
Alex mengepalkan tangan. Kekuatan Dragon Blood yang ada di dalam dirinya berkumpul. Seperti biasa, pemandangannya berkilat kehijauan sesaat sebelum kembali menjadi normal.
Sejak pengalaman di pulau Kloster, Alex menyadari kalau dia bisa mengendalikan Dragon Blood dengan lebih baik. Kekuatan itu menjelma menjadi apa pun yang dia inginkan. Besar kekuatannya pun jadi lebih mudah dikontrol. Alex tak perlu menggunakan terlalu banyak kekuatannya kali ini. Dia cukup membutuhkan sedikit hawa panas pada kedua telapak tangannya.
Pria itu datang lagi. Alex berlari padanya. Dia tak perlu memukul, dia hanya cukup mencoba teorinya. Hawa panas yang dihasilkan Dragon Blood sudah berkumpul pada telapak tangannya ketika Alex memegangi wajah lawan.
Pria itu menjerit kesakitan. Suaranya berbeda. Bukan suara erangan monster, melainkan suara lain seperti suara manusia biasa. Alex tahu sepertinya teori itu benar. Pengaruh cairannya semakin menjadi pada hawa dingin. Ketika suhunya turun, carian itu kehilangan pengaruhnya. Alex juga bisa melihat bagaimana raut wajah lawannya berubah. Urat-urat yang tak wajar dan otot itu berangsur normal. Alex menanti sebentar sebelum menyarangkan tinju keras ke rahang yang membuat lawannya pingsan.
[Oke. Itu lumayan cepat!] Pujian datang dari Tiger. Dia selalu merasa bangga pada muridnya yang bisa menjatuhkan lawan. Dia sudah lama merasa bangga pada Alex. [Kerja bagus.]
Alex masih terengah-engah. Lelah memeluk dirinya. Alex melirik Zet-Arm. Indikatornya menunjukkan energi Dragon Blood tinggal separuh. Ya, itu juga terasa normal. Kekuatan Dragon Blood berkurang sesuai dengan jumlah yang dia keluarkan. Biasanya kekuatannya memang cukup cepat habis apalagi bila seragamnya kini bisa mengambil kekuatan itu pula sebagai sumber energi bila diperlukan.
Itu berasal dari teori lain soal Dragon Aura. Kalau selama ini, Alex bisa mengeluarkan Dragon Blood lewat aura kehijauan — maksudnya Dragon Aura — dan membuatnya jadi sinar laser, maka seharusnya kekuatan itu juga bisa digunakan untuk yang lain. Asalkan mereka punya alat yang sanggup menerima besarnya kekuatan Dragon Aura, maka energinya bisa dimanfaatkan. Fergus membuat tim khusus untuk membuat lapisan ulang seragam bagian dalam Zetta Sonic. Sejauh ini, lapisannya bekerja dengan baik.
Alex melangkah gontai ke arah pintu. Dia membereskan kekacauannya. Tidak perlu semua, cukup membuka pintu baginya keluar dari sana.
Ketika sedang menyingkirkan beberapa potong daging beku, Alex melihat botol ganjil. Botol mungil itu lebih cocok dikatakan sebagai ampul obat. Alex mengangkat ampul obat tersebut ke depan wajahnya agar anggota Special Force lain bisa melihat.
“Menurutmu, ini apa?”
__ADS_1
Emil pun menjawab. [Bawa kembali ke markas. Kita akan periksa di sini. Mungkin ada yang tersisa. Di bagian tepinya. Maksudku, dalam bentuk bunga es.]
Alex mengedarkan pandangannya sekali. Sistem dalam seragamnya bekerja, memeriksa semua hal yang mencurigakan. Dia tidak melihat ampul yang sama atau barang mencurigakan lain. Itu bisa saja kebetulan meski Alex cukup yakin tidak ada yang namanya kebetulan dalam pekerjaannya itu.
Alex kembali ke bendungan beberapa jam kemudian. Dia lelah dan mengantuk. Kapsulnya bahkan bisa membuatnya tertidur saat itu.
Dia ingat ketika pertama kali masuk ke ruang generator. Situasinya hampir sama seperti itu. Dia dimasukkan dalam tempat tidur berbentuk kapsul lalu didorong melewati jembatan menuju ke tengah ruangan. Bagian tengah ruangan itu seperti podium yang dikelilingi oleh jurang. Menakutkan dan menakjubkan. Alex tak ingat apakah ruangan tersebut masih sama seperti dengan pertama kali dia masuk.
