Zetta Sonic

Zetta Sonic
Wanted List


__ADS_3

Alex bisa saja membuat alasan untuk tidak ke sekolah. Banyak alasan. Sakit bukan salah satunya. Pikirannya sekacau tubuhnya. Dia memang sudah mendapat cukup istirahat malam. Fisik dan mentalnya sudah jauh lebih baik sekarang. Meski begitu, kondisinya cukup berbeda dengan kondisi Alex yang biasanya.


Alasan sesungguhnya kenapa dia tidak bisa kabur begitu saja dari sekolah bukan karena Alex kehilangan keahlian berbohongnya. Kepalanya bisa membuat seribu alasan agar tidak masuk hari itu selain karena badannya agak demam. Melainkan karena presentasi besar yang akan menentukan nilainya dan teman-temannya. Presentasi kelompok.


Pertama kalinya sejak melihat guru baru mereka, Alex tahu kalau Melodiza akan memberikan masalah baginya. Dia hanya tidak menyangka kalau itu perihal tugas kelompok. Guru baru ini memanfaatkan jaringan informasi sekolah dengan kelewat baik. Dia bukan saja bisa menyuruh mereka mengumpulkan tugas secara daring. Dia bahkan bisa menambah tugas tanpa perlu datang ke kelas. Gawatnya lagi, tugas itu menentukan presentasi cukup besar.


Pikiran Alex melayang-layang selama perjalanan. Si sopir bahkan harus mengingatkan Alex kalau mereka sudah tiba di sekolah. Alex berjalan seperti biasa di koridor, melempar senyum pada Leta, ngobrol santai dengan Willy. Jauh di dalam lubuk hatinya, dia tahu tidak seharusnya berada di sana. Alex tenggelam dalam pikirannya menyusun rencana. Dia mencari tahu apa saja yang harus dia siapkan untuk melakukan pencarian lagi.


Tapi, sebelum bisa melakukannya, Alex dihadapkan pada tugas besar. Tugas kelompok. Guru baru mereka jauh lebih rumit dibanding perkiraan Alex semula. Dia tidak ragu memberikan nilai buruk pada semua anggota kelompok bila ada yang sampai tidak masuk saat presentasi. Intinya, saat ini Alex tak bisa kabur, setidaknya sampai jam pelajaran tersebut. Dia bisa bertahan sampai siang. Setelahnya, Alex bisa kabur. Itu pikirnya.


Pikiran itu bisa saja jadi kenyataan kalau seandainya saja gurunya tak berulah lagi.

__ADS_1


Terakhir kali, tugas mereka adalah membuat presentasi mengenai peperangan yang terjadi. Mereka bebas memilih perang dari negara mana pun di benua Sinde. Mereka juga bebas membuat presentasi dalam berbagai format. Memadukan potongan film dan sedikit voice over, presentasi kelompok Alex jadi yang terbaik. Bukan hal mengejutkan. Alex sering dapat nilai tertinggi di kelas begitu pula kelompoknya. Ditambah lagi kali ini ada Leta dalam kelompok empat orang tersebut. Gadis itu benar-benar mempercantik video presentasi mereka.


Di sanalah masalah terjadi. Melodiza begitu terpukau oleh video mereka. Dia sampai meminta mereka tinggal setelah sekolah usai untuk membuatkan video lain. Alex punya hal buruk soal itu. Dia jelas tidak mau pulang sekolah terlambat. Dia ingin segera tiba di rumah dan mencari informasi lagi mengenai keberadaan Jayden.


Dalam kondisi seperti itu, seharusnya ICPA bisa membantu. Mereka punya cara untuk mengeluarkannya dari sana. Mulai dari koneksi sampai menyiapkan berbagai hal pendukung agar sekolah mengizinkannya keluar. Sayangnya, saat ini Alex tak punya banyak pilihan selain mengikuti keinginan guru mereka. Sekali lagi, nilainya dan teman-temannya dipertaruhkan. Bahkan lebih buruk dari itu, Leta ada di sana. Alex tak tahu mana yang lebih menyebalkan. Merasa bersikap canggung di dekat Leta atau membuat nilai gadis favoritnya buruk.


