Zetta Sonic

Zetta Sonic
The Representative


__ADS_3

Jayden jelas perlu berhenti membuat orang lain kepikiran. Kadang, dia terlalu jujur.


“Jangan terlalu pikirkan itu, Alex.” Dokter Vanessa keluar dari lift dan berjalan ke arah mereka. Dia menyeret sebuah koper besar warna ungu sambil membawa mantel mocha berbulu lebih terang. “Aku akan merindukan kalian.”


“Konferensi internasional,” lanjut Alex. Dia ingat kalau dokter Vanessa bilang dia telah menunggu-nunggu konferensi tersebut selama berbulan-bulan.


“Konferensi pecinta barang seni dan misterius. Nama itu lebih populer,” lanjut dokter Vanessa. Kemudian, dia menambahkan lagi, “Tapi, kita semua tahu kalau pertemuan ini adalah Konferensi Golden Cell ICPA.”


Konferensi tersebut merupakan acara tahunan ICPA. Dihadiri oleh orang-orang di belakang layar dari berbagai cabang ICPA di seluruh kota. Bukan agen lapangan yang diundang dalam acara ini melainkan para pekerja di belakang layar seperti Emil. Pemuda itu tak bisa bohong kalau ingin ke sana. Dia bahkan sempat berpikir untuk berunding dengan Nadira. Namun, Jayden melarangnya.


Nadira meminta sang dokter menjadi satu-satunya perwakilan dari Special Force, mengingat kalau sejauh ini pekerjaannya lebih lengang dibanding yang lain. Dokter Vanessa sangat tak suka alasan tersebut. Meski sejauh ini hampir semua masalah kesehatan Alex berhubungan ruang generator, bukan berarti dia tidak diperlukan. Di sisi lain, sang dokter sendiri memang ingin berada di sana.


Pada konferensi itu, banyak pakar dari berbagai bidang akan hadir. Mereka semua bisa bertukar pikiran mengenai perkembangan ICPA. Tak tanggung-tanggung, acara ini akan diadakan selama satu minggu penuh, alias tujuh hari delapan malam.


Profesor Otto awalnya sempat jadi salah satu kandidat kuat Nadira untuk hadir di sana. Ketika Nadira membuka keberadaan Special Force di hadapan para petinggi ICPA di enam benua lain, dia pun berubah pikiran. Bukan tidak mungkin kalau profesor Otto diminta membocorkan formula Dragon Blood pada konferensi tersebut. Bukan rahasia lagi kalau setiap cabang ICPA, terutama tingkat benua, bersaing siapa yang lebih pandai mengamankan wilayahnya. Nadira pun mengubah pilihan pada sang dokter cantik.


“Aku akan bawa oleh-oleh untuk kalian.” Dokter Vanessa tak bisa melenyapkan senyum lebar di wajahnya. “Apa kalian punya permintaan khusus?” Seolah tersadar, si dokter menambahkan lagi, “Oh, apa yang kupikirkan. Kamu pasti sudah berulang kali ke sana, Alex. Mungkin aku malah harus belajar darimu.”


Alex mengernyit. “Di mana konferensinya?”


“Kota terindah di dunia, Sirthalia.”


Jayden bersiul. “Destinasi kencan nomor satu digabung dengan pembicaraan berat orang-orang jenius.”


Respon Jayden tak memancing keterkejutan si dokter. Dua dari sepuluh pekerja belakang layar ICPA akan menolak dikirim ke sana. Jayden salah satu dari dua orang tersebut. Dia lebih memilih menemani Alex melewati misi-misi rumit daripada terjebak dalam pembicaraan rumit. Sebagai orang yang pernah berseberangan dengan ICPA, dia tak suka saat kasusnya dibicarakan di sana.

__ADS_1


Jayden memang tak pernah membicarkan hal tersebut pada Alex. Anak itu tak akan pernah menyangka kalau Jayden terlibat kasus yang sempat menghebohkan dunia beberapa tahun lalu. Alex tak perlu tahu, tidak untuk saat ini.  Lagipula, menurut Jayden, hal itu tidak akan menambah efek positif apa pun.


“Aku enggak pernah ke sana,” aku Alex.


“Sungguh? Kupikir ibumu sering ke sana,” kata dokter Vanessa.


“Iya. Setahun terakhir ini, dia memang sering ke sana karena rekaman film. Tapi, aku enggak pernah ke sana.” Alex tak lagi mengikuti semua aktivitas ibunya. Bukan berarti dia tak peduli, dia masih peduli tapi tak lagi penasaran seperti dulu. “Aku penasaran apa tempat itu benar-benar cocok untuk film romantis.”


