Zetta Sonic

Zetta Sonic
Water Puddle


__ADS_3

“Nadira memerintahkan membawa pulang Jayden hidup-hidup. Itu yang akan kulakukan.”


Alex mengatakannya di depan cermin. Dia sudah makan, meski sedikit. Dia juga sudah memeriksa memar pada tubuhnya dan bekas luka gigitan dinosaurus di tangan kiri. Dia telah memakai kaus serta celana hitam lengkap dengan sepatu baru. Semua merupakan fasilitas milik Special Force.


Sepuluh menit setelahnya, dia telah berada di kapal selam mungil bersama Emil dan Tiger. Alex belum mendapatkan kembali gelang seragam tempurnya kembali. Seragam itu belum sepenuhnya diselesaikan. Lebih buruk lagi, seragam itu tengah dibongkar oleh Jayden. Mau tidak mau, Alex terpaksa menggunakan seragam tempur yang berupa peluru tersebut. Beruntung buatnya. Ternyata Jayden sudah membuatkan dua buah untuknya. Artinya, Alex punya cadangan seandainya seragam tersebut rusak atau terjadi sesuatu yang memaksa Alex mengenakan seragam lagi. Dalam kondisi seperti ini, hanya itu yang jadi pembeda situasi hidup dan mati.


Kapal selam mereka gunakan saat ini berbeda dengan kapal selam yang pernah Alex naiki sebelumnya. Saat itu, mereka menyusup ke pabrik milik Filip menggunakan SM-302. Sementara saat ini, nama di lambungnya adalah SM-204. Kalau bentuk SM-302 seperti bola, SM-204 berbentuk seperti pesawat. Badannya berupa segitiga yang ramping. Akhir misi saat itu buruk. Kali ini, Alex memastikan misinya akan berakhir lebih baik.


Tiger menekankan kalau dia diizinkan melakukan apa pun pada si monster demi menyelamatkan orang banyak. Maksudnya, pengunjung Debura Fun Park. Sebenarnya, ICPA bisa saja menutup tempat itu secara paksa. Sayangnya, hal semacam ini biasanya akan memicu rasa penasaran dan kekacauan. Zaman telah berubah. Kalau ada hal mencurigakan di media sosial mengenai Debura Fun Park, ICPA akan kena imbasnya. Nadira jelas tak menghendaki hal tersebut.


Emil telah memberikan senjata buatannya pada Alex. Dari segi bentuk, Alex mengakui sedikit kecewa. Senjata itu sama seperti pistol laser yang biasa dia pakai. Badan putih, garis biru, tembakan mematikan, daya dorong yang kuat. Emil rupanya sungguh-sungguh ketika bilang kalau dia memodifikasi senjata. Selain senapan itu, Alex juga diizinkan membawa pistol laser lain. Dengan satu pistol tersemat pada sisi kanan dan kiri sabuknya, Alex merasa seperti koboi. Tentu saja, dia juga membawa pedangnya. Meski Alex sanksi akan menggunakannya nanti.


Kapal mereka berhenti di sebuah tempat antah berantah. Alex hanya bisa mengetahui posisinya berdasarkan radar. Posisi mereka cukup dekat dengan Debura Fun Park. Alex bisa berenang dan mencapai bagian taman yang berada di atas laut. Tempat di mana kincir ria berada.


“Mereka di sini,” ujar Tiger.

__ADS_1


Alex segera tahu siapa yang dimaksud. Dari sisi layar berbeda, Alex melihat gambar dari kamera pengawas yang disadap Emil. Dia melihat sebuah truk besar dan beberapa pria berseragam. Alex cukup yakin kalau mereka kumpulan orang sama yang mengirim monster ke sekolahnya. Berpakaian kelabu, mengenakan topi dan kaca mata hitam, juga bot karet. Alex tak membuang waktu. Dengan bantuan panduan dari Emil, Alex berhasil menyelinap ke dalam Fun Park tanpa ketahuan. Dia bahkan bisa bertemu langsung dengan para pengirimnya.


Pertarungan pun terjadi di depan truk besar.


Alex tak percaya yang dia lihat. Kumpulan orang itu siap. Dua orang di antaranya membawa senapan laras panjang. Mereka tak ragu menembaki Alex yang baru datang dari sisi kiri gedung akuarium. Alex bukan kaget, dia hanya tidak percaya kalau lawannya tak ragu membawa senjata seperti itu di tempat ramai. Sekalipun posisi mereka berada saat ini adalah pintu belakang akuarium, bukan berarti pertarungan mereka tidak bisa dilihat orang banyak.


