
Stealth Aircraft biasa memakan jiwa dalam jumlah banyak. Tidak bisa terdeteksi oleh radar memungkinkannya jadi pembunuh mematikan. Apalagi bila ditambah dengan kendali jarak jauh dan jumlah senjata yang banyak. ICPA memiliki beberapa pesawat serupa dan sistem penangkalnya. Mereka mengembangkan radar yang bisa mendeteksi pesawat semacam ini.
Ini pertama kalinya bagi Jayden naik stealth aircraft. Jayden tahu kalau dia akan diminta melakukan sesuatu. Lebih tepatnya, Jayden tahu akan mendapatkan komputer sebentar lagi. Bukan tidak mungkin kalau dia dibawa terbang ke suatu daerah lalu diminta menemukan sasaran di sana. Banyak hal tersembunyi di padang. Padang salju seperti ini termasuk salah satunya.
Di luar kepala, Jayden bisa menyebutkan dengan tepat jumlah fasilitas ICPA yang ada di sekitar sana. Sebuah laboratorium penelitian, sebuah bunker senjata, dan tambang pribadi milik ICPA. Tidak sembarang orang bisa tahu apa yang ada di sana. Namun, menurut Jayden, Roban bahkan tidak tertarik dengan apa pun yang ada di bawah pesawat mereka saat ini. Roban hanya ingin satu. Zetta Sonic.
Jayden harus mengaku terkejut ketika masuk ke dalam. Pesawat tersebut bukanlah stealth aircraft sungguhan. Mereka mengorbankan bagian senjata untuk membuat kabin penumpang yang lebih besar dari pada aslinya. Si pilot duduk membelakangi pada satu sudut ruangan. Di belakangnya, ada sederet bangku saling berhadapan. Di sana, lagi-lagi, ada dua orang bersenjata laras panjang.
Tidak ada yang bicara. Jayden hanya menebak apa yang perlu dia lakukan. Dia duduk dan mengambil sebuah tablet PC yang tergeletak. Pastinya bukan sembarang benda yang diletakkan di sana.
Benda itu berkilat di depan Jayden. Wajah Roban muncul dengan situasi yang sama persis seperti sebelumnya. Selalu sama. Seolah dia tidak pernah berganti pakaian atau meninggalkan ruangan tersebut. Ini membuat Jayden makin yakin kalau dia hanya boneka dalang sesungguhnya, si Mr. X.
“Sekarang, apa?” tanya Jayden lebih dulu.
“Kamu sudah tidak sabar untuk misi selanjutnya?” Roban terkekeh. “Berikutnya, aku hanya mau menunjukkanmu sebuah video.”
Saat itu, wajah Roban lenyap digantikan oleh video yang terputar otomatis. Jayden jelas tidak menyukai video yang dia lihat. Sebuah kekacauan. Pengacaunya memiliki bagian tubuh atas besar yang nampak tidak cocok dengan tubuh bagian bawahnya. Bajunya juga terlalu ketat. Dia bergerak, melompat, memukul seperti kera besar. Semua kehancuran yang dia lakukan hanya dengan tangan kosong.
Jayden hendak menyebutnya monster hingga dia mengenali sosok itu. Damon. Seingat Jayden, Damon seharusnya masih dipenjara. Dia juga seharusnya tidak bertubuh demikian. Sosoknya sangat tidak normal.
Tak lama setelahnya, dia melihat sosok pertarungan Alex melawan Damon. Tidak ada pemenang sesungguhnya dalam pertarungan tersebut. Alex tidak berhasil menangkap Damon. Damon juga tidak berhasil melukai lawannya. Akhirnya, video diakhiri dengan kaburnya Damon dengan masuk ke mobil hitam.
__ADS_1
Roban muncul menggantikan videonya. “Menarik, bukan?”
Jayden sangat tergoda untuk meresponnya. “Kamu membuat monster.”
Roban kembali terkekeh. “Bukan aku. Kalian yang membuatnya sendiri.”
