarang. Kamu Zetta Sonic. Kamu enggak akan pernah tahu kapan penjahat muncul dan berusaha masuk paksa dalam rumah.”

__ADS_1


__ADS_2