Alex cukup yakin kalau harinya akan berakhir buruk. Jadi, itu sebuah keajaiban ketika semua berjalan lancar. Dia bahkan bisa tiba ke rumah lebih awal dari perkiraannya. Dalam perjalanan menuju rumah, dia melihat panggilan masuk dari dokter Vanessa. Lagi. Dan, Alex sekali lagi mengacuhkannya.


Begitu tiba di rumah, Alex bergegas menuju ke meja komputer. Dia mencari bahan apa pun yang bisa memberinya petunjuk mengenai keberadaan Jayden.


Alex tak tahu di mana harus memulai. Layarnya dipenuhi terlalu banyak informasi. Mereka silih berganti menjejali layar. Bahkan, dirinya mulai berpikir untuk mencari layar monitor tambahan yang lebih besar agar bisa memuat semua. Matanya lelah dengan cepat. Ketegangan membantu menguras energinya.

__ADS_1


Ngomong-ngomong soal energi, hingga malam itu indikator Zetta Sonic tak menunjukkan penurunan signifikan. Dia sedikit tenang. Setidaknya, indikatornya berada di tengah. Mungkin dia masih bisa melakukan beberapa aksi bila diperlukan.


Bila Special Force memanggilnya, profesor Otto mungkin akan minta dia mengisi tenaga dulu. Alex berusaha tidak mempertanyakan kenapa hingga saat ini tak seorang pun menghubunginya. Sistem Special Force terhubung dengan Zet-Arm. Setiap anggota bisa mengakses kondisi tubuh Alex melaluinya. Artinya, besar kemungkinannya kalau Special Force tahu dia telah menggunakan energi cukup besar.


Alex mendesah sambil memijat pelipisnya. Seandainya dia adalah Jayden, semua perkara ini akan selesai dalam sekejap. Masalahnya, justru Jayden yang hilang. Dalam posisi ini, harus diakui kalau Killer Bee tak ada apa-apanya.


Berikutnya, Alex merasakan lelahnya hilang digantikan ketegangan. Dia mulai menemukan tulisan yang janggal. Kemudian, percakapan yang tak kalah janggal. Berakhir pada sebuah situs yang membuatnya merinding. Bukan situs penjualan organ, bukan pula situs jual beli budak. Tanpa sengaja, dirinya menemukan situs pembunuh bayaran.


Sejak bergabung dengan Special Force, Alex tahu cepat atau lambat kalau dirinya akan terjun bertemu mereka. Dia hanya tidak menyangka kalau akan menemukan nama-nama familiar di sana. Sebut saja seperti nama pemimpin negara, politikus, aktivis kemanusiaan, artis, juga pengusaha. Di antara itu semua, Alex mendapati nama-nama orang ICPA.


Alex membaca nama ayahnya di sana, Marcus Anthony Hill lengkap dengan alamat rumah dan pekerjaan sebagai pimpinan ICPA. Para penjahat tahu siapa ayahnya lebih daripada dirinya sendiri. Ayahnya berada dalam bahaya begitu pula dirinya dan ibunya. Alex hanya tak pernah menyadari hal tersebut sebelumnya.

__ADS_1


Dia juga menemukan nama Nadira bahkan Jayden. Setidaknya, penemuan kedua ini membuatnya sedikit lega. Kalau nama Jayden masih tertera dalam daftar target, artinya dia masih hidup. Jayden tidak jatuh ke tangan para pembunuh bayaran melainkan tangan orang lain. Bisa lebih buruk, bisa lebih baik.


Kelegaan itu tak bertahan lama. Alex membaca nama lain. Nama itu masuk dalam daftar sepuluh target dengan harga bayaran tertinggi. Nama itu juga masuk daftar target paling diinginkan. Alex memang tak tahu bagaimana situs itu bekerja, bagaimana mereka menentukan harga, siapa yang memasukkan nama di sana, juga siapa yang akan membayar bila target berhasil dihabisi. Dia hanya tahu satu hal yang pasti. Nama itu seharusnya tidak pernah didengar oleh dunia melainkan hanya oleh para penjahat. Karena Zetta Sonic memang diciptakan untuk menghabisi para kriminal.


__ADS_2