Sekali lagi, dirinya diingatkan pada kasus penembakan yang dia lihat di depan universitas. Semua dilakukan di siang hari. Banyak orang tak bersalah tewas. Puncaknya, Jayden menghilang. Alex merasakan darahnya mendidih.


Ketika situasi di sekitarnya bergerak pelan, Alex sadar kekuatannya telah bekerja. Dia pun bergerak lebih cepat. Pastinya jauh lebih cepat dibandingkan yang bisa diperkirakan orang-orang itu. Alex mengincar orang pertama di sisi kiri. Peluru melintas mulus di samping wajah Alex. Dia berhasil menghindari serangan dengan mudah juga tiba di depan lawan. Satu pukulan keras di perut memaksa lawannya berlutut.


Bala bantuan lawan pun datang. Alex menarik senjata laras panjang korban pertamanya. Dia memutar senjata tersebut. Lawan keduanya tak punya senjata laras panjang melainkan hanya pisau bergerigi ukuran sedang. Melihat kalau Alex sedang mengayunkan senjata itu, lawan pun menangkapnya sebelum mengenai tubuhnya. Lawan berhasil membaca serangan ini tapi gagal memperkirakan datangnya serangan selanjutnya. Alex menghadiahkan satu tendangan keras pada kepala yang mengirimnya pingsan.


Orang pertama yang dimaksud Emil jelas adalah orang yang kembali menembakinya dengan senjata laras panjang. Alex menghampirinya sambil mengingat ajaran Tiger. Pria besar itu pernah bilang kalau semakin panjang sebuah senjata, semakin kecil pula kemungkinan mereka bisa bertahan dari serangan jarak dekat. Dengan kata lain, kalau Alex bisa mendekat selagi mereka menembak, itu sebuah kemenangan baginya.


Di balik kacamata hitam lawan, Alex bisa melihat mata terbelalak. Sama seperti pria lainnya, mereka tidak akan menyangka kalau Alex bisa bergerak secepat itu. Sebuah kesalahan besar bagi mereka. Alex telah mengayunkan tinju. Lawan berusaha menangkis dengan tangan kirinya. Namun, gerakan paniknya tak membuahkan hasil. Alex meninjunya keras, memecahkan kacamata, membuatnya terjerembap ke tanah dengan hidung berdarah.

__ADS_1


Setidaknya satu lawan terakhir lebih lihai. Dia menghunuskan pisau besar ke tubuh Alex. Waktu yang tepat, senjata yang salah. Di hadapan seragam tempur buatan ICPA, pisau itu tak memberikan luka apa pun selain goresan samar. Alex berbalik. Lawannya menarik pisau lalu menghunuskannya ke arah leher. Alex menangkap tangan berpisau itu.


“Siapa kalian?” tanya Alex.


Pertanyaan sia-sia. Lawannya tak menjawab, malah menendang dadanya. Pegangan Alex pada pria itu pun terlepas. Lawannya membuat kuda-kuda.


[Itu tendangan berputar. Menunduk!]


Alex menuruti suara Tiger tanpa pertanyaan. Sangat jarang mendengar Tiger memberi instruksi padanya. Semua terjadi seperti suara tersebut. Lawannya membuat tendangan berputar ketika Alex sudah menunduk.


[Sekarang, tangkap kakinya dan banting dia!]


Tangan Alex berhasil menangkap kaki kiri lawan. Dengan kedua tangan, Alex membanting tubuh itu ke tanah keras. Lawannya bergeming. Alex membuatnya tak sadarkan diri juga. Percayalah, gerakan ini tidak semudah kelihatannya.


“Bagaimana kamu tahu?” tanya Alex.

__ADS_1


[Dia mantan pegulat. Aku pernah melawannya. Sekarang, tinggalkan mereka. Ada monster yang harus kamu buru.]


Alex tak percaya ketika menengok ke belakang truk. Tiger benar, lagi. Truk itu kosong. Apa pun isinya telah berpindah ke dalam akuarium. Ada jejak air menuju dari truk hingga ke pintu. Alex menebak kalau lawannya ini semacam ikan. Meski begitu, ini sama sekali bukan berita baik. Ada monster prasejarah mengincar pengunjung akuarium. Mari berharap ikan prasejarah ini hanya makan ikan lain.


__ADS_2