Zetta Sonic

Zetta Sonic
Going Down


__ADS_3

“Jangan tembak! Jangan tembak! Kumohon.” pinta Nikola. “Oke, oke. Aku hanya asal bicara tadi. Empat kali lipat. Aku akan membayarmu empat kali lipat.”


Alex tersenyum tipis. “Aku bukan mencari uang.”


“Kalau begitu, apa?” Nikola gemetar di bawah tangan Alex.


“Berikan padaku chip berisi formula gas beracun itu!”


“Baik, baik.” Nikola menggerakkan tangannya ke balik jas. Dia mengambil sebuah kotak cerutu. “A-- Ada di dalam. A-- Aku menyimpannya di sana.” Ketika Alex mendekatkan kembali pistolnya, Nikola berseru lagi. “Aku mengatakan yang sesungguhnya. Periksa saja!”


Alex menyambar kotak itu dengan tangan yang lain. “Suruh anak buahmu mendarat sekarang juga atau kami akan menembak jatuh semuanya. Ingat para pelanggan dan wartawan yang berkeliaran. Itu tidak akan baik untuk bisnismu, ‘kan, tuan Nikola yang terhormat?”


“Kamu gila? Tempat ini hanya cukup untuk satu helikopter!”


“Itu bukan urusanku!”


Nikola bergeming. Dia bisa merasakan dinginnya ucapan Alex. Dirinya butuh beberapa saat untuk benar-benar melakukan ucapan Alex. Diberikannya perintah untuk mendaratkan helikopter mereka di landasan. Anak buah Nikola tak berani melawan.


Selagi helikopter pertama turun, Nikola memicingkan matanya pada Alex. “Siapa kamu?” Nikola berusaha melihat siapa di balik helm tersebut. “Kamu itu apa?”


“Panggil aku Zetta Sonic.”


“Apa itu?”


“Mimpi buruk bagi kriminal seperti kalian.” Alex menarik Nikola, memaksanya berlutut sekarang. “Kamu pikir aku tidak tahu kalau tempat ini cukup untuk dua helikopter? Tempat ini cukup luas. Bisnismu pasti menguntungkan. Memaksa orang membuang kekayaannya di tempat kotor seperti ini.” Alex memegangi bahu pria tersebut sambil tetap menodongkan pistol. Matanya mengawasi helikopter kedua yang turun mendekat pula.


Nikola tak berani menjawab.


Hembusan angin mengencang dan keributan meningkat. Setidaknya seragam Alex memberitahu berapa kecepatan angin di luar lengkap dengan suhu. Meski begitu, suhu di dalam tubuhnya sendiri berbeda. Alex bisa melihat suhu tubuhnya naik satu derajat dibanding sebelum naik ke atas.


Alex tidak menyalahkan seragamnya. Seragam itu tidak terasa panas baginya. Juga tidak membuatnya sesak seperti kelihatannya. Bicara soal sesak, Alex mendapati nafasnya kini terasa berat. Ada sesuatu dalam dirinya yang tidak beres.

__ADS_1


Tubuhnya terasa makin aneh apalagi dengan tembakan yang mengenai dirinya. Peluru yang menuju ke dada dan perutnya gagal melukai dirinya, berkat adanya pelindung. Alex yakin keduanya akan menimbulkan bekas memar. Satu peluru yang menuju lengannya juga tak berhasil bersarang. Dia hanya berhasil menyerempet, merusak pakaian. Alex melihat darah merembes cukup banyak.


Alex bergegas memberi perintah lagi. “Suruh mereka melemparkan senjata!”


Nikola tak punya pilihan. Setelah kedua helikopter mendarat sempurna, anak buahnya melompat turun. Mereka melemparkan senjata di lantai lalu mengangkat tangan mereka ke atas. Tujuh orang persis.


“J, mau mengambil paket?” tanya Alex lirih pada operatornya.


[Tiger sedang ke posisimu. Tunggu sebentar.]


Saat pendaratan dilakukan, Jayden sudah mengirim Tiger ke atas. Tiger mengenakan seragam lapangan ICPA. Setelan hitam lengkap dengan helm dan rompi anti peluru. Senapan panjang menggantung di punggungnya. Sosok itu mengingatkan Alex pada satuan anti huru hara yang biasa digunakan saat terjadi kekacauan.


Begitu tiba di atas, pria besar ini memborgol satu per satu anak buah Nikola. Mereka tidak akan berani pergi ke mana pun selagi bos mereka dalam bahaya. Setelah semuanya beres, Tiger menghampiri Nikola dan Alex.


