
Fakta baru tersebut langsung turun ke telinga Nadira. Untuk menghadapi kasus semacam itu, Nadira memilih melibatkan beberapa personal ICPA lain di luar anggota Special Force Zetta Sonic. Yaitu, beberapa orang yang pernah membantu mereka mengadakan simulasi latihan di gedung terbengkalai.
Ketika pagi datang, pembagian tugas pun dilakukan. Jayden akan dapat bantuan untuk mencari kebenaran mengenai penculikan dan perdagangan manusia tersebut. Mereka masih harus mencari tahu banyak hal. Mulai dari siapa saja yang masih bisa diselamatkan dan mana yang sudah lenyap tanpa jejak. Selanjutnya, mencari lokasi mereka. Nadira nantinya akan berkoordinasi dengan ICPA benua lain. Beberapa resi menunjukkan pengiriman ke lain benua, bukan hanya negara.
Jayden sendiri meyakinkan dirinya sendiri untuk memberikan rancangan sayap dan roket Zetta Sonic pada Emil. Kebanyakan para agen ICPA punya masalah kepercayaan. Mereka tidak bisa sembarangan memberikan informasi pada orang lain. Termasuk memberikan rancangan senjata atau teknologi pada sembarang orang. Mereka sering dihadapkan pada para penipu. Terasa sangat menyakitkan ketika menyadari kalau penipu tersebut tak lain merupakan rekan mereka tersendiri.
Emil sadar kepercayaan besar tersebut sekalipun tidak mengatakan apa pun pada Jayden. Pemuda tersebut membantu menyelesaikan rancangan itu di ruang perbaikan. Ruang perbaikan lebih cocok disebut sebagai lantai perbaikan. Sebenarnya, ruangan itu bahkan memenuhi beberapa lantai sekaligus. Mereka punya ribuan rak dan puluhan ruangan yang bisa digunakan untuk proyek khusus. Nadira memberikan ruangan khusus bagi Jayden dan di sanalah Emil berada saat ini.
“Pertanyaan paling mendasar. Kamu belum mengajukan nama-nama calon asisten pada profesor.” Tiger bicara selagi mereka meninggalkan kamar.
Lorong asrama sudah kosong. Para calon agen sudah meninggalkan kamar sejak subuh. Ada pelatihan ketat yang harus dilewati. Tiger dan Jayden sudah menghabiskan waktu cukup lama menginap di kamar yang sama. Biasanya di waduk, mereka punya kamar masing-masing. Tiger setidaknya tahu kalau Jayden sering insomnia, tidak bisa tidur dalam kondisi lampu menyala, sering mengalami mimpi buruk, dan mendengkur juga dalam tidurnya. Jayden sendiri paham kalau Tiger gampang sekali terbangun oleh gangguan sekecil apa pun. Dan, sekeras apa pun dengkurannya, dia tak akan pernah mengalahkan Tiger.
Jayden memutar bola matanya. “Itu bukan pertanyaan. Itu sebuah tebakan.”
“Aku tahu. Aku juga tahu kalau tebakanku benar.”
“Aku berencana menyetor nama-nama itu hari ini.” Kemudian, Jayden menyadari pakaian pria di sampingnya. Dia mengenakan setelan cokelat yang juga dipakainya kemarin ketika datang ke sekolah Alex. “Kamu berperan sebagai instruktur perkemahan lagi? Aku benar-benar berharap bisa melihat reaksi wajahnya saat melihatmu.”
“Dia terkejut. Tapi, tidak terlalu. Dia menyembunyikannya.”
“Kapan kalian akan berkemah?”
“Akhir pekan ini. Lusa.”
__ADS_1
“Alex tidak akan suka ini. Aku cukup yakin bisa mendapatkan perkembangan paling lambat lusa. Semoga bisa hari ini.” Jayden terdiam sebentar, mengingat berbagai tugas yang harus diselesaikan. “Jason sudah siap terjun ke lapangan. Kalau kita bisa mendapatkan target robot pembunuh itu, tak akan ada gunanya Jason turun sendirian. Dia hanya bertugas membantu.”
“Lebih cepat, lebih baik. Anak itu tidak akan suka kalau acaranya dirusak.”
“Masalahnya, aku cukup yakin robot itu akan muncul akhir pekan ini.”
“Kenapa?” Tiger mengernyitkan dahi. “Ada acara besar di ibu kota?”