Jayden yakin ada alasan di balik ucapan Alex. “Tempat itu punya banyak restoran lezat, makanan lezat, hotel berbintang, tata kota artistik, dan tentu saja banyak spot foto romantis. Katanya itu tempat untuk menumbuhkan cinta pasangan.” Jayden terkekeh oleh ucapannya sendiri. Bukan sesuatu yang dia percaya.


“Aku tahu.”


Kali ini, dokter Vanessa bisa menangkap sedikit kejanggalan dalam ucapan Alex. Anak itu tidak terganggu oleh penjelasan Jayden, tidak pula menampakkan sedikit pun kesombongan. Seolah Alex hanya sekadar bicara dan menantikan orang lain mendukung ucapan tersebut. Dalam kasus ini, Jayden menyatakan apa yang dia sendiri tahu. Kota romantis, film romantis, dan seorang aktris tanpa keluarga.


“Ada masalah, Alex?” tanya dokter Vanessa. Dia tak suka ke mana arah pemikirannya sendiri menggiring dirinya. “Ada sesuatu yang kamu khawatirkan?”


Jayden mencibir.


“Akan kuberi tahu kalau nanti aku sudah makan.” Dokter Vanessa mengedipkan sebelah mata. “Jadi, apa oleh-oleh yang kamu mau?” Dirinya berpaling pada Jayden.


“Ide baru untuk senjata baru.” Jayden tahu akan ada banyak pengembangan yang dibagikan di sana. Dia tidak perlu hadir. Dia hanya ingin tahu apa saja yang terjadi di berbagai belahan dunia lainnya.


“Sebenarnya, mungkin lebih banyak mereka yang bertanya padaku. Kalian paham, ‘kan? Kemunculan Zetta Sonic jadi pembicaraan hangat di berbagai cabang ICPA lain. Mereka berusaha menebak apa rahasia di baliknya. Untung, Nadira mengirimku. Aku enggak akan bisa menjawab pertanyaan mereka sekalipun aku mau. Kamu enggak bisa membocorkan hal yang enggak kamu tahu.” Dokter Vanessa pun terkikik. “Jadi, kupikir saatnya pergi.”


Mereka menoleh pada Tiger. Pria besar itu berdiri di samping mobil SUV putih mereka. Dia spontan melirik arloji di tangannya.

__ADS_1


“Cobalah jangan membuat kekacauan,” kata dokter Vanessa lagi pada Alex. Kemudian, dia berkata pada Jayden. “Dan, coba jaga adikmu, oke?”


Ucapan itu membuat Alex dan Jayden bertukar pandang.


“Sampai dua minggu lagi, anak-anak!” Dokter Vanessa memberi senyum sebelum berpaling.


“Nikmati hari-harimu, dok!” balas Jayden.


Mereka melihat bagaimana Tiger memasukkan barang-barang sang dokter ke dalam mobil. Dia sendiri duduk di belakang kemudi, bersebelahan dengan sang dokter. Mobil tersebut pun berputar lalu keluar melalui salah satu dari ketujuh pintu yang ada. Alex dan Jayden memperhatikan mobil itu sampai hilang dari pandangan.


“Dua minggu?” Alex lebih dulu memecah keheningan. “Kupikir konferensinya hanya seminggu.”


“Memang. Tapi, Nadira bilang kalau mengirim dokter Vanessa untuk melakukan hal lain di sana. Sesuatu yang berhubungan dengan aksi sosial dan rumah sakit. Dia enggak cerita detail. Jadi, untuk sementara waktu, cobalah untuk enggak terluka. Aku enggak suka dengan para dokter yang ada di ICPA pusat.”


“Kenapa?”


“Banyak alasan.” Jayden berpaling ke sisi lain ruangan. Dia memimpin mereka untuk melangkah menuju salah satu pintu garasi berisi dua mobil lain di dalamnya.


“Sebenarnya, kamu enggak pernah cerita soal itu.”


“Soal apa?”


“Semuanya. Soal dirimu.”


“Kamu enggak akan tertarik,” jawab Jayden asal.

__ADS_1


“Aku enggak tahu apa ada yang pernah bilang kalau kamu pembohong yang buruk.”


Jayden mengedikkan bahu, tak peduli. “Ayo, saatnya kamu pulang!”


__ADS_2