Alex mengoper kotak. Tiger memeriksanya. Nikola jujur kali ini. Di dalamnya, ada chip mungil. Tiger melempar senyum setipis kertas dan cepat. “Saatnya pergi, Sonic. Agen yang lain akan datang untuk membereskan kekacauan di sini.”


Alex mengangguk sekali dan melempar pertanyaan, “Bagaimana dengan Oliver Button? Dia berhasil tertangkap.”


“Apa?” Alex merasakan tangannya gemetar.


Tiger menarik Nikola dari Alex dan membelenggu tangan bos casino tersebut. “Orang ini membunuhnya di mobilnya sendiri. Supaya tak meninggalkan jejak, dia ingin melemparnya ke laut beserta mobilnya. Cara efektif tapi boros. Untung saja, agen kita berhasil menghentikannya.”


Tiger mengedarkan pandangan. Dia menyeret Nikola. Borgol tangannya dikaitkan pada salah satu tiang pengaman yang ada. Ini sebagai tambahan keamanan kalau-kalau dia berniat kabur atau ada bala bantuan lagi.


“Ayo, Sonic!”


Tiger berlari lebih dulu ke arah tangga darurat. Alex juga berlari, tak bersemangat. Mereka memang berhasil mendapatkan chip berisi formula gas beracun. Tapi, mereka gagal menyelamatkan Oliver Button. Seandainya saja Alex berhasil menghentikan mereka di resort, mungkin model tersebut masih hidup.


“Hei!” Tiger berseru. “Sonic!”


Alex terkesiap. Dia tidak sadar kalau berhenti di tengah jalan. Tiger sudah berada di tangga sementara Alex masih cukup jauh. Telinganya mendengar suara sirene. Suara sirene polisi disertai silaunya lampu rotator.

__ADS_1


[Itu bukan polisi. Itu ICPA dalam penyamaran. Kita juga punya hubungan baik dengan para petinggi polisi. Jangan khawatirkan soal itu.] Jayden menjelaskan.


Alex merasakan kegelisahan dan rasa tak enak makin menekannya.


[Alex, tekanan darahmu turun dan detak jantungmu tidak karuan. Kamu akan pingsan sebentar lagi. Bantu kami. Pergilah ke Tiger. Sekarang!]


Alex tak ingat apakah dia sempat menjawab atau tidak. Dia hanya tahu berlari terseok-seok di tengah hempasan angin kencang. Pengalamannya di atas helipad tidak pernah baik. Dia pernah gagal naik helikopter bersama ayah karena helikopter tersebut jatuh sebelum mencapai landasan. Kali ini, dia sendiri sendiri yang jatuh dari landasan ke tangan Tiger.


“Setidaknya, dia ringan.” Tiger menghibur diri. Alex dibo


[Bawa dia turun secepatnya, Tiger. Kita tidak tahu apa yang terjadi dengan Alex.]


“Mudah buatmu bicara dari kamar hotel ditemani camilan.”


[Aku tidak makan camilan di depan komputer.]


“Ya, ya. Terserah. Jadi, Sonic kehabisan baterai?” Tiger menapaki tangga dengan cepat dan tetap berhati-hati. Dia bisa melihat Caitlin di bawah. Caitlin di sana untuk memastikan kalau rute pelarian mereka tidak diketahui oleh siapa pun, bahkan oleh anggota ICPA sendiri. Gadis itu juga menggunakan seragam seperti miliknya.


[Ya dan tidak.]


“Apa itu artinya?”


[Indikatornya menunjukkan masih separuh. Masih ada energi untuk membawanya pulang dan sekolah seperti baisa. Pemakaiannya bisa dibilang cukup boros. Mungkin butuh sedikit kalibrasi. Alex tidak sadar karena sesuatu yang lain. Kemungkinan besar karena terlalu memaksakan diri. Ini misi pertamanya.]


“Memaksakan diri? Jangan bercanda! Anak ini bahkan tidak tahu cara menggunakan Dragon Blood dengan benar. Dia seperti badut di atas sana!”


[Tidak seorang pun dari kita tahu soal itu, Tiger. Semua butuh penyesuaian. Itu kata profesor Otto. Semoga itu juga berlaku untuk fisik Alex.]


“Aku juga butuh penyesuaian untuk menerima keberadaan bocah ini di operasi rahasia kita, Jayden. Berikan aku sedikit motivasi selagi menuruni jutaan anak tangga ini.”


[Biar kupikir sebentar. Hmmm … Anak itu bisa tewas di tanganmu. Kalau dia sungguh tewas, Nadira bisa memecatmu dan Alex bisa saja menghantuimu.]

__ADS_1


“Sial kau, Jayden!”


__ADS_2