Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Upacara Pemakaman


__ADS_3

Upacara pemakaman Ibu Intan telah selesai dilakukan. Tita dengan lembut mendampingi Intan. Begitu juga dengan Daffin yang selalu ada di sisinya. Pihak yayasan tempat Intan menimba ilmu merasa heran dengan kehadiran pengusaha sekelas Kenzo Ito bahkan lengkap beserta keluarganya.


Banyak pertanyaan singgah di kepala guru-guru, teman Intan bahkan para tetangga sekitar rumah Intan. Pasalnya yang mereka tau Intan hanya tinggal berdua bersama Ibunya setelah Ayah dan Adiknya meninggal.


"Intan. Setelah ini kamu akan melanjutkan sekolah kemana?" Tanya Ken setelah semua beristirahat.


"Intan belum tau Om. Sebelum Ibu pergi Intan mendaftar sekolah kedokteran dengan beasiswa. Tapi, belum ada pembukaannya." Intan.


"O...Ya? Dimana Tan?" Tanya Gladys semangat.


"Di Universitas A Kak. Kemarin ada program beasiswa dan guru Intan menawarkan itu." Intan.


"Lalu kamu bagaimana? Akan tetap mangambil itu atau mencari yang lain?" Ken.


"Intan tidak tau Om. Seandainya saja Intan di terima dan tetap ambil Intan juga tidak tau harus mendapat biaya tambahan dari mana. Sedang kuliah di kedokteran tidak mungkin sambil bekerja." Intan.


"Kamu tidak perlu khawatir sayang. Lanjutkanlah sekolah mu. Ibu mu pasti akan bangga." Tita.


"Iya Tan. Daffin juga kan berkuliah di universitas A." Laras.


"Kenapa jadi bawa-bawa Daff." Protes Daffin.


"Ya iya dong. Kan kalo ada apa-apa bisa minta bantuan Lu Daff. Terus kalo uang jajan habis masa iya Lu tega Intan kelaparan." Goda Gladys.


"Astaga!" Daffin.


Gelak tawa pun menghangatkan rumah Intan yang begitu sesak dengan kehadira keluarga Ito dan Durant. Hanya Keina dan Raya yang tidak ikut karena kehamilan mereka yang membuat Tita dan Olla melarangnya.


Tita dan Olla melarang Raya dan Keina ikut menghadiri upacara pemakaman Ibu Intan. Raya dan Keina di perbolehkan bertemu dengan Intan nanti ketika Intan berkunjung ke mansion.


"Kenapa Mommy dan yang lainnya lama ya Ray?" Tanya Keina.


"Ngga tau juga gw. Kata Mas Zi tadi udah beres tapi mereka belum datang juga." Raya.


"Abang juga bilang begitu." Keina.


"Apa ada acara dulu ya?" Raya.


"Tapi, kata Mommy Intan tinggal sendiri. Bagaimana mungkin bikin acara.". Keina.


"Apa Intan akan langsung di bawa ke sini?" Raya.


"Tidak. Kata Mommy akan di bawa Buna." Keina.


"Tinggal bersama Buna?" Raya.


"Iya. Buna yang minta katanya." Keina.


"Lah, kasian dong nanti Intan sendirian terus. Buna sama Yaya kan jarang di rumah." Raya.


"Ga tau juga gimana nanti." Keina.


Saat keduanya berdebat terdengar suara deru mobil memasuki halaman mansion. Keina dan Raya menengok ke samping dan ternyata itu mobil keluarga mereka yang baru saja datang dari rumah Intan.

__ADS_1


"Sayang..." Panggil Zio pada Raya.


"Biasa aja biasa aja.. Kaya cuma situ aja yang punya pasangan." Kesal Keina.


"Sirik Lu.." Zio.


"Ceh, Ayang gw juga ada ngapain sirik." Keina.


"Gimana adek sama Bunda baik-baik aja kan?" Tanya Zio pada Raya.


Keina mengerlingkan matanya jengah dengan tingkah Kakak sepupunya yang selalu menggodanya. Pasalnya Daren tidak terlalu memperlihatkan kemesraan di hadapan orang lain. Daren hanya akan memperlihatkan kemesraannya ketika bersama dirinya saja.


"Abang mau minum?" Tanya Keina pada Daren.


"Boleh Yang. Es jeruk kayanya enak Yang." Pinta Daren.


"Sebentar Kein minta buatkan Bibi ya." Keina.


"Oke sayang. Hati-hati jalannya." Daren.