“Lebih tepatnya, di balai kota. Akan ada acara penggalangan dana. Banyak politikus dan artis akan berkumpul. Kalau sampai saat ini, robot itu belum bergerak, mungkin lusa itu saatnya. Nadira juga sudah tahu hal ini. Dia akan menyusupkan beberapa anggota ICPA di antara para polisi.”
Tiger paham. “Tapi, tanpa Sonic, tidak akan ada artinya.”
“Sejauh ini saja, kita kesulitan melawan robot pembunuh biasa.”
Keduanya terdiam sejenak. Mereka tahu kalau Nadira akan dengan senang hati menghancurkan acara berkemah Alex. Masalahnya bukan di sana. Mereka butuh lebih dari sekedar menghancurkan acara berkemah, mereka perlu menghancurkan rencana si robot pembunuh.
Tiger setuju. “Mengingat kalau dia bilang akan membantu kalau kita melepaskannya, aku juga yakin itu cuma gertakan sambal. Bagaimana keluarganya?”
“Istrinya bahkan tidak tahu di mana suaminya berada.”
“Dia tidak peduli.” Tiger mengungkapkan keadaan itu dengan lebih baik.
Mendengar ucapan Tiger, Jayden jadi penasaran bila istri Mark Hill tahu apa yang sedang dilakukan suami dan anaknya sekarang. Keduanya terlibat dengan organisasi berbahaya. Setiap saat nyawa mereka bisa terancam. Dia juga sadar kalau sampai Mark Hill tahu anaknya telah menjadi Zetta Sonic, mungkin akan ada pertarungan terbuka antara ICPA cabang Regis dan Sinde. Alex mungkin tinggal di benua yang dikuasai Nadira. Tapi, dia tetap putra kandung Mark yang berkuasa di Regis.
__ADS_1
Belum lagi soal Gavin. Itu memberinya ide. Gavin akan menghubungi mereka. Jayden yakin, seyakin dirinya memberikan rancangan pada Emil. Gavin rela menyusup ke pabrik itu demi menyelamatkan pacarnya. Kini, dia tahu kalau Sonic terlibat. Gavin tidak mungkin mendapatkan data di mana keberadaan pacarnya sendiri. Dia butuh orang lain. Saat itu, mungkin dia bisa mengadakan sedikit barter.
“Hentikan itu!” pinta Tiger.
Jayden langsung melongo. “Apa?”
“Tatapanmu.” Tiger mengamati bagaimana dirinya kadang merinding saat melihat Jayden terlalu terkonsentrasi ke layarnya atau mendapatkan ide. Hal serupa baru saja terjadi. Rekannya telah mendapatkan sebuah gagasan. Biasanya, gagasan itu bukan ide bagus. Biasanya justru berakhir masalah. Tatapan itu sempat muncul pula ketika dirinya mengirim virus ke komputer Alex.
“Gavin akan membutuhkan bantuan kita. Kita juga akan membutuhkan bantuannya.”
“Aku tidak suka saat idemu berhubungan dengan agen dari benua lain.”
“Justru karena dia satu-satunya yang bisa melakukannya karena dia berasal dari Regis.”
Tiger mendengus geli. “Kamu ingin dia memata-matai sang jendral?” Tiger menghindari nama Mark Hill di sana. Setidaknya jendral sudah cukup jelas bagi Jayden.
“Bukan memata-matai. Kita tidak perlu membuat di jadi mata-mata kita. Lagipula, dia tidak akan mau. Ah, bukan. Seandainya dia mau pun, aku yang tidak akan mau. Orang yang terlalu mudah mengganti keteguhan hatinya membuatku jijik. Jadi, kita hanya perlu membuatnya sedikit berpihak pada Zetta Sonic.” Jayden melempar senyum tipis.
“Special Force ini di bawah ICPA.”
“Bukan. Special Force ini ada di bawah langsung perintah Nadira. Kalau ICPA runtuh sekalipun, Zetta Sonic akan bertahan. Menurutmu, kenapa Nadira mati-matian menyembunyikan keberadaan Zetta Sonic bahkan dari anak buahnya sendiri?”
“Karena Dragon Blood berbahaya.”
__ADS_1
“Benar. Tapi, ada hal lain. Nadira menyiapkan Zetta Sonic untuk melakukan tugas yang tidak bisa ditangani anggota ICPA biasa. Baik secara kemampuan maupun masalah perizinan. Zetta Sonic mungkin sama seperti robot pembunuh milik Filip Shah.”
Tiger akhirnya mengucapkan kata yang sejak awal dia hindari ketika bergabung dengan Special Force ini sejak awal. Kata yang membuatnya merinding dan muak di saat yang sama. “Senjata Biologis.”