Zetta Sonic

Zetta Sonic
Winning Laughter


__ADS_3

Damon terbahak-bahak setiap kali melihat rekaman video pertarungannya dengan Zetta Sonic. Rekaman pertarungan itu diambil dari ketinggian oleh helikopter salah satu stasiun TV swasta. Rekaman itu tidak pernah mencapai publik. ICPA memotong jalurnya sebelum berhasil disimpan cloud mana pun. Damon punya jalur tersendiri.


Roban ada di belakangnya.


[Kamu melakukannya dengan spektakuler, Damon. Sangat spektakuler.]


Damon tertawa lagi. Pujian itu diterimanya tanpa henti sejak lima menit yang lalu. Saat sedang memulihkan diri di salah satu markas bawah tanahnya, datang transmisi tak dikenal. Transmisi itu ternyata hubungan komunikasi dari Roban. Anak buahnya mempersiapkan transmisinya agar bisa dihubungkan langsung di ruang santai tersebut.


Ruangan tempatnya sekarang memang tak begitu bergaya. Tidak ada interior mewah, hanya cat kelabu. Lampunya hanya deretan LED memanjang bukan lampu gantung berukiran. Kursinya bersantai juga hanya kursi kantor biasa bukan sofa beludru. Meski begitu, kemenangannya terasa begitu manis. Seolah dia berada di ruang tahta alih-alih ruang sederhana di bekas gedung terbengkalai.


“Kamu bukan menghubungiku hanya untuk mengirimkan video ini, ’kan? Ayolah, teman lama. Katakan apa yang kamu inginkan? Kerja sama? Perlindungan? Kita bisa bicarakan bisnis lagi.” Damon akhirnya berhenti tertawa. Dia mengambil cerutu baru yang ada di meja tepat di seberangnya. Salah satu dari anak buahnya menyalakan cerutu itu begitu mendarat di mulutnya. Setelah satu hisapan, Damon melanjutkan. “Kalau dipikir-pikir, aku berhutang budi padamu, Roban. Kamu yang sudah memberitahu isi di dalam bendungan bobrok itu. Tidak akan ada yang menyangka kalau mereka sedang mengembangkan senjata biologis secanggih ini.”


[Bagaimana rasanya? Kamu orang terkuat di dunia saat ini.]


Pujian itu membuat Damon tertawa lagi. “Hahaha… Itu terdengar berlebihan. Aku suka. Rasanya memabukkan. Aku butuh sedikit istirahat dan setelah itu aku siap beraksi. Kita bisa mulai dari cabang ICPA kecil di pinggiran kota.”


[Jatuhkan pion kecil satu per satu, baru jatuhkan rajanya.]


“Membobol ICPA pusat akan sedikit merepotkan saat ini. Aku butuh sedikit waktu untuk itu.” Damon menikmati cerutunya sesaat lalu melanjutkan. “Bagaimana denganmu? Jadi, apa yang kamu butuhkan dariku? Apa yang sedang kamu lakukan sekarang?”


[Aku mendapatkan barang bagus. Aset berharga yang berhasil mendapatkan video rekaman tadi sebelum ICPA melenyapkannya untuk selamanya.]


“Kita bicara soal orang?” tebak Damon. “Siapa?”


[Mantan anak buah favoritmu. Seorang pengkhianat—]


“Jayden?” Damon membuat tebakan jitu lalu tertawa lagi untuk kesekian kalinya. “Aku sudah dengar beritanya. Itu luar biasa! ICPA pasti kelabakan gara-gara ini. Berapa banyak informasi yang sudah kamu dapatkan darinya?”


[Tidak banyak. Ada banyak hal yang masih bisa lakukan dengannya.]


“Selain mendapat informasi? Apa itu?”


[Membuat Zetta Sonic sadar kalau dia sebenarnya tidak berdaya. Kamu lihat sendiri, bukan? Tanpa Jayden, Zetta Sonic bukan hanya kehilangan anggota, dia kehilangan arah dan kepercayaan dirinya. Bukankah itu juga yang sedang kamu lakukan? Menunjukkan kalau ada yang lebih baik darinya? Mengirimnya dalam keputusasaan?]

__ADS_1


“Benar. Harus diakui, itu kesenangan tersendiri.”


[Apa kamu punya saran tambahan untuk menyiksa Zetta Sonic selagi Jayden bersamaku?]


Wajah Roban lenyap digantikan oleh gambar dari kamera pengawas. Di sana terlihat Jayden sedang duduk bersandar di atas kasur keras dalam kabin sempit. Ekspresinya terbaca sebagai lelah bercampur kesal. Tidak ada barang lain di sana. Tanpa teknologi, dia tak ada bedanya dengan anak kutu buku yang siap disiksa.


