Zetta Sonic

Zetta Sonic
Grey Smoke


__ADS_3

Penjara ICPA yang pernah didatangi Alex memang bukan tempat yang nyaman tapi  jelas tempat yang luas. Mereka memiliki sistem keamanan berlapis, ratusan penjaga, persediaan lengkap mulai dari senjata hingga transportasi. Satu pintu masuk, satu pintu keluar. Nadira membanggakan pembaruan yang baru saja terjadi di sana. Lebih tepatnya, bukan dia yang merancangkan ini, melainkan Fergus.


Agen yang baru saja ditunjuk untuk mengepalai ICPA ibu kota ini bergegas membereskan berbagai masalah keamanan. Baik yang telah terjadi, maupun yang akan terjadi. Berhasilnya Alex menyusup ke dalam sana jelas membuat mereka berpikir berulang kali,


Begini pemikirannya. Terlepas apakah Alex adalah Zetta Sonic atau bukan, dia tetaplah bocah lima belas tahun. Memang dia memiliki kemampuan hacking luar biasa. Meretas sistem keamanan Special Force -- sekalipun itu punya faktor kesengajaan Jayden, mengakali kamera keamanan, bahkan mencuri data dari ICPA seberang. Dia juga memiliki Dragon Blood dalam darahnya yang memungkinkan dirinya memiliki kemampuan di atas rata-rata.


Sekali lagi, itu bukan sebuah hal yang bisa diluputkan. ICPA perlu memperbaiki hampir semua sistem mereka. Mulai dari keamanan penjara hingga sistem keamanan di dalam Special Force sendiri. Fergus memulainya dari penjara.


Penjara bawah tanah itu seharusnya menjadi tempat yang jauh lebih aman dari penjara apa pun di permukaan. Tempat itu mengurung keburukan umat manusia. Para penjahat yang terlalu keji dan berbahaya bagi manusia biasa. Orang-orang dengan kemampuan hipnotis, penjahat dengan teknologi canggih, juga mereka yang berambisi menguasai dunia. Seperti Melodiza dan Damon.


Ada lapisan keamanan tambahan yang melibatkan senjata laser, peluru kendali seukuran 9mm, selusin drone, juga tambahan pasukan elit. Semuanya ditujukan demi satu hal. Mencegah apa pun masuk juga keluar.


Mengingat perubahan keamanan yang terjadi, termasuk biaya besar, wajar saja kalau wajah Fergus merah padam ketika mendengar adanya pelarian. Bukan kebocoran gas, bukan kebocoran data, melainkan orang. Seseorang berhasil melarikan diri dari penjara mereka. Lebih buruk lagi, orang itu adalah Damon.


Damon tidak punya rekam jejak kejahatan yang lebih menonjol dari menyusup ke Special Force. Terlepas dari fakta kalau dia diberitahu mengenai keberadaannya oleh orang lain, Damon sangatlah berbahaya. Hal yang membuat para sipir penjara lebih panik lagi adalah hancurnya sel tempat dia berada.


Semua bermula dari sipir pengantar makanan. Sipir itu mendapati kalau ada asap kelabu merembes keluar dari pintu penjara.


Setelah Alex berhasil menyusup ke sana, Nadira minta Damon dipindahkan. Damon pun mendapat sel penjara yang lebih baik. Lebih baik di sini dalam arti lebih aman.


Penjara ICPA memang memiliki beberapa tipe sel. Mereka menetapkan standar dua lapis ruangan. Maksudnya, ruangan sel selalu berada di dalam ruang lain sebagai pengaman tambahan. Ruang bagian luar punya dinding tebal, tahan api juga ledakan. Sementara ruangan dalam biasanya menyesuaikan kebutuhan.


Damon dulu terkurung dalam ruangan berdinding kaca tebal. Melodiza berbeda. Karena gadis itu bisa menghipnotis orang, dia ditempatkan dalam ruangan berdinding cermin. Ini meminimalisir risiko dia menghipnotis sipir penjaga. Ruangannya kedap suara juga agar dia tidak bisa mengetahui bila ada orang yang mendekat. Semua makanan dikirim lewat panel khusus. Intinya, ICPA memberikan pengamanan berbeda pada penjahat berbeda.

__ADS_1


Di sanalah, masalah terjadi.


Damon seharusnya mendapatkan ruangan berjeruji besi di dalam ruangan kaca gelap dan kedap suara. Ruangan itu pula berada di dalam ruangan lain yang diatur untuk mengeluarkan gas beracun kalau tahanannya kabur. Sulit dipercaya kalau Damon bisa kabur dari dalam ruangan semacam itu.


