
Setelah di bawa ke ruang perawatan Keina pun tidur di kasur perawatan dengan di temani Ken. Tita merapihkan perlengkapan yang dia bawa di lemari yang tersedia. Keluarga Ito memang memiliki ruangan khusus di rumah sakit keluarga.
Sebagian keluarga sudah pulang menyisakan Tuan dan Nyonya Ito, Rehan dan Ayumi, Gagah dan Laras juga Gladys dan Angga. Sementara yang lain sudah berpamitan pulang setelah di rasa Keina aman dan sudah mendapatkan penanganan yang tepat.
"Yah, Bu. Ayah sama Ibu pulang saja istirahat Keina sudah tertangani." Tita.
"Iya Bu. Sebaiknya Ibu ikut kami pulang." Ayumi.
"Tapi, segera hubungi kami jika terjadi sesuatu." Nyonya Laura.
"Iya Bu." Tita.
"Kalian juga pulang saja." Titah Tita pada Gagah dan Laras.
"Iya Onty. Jangan ragu menghubungi Gagah ya Onty kalo ada apa-apa." Gagah.
"Iya. Ajak Gladys sama Angga pulang juga." Tita.
"Apa tidak sebaiknya Gladys menemani Onty saja di sini?" Gagah.
"Iya Onty." Laras.
"Kalian tanyakan saja padanya. Onty tidak di temani juga tak apa. Ada Oncle kalian." Tita.
"Biar ada yang gantian Onty. Kasian Oncle terus menjaga Keina." Gagah.
"Hmm.. Baiklah." Tita
Setelah berdiskusi akhirnya Gladys menemani Tita di rumah sakit begitu juga Angga yang tak tega tunangannya berada di rumah sakit walaupun bersama Oncle dan Ontynya.
Tita pun tidur di kasur yang sudah di sediakan bersama Gladys. Sementara Angga tidur di sofa. Menjelang dini hari Keina menggeliat bangun. Ken yang merasakan pergerakan Keina pun ikut terbangun.
"Kenapa sayang?" Tanya Ken.
"Au pis Dy." Ucap Keina.
"Pipis?" Tanya Ken dan Keina menganggukkan kepalanya.
"Baiklah ayo Daddy antar ya." Ken.
Ken pun menggendong Keina kedalam kamar mandi. Angga yang mendengar ada suara langkah kaki pun terbangun dan langsung duduk ketika melihat Ken menggendong Keina.
"Kenapa Oncle?" Angga.
"Keina mau pipis. Tidur lagi lah." Ken.
__ADS_1
"Sebentar Oncel biat infusnya Angga matikan sebentar nanti di nyalakan lagi." Ucap Angga.
"Baiklah." Ken.
"Tata.." Ucap keina lemas.
"Iya sayang. Kakak di sini ya." Angga.
Ken pun kembali membawa Keina masuk ke dalam kamar mandi. Tita terbangun dan melihat ranjang Keina kosong dan Tita pun panik membangunkan Gladys.
"Glad, bangun Keina tidak ada." Ucap Tita panik.
"Hah!" Gladys.
Angga yang mendengar suara Tita di balik tirai pun menjawab kepanikan Tita.
"Keina pipis Onty bersama Oncle di kamar mandi." Angga.
"Benarkah?" Tita menghampiri Angga.
"Iya Onty. Baru saja Oncle dan Keina masuk ke dalam kamar mandi." Angga.
"Syukurlah." Tita.
"Ayo Onty kita tidur lagi. Glad maaih ngantuk." Ajak Gladys.
Tita duduk di tepi tempat tidur melihat Ken dan Keina yang tengah di perbaiki infusnya. Setelah selesai Angga pun kembali ke sofa untuk melanjutkan tidurnya. Sementara jangan lupakan Gladys yang kembali meringkuk setelah terbangun beberapa saat tadi.
"Mommy tidur lagi. Masih malam." Ken.
"Hm.. Kakak masih panas ya Dad?" Tita.
"Sedikit sayang. Seperti sudah turun. Kamu tidak membawa termometer?" Ken.
"Bawa Mas. Sebentar Tita ambilkan." Tita.