Para orang tua yang melihat dua pasang Bumil (Ibu Hamil) itu hanya menggelengkan kepalanya saja. Dua pasang itu selalu saja beradu kemesraan yang berujung ribut kecil tapi tetap saling sayang.


"Zizi, Sinta gimana udah ada tanda-tanda isi? Biar kaya Raya sama Keina." Tanya Tita.


"Uhuk.... Uhuk..."


Keduanya sama-sama terbaruk kala pertanyaan keluar dari mulut Tita di peruntukkan untuk keduanya. Dan pasangan masing-masing dengan sigap memberikan air mineral pada Zizi dan Sinta.


"Tenang aja Onty. Nanti akan ada empat bayi deh pokoknya. Masing-masing satu dari kamu." Jawab Zayn.


"Lagian Abang ember bocor banget sih." Ucap Keina yang baru saja kembali bergabung.


"Lah, gw mesti jawab apa." Zayn.


"Sayang, ayo kita pulang." Ajak Abi pada Melan dan juga pasangan Andre dan Zizi.


"Ayo. Nanti kita lanjutkan ngobrolnya." Melan.


"Kita juga yuk Yang." Ajak Nio pada Olla.


"Ayo..." Olla.


Zayn dan Sinta pun ikut berpamitan. Begitu juga dengan Zio dan Raya. Tinggallah Tita, Ken, Daren, Keina dan Daffin di sana. Daffin sedikit terlihat berbeda. Sejak kedatangannya dari rumah Intan dirinya lebih banyak diam. Dan itu di perhatikan oleh Keina.


"Daff, Ada masalah?" Keina.


"Hah... Tidak." Daffin.


"Aku mengetahui kamu sejak kamu dalam kandungan Mommy Daff. Apapun yang tengah kamu fikirkan kamu tidak dapat menyembunyikannya dari Kakak." Keina.


"Ish... Peramal kali ah.." Jawab Daffin.


"Emang iya. Terus kenapa Lu?" Keina.

__ADS_1


"Ga ada." Jawab Daffin beranjak dari duduknya.


"Daffin..." Keina.


"Sudahlah Kak. Sepertinya Daff juga butuh istirahat dulu." Tita.


"Ayo Mom." Ajak Ken.


"Kalian mau kemana?" Keina.


"Besok kita kan harus ke jepang Kak. Jadi, kita akan bersiap." Tita.


"Kalian jadi pergi?" Keina.


"Iya Kak. Kemarin kita sudah menundanya dan besok kami harus pergi agar segera selesai urusan Daddy kamu." Tita.


"Lama Dad?" Keina.


"Tidak. Kasian Suami mu jika Daddy pergi terlalu lama. Paling lama satu minggu kami sudah ada di sini lagi." Ken.


"Terus Kein sama siapa dong? Nenek menginap di rumah Kak Laras." Protes Keina.


"Buna yang akan menemani kamu." Tita.


"Loh, Intan bagaimana?" Keina.


"Intan masih berada di rumahnya. Setelah tujuh hari Ibu nya barulah Intan ke rumah Buna. Atau Mommy minta Intan di sini saja menemani Kakak?" Tita.


"Sepertinya itu bukan ide buruk Mom." Ken.


"Tapi, bagaimana dengan Daff?" Tita.


"Ada Buna dan mereka yang akan menjaga keduanya. Lagian banyak sisimata disini." Ken.


"Cctv Dad.." Keina.


"Sudah berganti nama sekarang?" Ken.


"Ish... Daddy garing." Keina.


"Tapi, Mommy kalian suka tuh." Ken.


"Astaga! Sana kalian masuk." Usir Keina.


"Kita di usir di rumah kita sendiri Mom." Ken.


Ken dan Tita pun pergi ke kamar mereka untuk menyiapkan kepergian mereka ke jepang. Ada sedikit masalah di anak cabang perusahaan Ken yang di Jepang. Sehingga Ken harus segera menanganinya sekalian berkunjung ke sanak keluarga dari Sang Ayah.


"Sayang, kamu ga rewel kan tadi di tinggal Daddy.." Ucap Daren mengusap lembut perut Keina.


"Tentu tidak dong Dad.." Jawab Keina menirukan suara anak kecil.


"Pinter anak Daddy.. Kita istirahat yuk di kamar sayang." Ajak Daren mengusap lembut perut Zizi yang mulai menyembul.

__ADS_1


"Istirahat tapi ya Dad.."


🌻🌻🌻


__ADS_2