Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Mengantar Keina


__ADS_3

Sore hari Tanio beserta keluarganya datang ke mansion untuk mengantarkan Keina. Dan bersamaan dengan mobilnya masuk terlihat mobil Abi di belakangnya. Mobil Abi bisa langsung masuk begitu Abi membuka kaca jendelanya karena penjaga sudah mengenal Abi.


"Loh, gw fikir lu ga datang." Tanio.


"Datang dong." Abimana.


"Hai..." Olla.


"Eh, kok cemberut?" Tanya Melan pada Zayn.


"Zayn ngambek karena Keina sudah tidak menginap lagi di rumah." Jawab Olla.


"Loh, kan Kakak Zayn bisa menginap di mansion bersama Oncle dan Onty." Melan.


"Boleh Yah?" Tanya Zayn pada Tanio dengan wajah sumringah.


"Boleh, tapi tidak malam ini ya." Tanio.


"Yah..." Ucap Zayn kembali cemberut.


"Nanti setelah Onty benar-benar sehat ya. Sekarang kan Kasian Onty baru saja pulang dari rumah sakit." Olla.


"Hm.. Baiklah." Zayn.


Kemudian mereka pun masuk kedalam mansion setelah aksi ngambek Zayn. Sementara Zio dan Daren langsung asik berdua. Andre dan Keina menggandeng tangan Zayn yang masih dengan mode ngambek.


Olla dan Melan hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Sementara Tanio dan Abimana mengawal di belakang mereka semua.


Saat mereka memasuki ruang utama terlihat Ken sedang menyuapi Tita puding. Ken melakukannya dengan telaten. Tak terasa mata Tanio berkaca-kaca melihat Ken begitu menyayangi adiknya.


"Mommy...." Teriak Keina menghambur kedalam pelukkan Tita.


"Sayangnya Mommy...." Ucap Tita menyambut Keina.


Mereka berdua pun saling berpelukkan menumpahkan segala rasa rindunya. Kemudian Ken pun memeluk mereka berdua. Mendaratkan ciuman di puncak kepala Tita dan Keina secara bergantian.


Olla memperhatikan Tanio dengan tatapan cemburu dan bahagia menjadi satu. Olla menghampiri Tanio dan memeluknya dari samping.


"Peluklah mereka sayang." Bisik Olla.


Tanio menoleh pada Olla dan Olla mengangguk seolah memberi isyarat. Tanio pun melangkah mendekati Ken,Tita dan Keina. Ken menyadari kehadiran seseorang di sampingnya kemudian Ken melerai pelukkannya dan menoleh.


Ken melihat mata Tanio yang sudah berkaca-kaca. Ken tau Tanio merasakan hal yang sama dengannya mencintai dan menyayangi Tita saudara kandung satu-satunya yang Tanio miliki.


Ken memberi ruang bagi Tanio. Tanio pun mendekati Tita dan Keina. Tita mendongakkan kepalanya dan dilihatnya Tanio di hadapannya. Tita mengulas senyumnya kemudian merentangkan satu tangannya.


Tanio pun memeluk Tita dan Keina bersamaan menciumi puncak kepala Tita sebagai wujud rasa syukurnya karena Tita telah kembali berkumpul bersamanya dan juga keluarga kecilnya.


Olla menitikkan air matanya haru. Melan sudah menangis sejak tadi dalam pelukkan Abi. Zio, Andre, Zayn dan Daren hanya diam memperhatikan orang dewasa yang saling berpelukkan.

__ADS_1


Dan air mata Ken pun akhirnya luluh juga setelah sekuat hatinya menahan agar tidak keluar. Ken tau Tanio begitu menyayangi Tita bahkan sebelum Ken mengetahui seperti apa sosok Tita yang selalu Tanio banggakan dan sayangi.


Tanio mengurai pelukannya kemudian membalikkan badannya menghadap Ken. Tanio menghambur memeluk Ken dan menepuk punggung Ken seraya mengucapkan terima kasihnya karena telah menjaga dan tetap berada di samping Tita dalam keadaan apapun.


"Terima kasih Ken Terima kasih untuk segalanya. Kesabaran Lu dan semua yang udah Lu kasih buat adik gw." Ucap Tanio.


"Lu tidak perlu berterima kasih Nio. Itu kewajiban gw sebagai suami Tita. Terlepas Tita adik Lu atau bukan." Ken.


"Kalian ga ngajakin Gw pelukan?" Tanya Abi membuyarkan suasana haru yang tercipta diantara Ken dan Tanio.