Tita pun membawa termometernya di dalam tas yang dia bawa tadi. Tita mengukur suhu tubuh Keina dan benar saja Keina panasnya sedikit turun. Keina pun kembali tidur dalam pelukan Ken. Tita menatapnya sendu. Ken pun mengerti tatapan Tita.
"Mommy ingin di peluk juga ya?" Ken.
"Hm... Tidak. Daddy tidur lagi juga ya." Tita.
"Kemarilah." Ucap Ken merentangkan sebelah tangannya.
Tita mendekati tangan Ken yang terbuka. Ken mengusap lembut pinggang Tita. Kemudian meminta Tita membungkukkan badannya lebih dekat. Setelah itu Ken mendaratkan ciumannya di kening Tita.
__ADS_1
"Mommy sabar ya. Nanti kita tidur bersama lagi." Ken.
Tita pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ken mengerti sejak pernikahannya dengan Tita tak pernah sehari pun Ken meninggalkan Tita bahkan Tita selalu tidur dalam pelukkannya.
Bahkan Tita selalu merasa cemburu ketika Keina tertidur dalam pelukkan Ken. Ken harus bisa membujuk keduanya. Ken tau Tita akan menangis jika dirinya tertidur semalaman bersama Keina. Apalagi di sekarang Tita sedang mengandung perasaannya lebih sensitif.
Terdengar egois namun begitulah Tita sejak menikah dengan Ken. Karen Ken selalu memanjakannya. Ken merasa Tita tak pernah mendapatkan kasih sayangnya. Namun, Tita pun tak pernah menunjukkan kecemburuannya pada Keina karena Tita mengerti di usianya Keina sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang dirinya dan juga Ken.
Tita kembali meringkuk di samping Gladys dan Gladys pun memeluk Tita karena Gladys tau Tita membutuhkannya saat ini. Tanpa terasa Tita menteskan air matanya namun segera di tepisnya. Tita pun mencoba memejamkan kembali matanya.
Pagi hari kondisi Keina sudah semakin membaik. Tita bertugas menjaga Keina saat Ken mandi dan sarapan bersama Angga. Tita dan Gladys menunggu di kamar perawatan Keina.
"Tata au num." Keina.
"Boleh. Sebentar Kakak ambilkan ya." Gladys.
"My, kit My." Tunjuk Keina pada tangannya yang terdapat jarum infus.
"Sabar ya sayang. Kakak cepat sembuh agar infusnya bisa di lepas ya. Kakak semangat makan biar cepet sembuh ya." Tita.
Keina pun menganggukkan kepalanya. Suster membawakan makan pagi untuk Keina. Suster pun menyapa ramah Keina, Tita dan Gladys. Karena Suster tersebut merupakan adik tingkat Tita di kampusnya dulu.
"Selamat makan ya cantik. Di habiskan ya makannya biar cepet sembuh." Ucap Suster tersebut.
"Acih Ty." Keina.
"Sama-sama cantik." Suster.
Kemudian suster tersebut pun keluar meninggalkan mereka kembali. Tita menyuapi Keina dengan bubur yang di berikan suster tadi. Keina memakannya dengan lahap karena ingin infusnya di lepas.
Ken dan Angga datang membawakan sarapan untuk Tita dan Gladys.
"Sayang, sarapan dulu." Ken.
"Iya Mas. Simpan di meja saja dulu Tita masih menyuapi Keina." Jawab Tita.
Sementara Gladys sudah mendekati Angga untuk memakan sarapannya. Tanpa banyak bicara Ken pun membuka makanan yang dia bawa dan menyuapi Tita tanpa diminta.
Angga mengamati bagaimana Ken memperlakukan Tita dengan lembut dan Ken akan terlihat garang dan dingin saat di luar bersamanya tadi.
"Mas, biar Tita makan sendiri nanti." Tita.
"Buka saja mulut mu sayang." Ken.
Dengan patuhnya Tita membuka mulutnya dan mengunyah suapan demi suapan yang di berikan oleh Ken. Keina pun berhasil menghabiskan makananya walaupun sedikit lama dari biasanya. Gladys terlihat cuek melihat perlakuan Ken terhadap Tita karena dirinya memang sudah terbiasa melihat kemesraan mereka berdua. Sementara Angga baru pertama melihatnya.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