Damon mendengus lalu tersenyum. Dia menikmati bagaimana Jayden terlihat sengsara di sana. “Sebenarnya, menurutku, kita harus cepat-cepat mengorek informasi rahasia ICPA darinya. Lalu, kita bisa tembak dia dan buang mayatnya. Itu tujuan utama kamu menculiknya, ‘kan? Kalau enggak, tidak ada gunanya menculiknya sejak awal.”


Suara Roban kembali terdengar meski sosoknya tak muncul. [Sudah kubilang. Masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengannya.]


“Sekarang aku jadi berpikir kalau bukan informasi yang kamu inginkan.”


[Satu per satu, Damon. Satu per satu. Jangan khawatir. Dia akan bersamaku dalam waktu yang lama. Mungkin untuk selamanya. ICPA tidak akan pernah bisa mendapatkan posisi Jayden. Zetta Sonic sudah kehilangannya sejak penculikan dimulai.]


“Kamu yakin lokasinya aman?”


[Jangan cemaskan soal itu.]


Baru selesai bicara, ada pergerakan di video yang monoton. Seorang gadis tinggi berbalut mantel tebal masuk membawakan mangkuk berisi makanan dan botol air. Suara percakapan mereka tak terdengar. Dari gelagatnya, Damon menebak kalau itu jam makan bagi Jayden. Tak ada perlawanan di sana. Jayden memakan makanannya tanpa bicara. Si gadis berdiri di ujung. Posisinya bukan di depan kamera tapi cukup terlihat jelas.


[Tepat sekali. Kamu kenal banyak anggota ICPA juga rupanya.]


“Tentu saja. Aku pernah kemasukan beberapa mata-mata. Yang tertangkap akan menjalani penyiksaan sebelum tewas. Aku sudah membunuh lima orang.”


Mendengar itu, salah seorang anak buah Damon mendekat dan berbisik. “Empat orang, bos.”


Damon membalas, separuh berbisik. “Lima, kalau kuhitung agen yang enggak sengaja kutabrak di depan bank. Itu kecelakaan manis. Damon kembali pada Roban. “Enggak ada salahnya mencari informasi soal mereka di dunia bawah tanah. Tindakan preventif.”


[Setuju. Gadis ini mantan agen ICPA bagian perlengkapan. Namanya Camellia. Kami bertemu tahun lalu, kalau tidak salah. Aku menawarkan upah tiga kali lipat dari yang dia biasa dapat. Selalu menyenangkan bisa membajak dari perusahaan lawan.]


“Tidak, tidak. Itu bukan namanya.”


[Kamu yakin?]

__ADS_1


“Aku yakin dia pernah menyusup ke persembunyianku. Namanya Cindy atau Amy. Aku enggak begitu ingat, tapi yang pasti bukan Camellia. Tugasnya memang khusus untuk menyusup ke markas lawan. Dia seperti bunglon.”


[Kamu yakin?] Roban kembali bertanya.


Damon bergumam. “Lumayan.”


Layar pun kembali berubah. Gambar Jayden dan Camellia bergeser ke ujung. Ada rekaman video lain yang muncul di tengah layar. Video ini menunjukkan ketika Camellia bicara dengan Roban. Lalu, muncul juga beberapa foto Camellia dalam beberapa kesempatan. Fotonya ketika turun dari pesawat, foto ketika mengenakan gaun malam di pesta, juga fotonya mengenakan seragam kelabu ICPA.


Damon berpaling pada anak buahnya dan mendapat beberapa anggukan. Itu membuatnya makin yakin. “Seribu persen, Roban. Itu  dia! Dia masuk ke markasku, mengambil data, dan membuat casino baruku ditutup tidak sampai sebulan. Dia bisa mengubah penampilannya tapi enggak bisa mengubah gerakannya. Aku ingat lekuk tubuh dan wajahnya. Bahkan, rayuannya.”


[Jadi, menurutmu aku sudah ditipu?]


“Maaf kalau membuatmu kecewa, tapi kupikir memang begitu.” Damon membuat seringai. “Begini saja. Anggaplah aku salah. Kamu menyingkirkannya lalu sadar kalau dia memang Camellia. Mantan anggota ICPA biasa, enggak berbahaya. Coba bayangkan. Apa kerugianmu saat itu terjadi? Kupikir kamu hanya butuh anggota baru. Enggak lebih.”


[Tindakan preventif?]


“Benar sekali. Lakukan, Roban, sebelum dia mencuri lebih banyak darimu.”


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2