Alex melihat pilar-pilar pada tepi ruangan mulai bercahaya. Cahayanya berpendar makin teran. Semuanya memusat pada ujung atas kubah tersebut. Cahaya putih membutakan semuanya. Alex tak tahu apa yang selanjutnya terjadi. Dia hanya tahu telah terbangun di kamarnya. Ruangan Zetta Sonic.
Dia merasa jauh lebih baik setelahnya. Indikator pada Zet-Arm menunjukkan kalau energi Dragon Blood telah terisi penuh. Tanpa sadar, dirinya menguap. Setelah merasa lebih baik dan tenang, Alex merasa dia bisa tidur nyenyak malam ini.
“Jadi? Ada yang mau kamu bicarakan?” tanya Alex membuka percakapan.
Jalanan lengang, cuaca baik. Kalau melupakan insiden di ruang pendingin beberapa waktu lalu, maka malam itu seharusnya jadi malam tenang bagi Alex.
“Ini soal ampul yang kamu temukan,” jawab Jayden. “Emil melakukan sedikit analisa sebelum kami mengirimnya ke ICPA pusat untuk diteliti lebih lanjut.”
“Dapat sesuatu?” Alex menguap lagi. Sejujurnya, dia senang. Alex merasa jam biologisnya kembali normal. Dia suka begadang untuk melakukan hacking lalu mengantuk setelahnya. Ada masa-masa ketika Dragon Blood meracuni tubuhnya dan membuat tubuhnya terasa aneh. Ternyata merasa segar tanpa kelelahan bisa membuatnya ketakutan juga. Intinya, Alex senang bisa merasa lelah sekarang.
__ADS_1
“Cairannya mirip dengan Dragon Blood tapi tanpa Dragon Blood.” Jayden tak perlu melirik Alex, dia tahu anak itu sedang mengernyit padanya. “Cairan yang tersisa di dalamnya punya komposisi mirip Dragon Blood tapi tanpa air dari Kloster.”
“Maksudmu, seseorang mencoba membuatnya ulang?”
“Sepertinya begitu. Para agen akan melakukan pemeriksaan detail untuk memeriksa siapa yang meletakkan ampul itu dan bagaimana isinya bisa meracuni seseorang. Tidak banyak orang yang bekerja pada shift malam. Seharusnya pekerjaan ini tidak akan lama.”
“Aku ragu kalau siapapun pelakunya akan membawa kita pada si dalang.” Alex mendesah.
Alex masih melanjutkan hukumannya. Dia belum menyelesaikan menonton video agen ICPA lalu membuat laporan darinya. Banyak hal dia pelajari. Salah satunya soal dalang ini. Para dalang biasanya berada cukup jauh dari pelaku di lapangan. Mereka selalu berjaga-jaga untuk memutus mata rantai. Jadi, seandainya pelaku di lapangan tertangkap pun, si dalang tidak akan ikut tertangkap.
“Setidaknya kita mencoba. Namun, ada satu yang sedikit membuatku resah. Ada kode tertera di sana. Semacam kode produksi. Aku melakukan pengecekan dan menemukan kalau pembuatnya ada di negara lain, masih di wilayah Sinde.”
“Tunggu. Maksudmu, seseorang membuatnya secara masal? Dibuat di pabrik, semacam itu?”
“Aku tahu lebih baik tidak langsung lompat pada kesimpulan sebelum menemukan bukti lebih jelas. Tapi, kemungkinan itu ada. Dan, kita punya satu nama yang bisa jadi kandidat kuat sebagai dalangnya.”
Alex bisa membaca pikiran Jayden. “Baron.”
“Hati-hati dengan sekelilingmu, Alex. Kita tidak tahu sejauh apa pengaruh Baron di sini.” Jayden berhenti di depan pintu gerbang mansion. Perjalanan itu terasa jauh lebih singkat dari biasanya. Jayden meraih kotak dari jok belakang dan menyerahkannya pada Alex. “Dia akan menjagamu.”
__ADS_1
“Jason?” tebak Alex. Dia tak bisa menyembunyikan senyumnya ketika membuka kotak tersebut. Ada drone putih dengan mata tunggal yang sudah dia kenal. Kemudian, senyum itu lenyap ketika teringat pada Damon. “Hei, menurutmu, untuk apa dia membuat ulang Dragon Blood? Apa dia mencoba membuat ulang Zetta Sonic atau Damon si monster?”