Semua pun tertawa melihat tingkah Abi yang di buat seolah cemburu kepada Ken dan Tanio yang tengah saling berpelukkan.


Suasana pun kembali normal dan begitu hangat. Anak-anak bermain dengan pantauan bibi. Para wanita asik berbincang bersama dan para Pria pun sama namun obrolan mereka tak jauh-jauh dari yang berbau pekerjaan.


"Lu banyak makan Ta. Jelek deh kurus begini." Melan.


"Iya Ta. Pokoknya target Lu sekarang makan. Jangan mikirin hal-hal yang aneh." Olla.


"Iya Kakak-kakak ku yang bawel." Tita.


"Eh," Olla, Melan.


"Eh, Ta tahun depan Keina masuk sekolah. Ga berencana program lagi?" Melan.


"Gw ga pake apa-apa kok Lan setelah melahirkan Tiara. Tapi, kan Tuhan yang berkehendak." Tita.


"Gimana mau jadi. Baru buka puasa eh, di tinggal sakit gimana coba." Olla.


"Eh, iya juga. Jadi ada dua target dong Ta." Melan.


"Apaan?" Tita.


"Lu target naikin berat badan terus Kak Ken target bikin Lu blendung hahaha..." Ucap Melan di akhiri tawanya.


"Melan ih.." Ucap Tita dengan wajah yang sudah memerah.


"Ta, muka Lu merah banget. Lu masih malu sama Ken?" Olla.


"Huss... Kak Olla ih.." Tita.


"Hahaha.... Lucu banget sih La adik Lu ini. Nikah udah lama udah punya dua anak juga tapi masih malu-malu juga." Melan.


"Melan..." Rajuk Tita dengan wajah yang semakin memerah.


"Udah ga usah di fikirin omongan Melan. Yang terpenting sekarang ini kamu sehat Ta. Ge ga mau denger Lu sakit lagi. Kalo sakitnya karena keenakan sih ga apa-apa." Olla.


"Kak Olla sama aja ih." Ucap Tita semakin dibuat malu.


"Emang Kak Ken kalo di ranjang kuat banget ya?" Tanya Melan dan semakin membuat Tita kelabakan.

__ADS_1


"Melan ih, pertanyaan Lu itu udah makin aneh deh." Olla.


"Eh, tapi kayanya iya ya Ta. Liat aja badannya bagus gitu." Ucap Olla kemudian.


"Kak Olla ih. Emang suami kalian ngga kuat kalo di ranjang." Ucap Tita.


"Beeuuuhhh.... Jangan di tanya kalo Abang Lu mah." Jawab Olla.


"Apalagi Mas Abi. Hmmm...." Jawab Melan ambigu.


"Ih, kalian apaan sih." Tita.


"Pokoknya klo udah di tempat pertempuran dah deh hilang akal gw." Olla.


"Astaga! Ga nyangka Abang gw bisa bikin Lu kaya orang gila." Tita.


"Apalagi Mas Abi. Hm... Gw mah rela dah ngangka** tiap malam." Melan.


"Iih,,, Melan.." Tita.


Keseruan mereka pun tak luput dari pandangan para suami-suami. Mereka pun sedikit penasaran apa yang tengah para wanita itu bicarakan sehingga membuat ekspresi mereka begitu menggemaskan dimata suami mereka masing-masing.


"Astaga! Apa yang mereka perbincangkan. Sampe-sampe junior gw minta jatah begini." Batin Abi.


"Aw,,, Olla lagi ngomongin apaan sih? Ga ada orang udah Gw garao deh tu." Batin Tanio.


"Astaga! Sayang, seandainya kamu ga lagi sakit hah." Ken.


Para pria pun asik dengan fikiran mereka masing-masing hingga tak menyadari jika para istri mereka sudah berada di hadapan mereka bertiga. Para wanita yang sedang asik berbincang tiba-tiba di kejutkan oleh Olla yang melihat keanehan di antara para suami mereka.


Melan dan Tita pun menoleh pada apa yang di tunjuk Olla. Melan dan Tita pun sama penasarannya dengan apa yang Olla lihat.


"Mereka kenapa?" Melan.


"Ga tau." Olla.


"Ayo kesana. Takutnya mereka kesambet." Ajak Tita.


Mereka bertiga pun menghampiri pasangan masing-masing dan berdiri di hadapan pasangan masing-masing.


"Sayang."


"Mas."


"Sayang."


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2