Dari pernyataan tersebut, Jayden tersadar. Pelaku sesungguhnya yang menjadikan Damon seperti itu tidak lain dan tidak bukan adalah profesor Otto. Peneliti yang seharusnya berada di pihak mereka sepertinya lebih tertarik mengembangkan penelitiannya. Sungguh ironis. Melawan kriminalitas dengan melakukan kriminalitas.
Jayden menyembunyikan pemikirannya. “Kami tidak membuat monster, kami membuat robot. Apa itu robot?”
“Jayden, oh Jayden. Berapa sulitnya membuatmu mengakui kalau kamu mengenali sosok itu? Itu Damon dengan sedikit sentuhan berbeda. Kamu tahu apa maksudku, bukan? Dragon Blood telah mengalir di dalamnya.”
“Aku tahu kamu percaya.”
Jayden mengumpat dalam hati. Roban tahu apa yang dia pikirkan. Bukan. Ralat. Bukan Roban, melainkan Mr. X yang ada di balik semua penculikannya. “Kenapa kamu menunjukkan ini padaku? Mau membuktikan kalau Zetta Sonic hebat?”
“Justru sebaliknya. Kamu sendiri pasti sadar. Dia bisa jadi Zetta Sonic yang lebih baik.”
“Apa?” Jayden mengernyit. Dia cukup yakin kalau Roban tidak bicara soal Damon. Dia bicara soal orang lain. Ada orang lain yang bisa jadi Zetta Sonic lebih baik dari Alex. Ketika nama itu melintas di kepalanya, Jayden menelan ludah. Kengerian merambati punggungnya. Alex dan seluruh Special Force dalam masalah besar kalau mereka tidak segera mengetahui musuhnya.
“Akan ada lebih banyak Zetta Sonic—”
__ADS_1
“Untuk menangkap kalian semua,” sahut Jayden.
“Kami tidak terdeteksi, Jayden. ICPA tidak akan mampu menebak siapa kami apalagi menangkap kami. Semakin besar sebuah kelompok, semakin besar jumlah celahnya.”
Jayden tak mau mengaku kalau setuju. Itu juga salah satu pemikiran Nadira ketika menciptakan Special Force. Sebisa mungkin, dia ingin jumlahnya kecil. Sejak awal, mereka memang berencana memiliki beberapa Zetta Sonic. Setiap Zetta Sonic akan memiliki kelompoknya masing-masing. Kelompok kecil. Jumlah terbatas. Solid, lebih mudah bergerak dan juga lebih mudah diawasi.
Jayden menolak menyerah pada ketakutan. Dia masih berada dalam penculikan. Dia masih tidak bisa mengirim pesan pada ICPA. Dia masih tak bisa meloloskan diri. Tapi, bukan berarti kalau ICPA tidak bisa datang padanya.
“Mereka akan menemukanmu dan meringkus kalian semua,” ujar Jayden. Dia melirik satu per satu orang yang ada di dekatnya.
Roban, sekali lagi, terkekeh. “Tanpa teknologi, kamu tak ada bedanya dengan anak kecil, Jayden.”
“Benarkah?” Jayden melempar senyum simpul. “Kamu pikir kamu tahu berhadapan dengan siapa. Tapi, benarkah?”
Ucapan Jayden entah bagaimana berhasil membuat Roban gentar. Meski tak benar-benar mengutarakannya, senyum lenyap dari wajahnya. “Baiklah, sepertinya cukup di sini saja pembicaraan kita. Kamu bisa kembali beristirahat sampai aku memberimu tugas baru.”
“Aku tidak menerima tugas dari siapa pun.”
Roban mengabaikan ucapan Jayden dan hubungan komunikasi terputus di sana. Jayden digiring kembali ke kapalnya yang masih mengudara dekat.
Langitnya masih gelap. Tapi, tidak lama lagi, fajar akan datang. Bersamaan dengan itu, Alex dan Special Force akan datang padanya.
__ADS_1