Asap kelabu merembes keluar dari bagian sel terdalam, lebih tepatnya dari tempat Damon berada. Mereka keluar dari celah dan memenuhi ruangan lapis kedua. Tak perlu waktu lama, asap ini memenuhi ruangan ketiga. Asap tersebut menutupi akses kamera pengawas. Sipir pengantar makanan yang lewat menyadari hal itu.


“Kamera pengawas di luar ruangan menyorot semua kejadiannya. Sipir itu berusaha menghubungi ruang kontrol. Tapi, sebelum itu terjadi…” Fergus berhenti sejenak. “Ada sosok besar yang terekam. Dia meledakkan, atau melelehkan, dinding penjara. Lalu, sosok ini menerjang sipir pengantar makanan dan kabur.”


Sang pimpinan baru ini sedang menghadap layar besar yang menunjukkan wajah Nadira. Seperti biasa, Henrietta si asisten berdiri mematung di belakang. Nadira memasang wajah cemberut ketika Fergus memberi laporan tak menyenangkan. Pria itu sendiri kesal karena penjaranya baru saja kebobolan.


[Dia berhasil menjatuhkan para penjaga?]


“Juga para drone. Kami melihat kalau dia dihujani tembakan dan tertembak. Ada bercak darah di lantai. Itu darah Damon.”


[Tidak sembarang orang bisa tetap hidup setelah kena laser.]


[Bukan manusia.] Nadira mengucapkan persis kalimat yang dihindari Fergus. [ICPA bertujuan menghentikan tindak kriminal yang tidak bisa ditangani penegak hukum biasa. Kita pernah berhadapan dengan monster, robot pembunuh. Damon mungkin juga jadi salah satunya.]


Di sini, Nadira melompati salah satu pemikiran Fergus. Pemikiran tersebut adalah soal bagaimana. Bagaimana seorang manusia seperti Damon yang terkurung dalam fasilitas semacam itu bisa kabur keluar? Mungkinkah dia mendapatkan suplai teknologi terbaru? Mungkinkah dia mendapatkan semacam kekuatan selagi di dalam? Mungkinkah itu terjadi tanpa ketahuan sama sekali?


“Kami sedang melakukan pencarian menyeluruh ke seluruh penjuru kota,” lanjut Fergus.


[Aku ingin dia ditangkap dalam waktu dua puluh empat jam. Ini bukan permintaan.]

__ADS_1


“Dimengerti. Akan kudapatkan dia kembali dalam waktu dua puluh empat jam.”


Nadira mendesah panjang. [Berikan aku informasi terbaru setiap dua jam. Kalau hal buruk terjadi, akan kukirim Zetta Sonic untuk membantu.]


“Sebenarnya…” Fergus mendadak diam. Meski singkat, dia sempat mengedarkan pandangannya. Ruangan itu sudah dikosongkan. Tidak ada orang selain dirinya dalam ruang rapat besar. Dia bisa duduk di kursi manapun pada sisi meja oval. Namun, dirinya memilih untuk berdiri selagi bicara pada pimpinan tingkat benua seperti Nadira.


[Katakan saja, Fergus. Kupikir aku bisa menangkap apa yang ada dalam otakmu.]


Untuk sesaat, keraguan mendatangi Fergus lagi. Tapi, karena Nadira sepertinya sudah berhasil menangkap isyaratnya, dia pun melanjutkan. “Kupikir Special Force terlibat dalam pelarian Damon.”


[Kamu pikir Zetta Sonic membantu Damon kabur atau yang lain?] Nadira menyunggingkan senyum. Bukan senyum indah, lebih seperti seringai nenek tua. [Apa lagi yang harus kutahu di sini?]


“Bukan dia, tapi yang lain.”


Ada kepuasan tersimpan dalam senyum Nadira. [Aku tahu bisa mengandalkanmu. Lanjutkan!]


“Soal profesor Otto. Dia dirumahkan sejak beberapa saat lalu. Aku menempatkan beberapa agen untuk mengawasinya. Mereka memang tidak pernah meninggalkannya. Jadi, rasanya aneh kalau tahu-tahu ada uang sejumlah besar dikirim ke rekening setiap dari mereka. Kupikir profesor sedang berusaha menyuap mereka supaya mereka tetap diam selagi profesor melakukan eksperimennya lagi.”


[Eksperimen kali ini melibatkan Damon?]


“Aku sedang melakukan penyelidikan mendalam soal ini. Akan kuberikan update secepatnya. Saat ini, aku belum bisa memastikan kebenarannya. Tapi, aku tahu siapa yang berada dalam bahaya saat ini. Zetta Sonic.”


Di luar dugaan Fergus, Nadira malah tertawa. [Oh Fergus, biarkan dia datang padanya.]

__ADS_1


“Mungkin aku salah, tapi saat ini, Damon petarung yang lebih baik dari—”


[Benar. Justru karena itu. Biarkan dia datang pada pahlawan kecil kita.]


__ADS_2