
Bunga segera di larikan ke rumah sakit keluarga. Angel dengan setia menemani Bunga memberi semangat pada Bunga. Sementara Mikha memegang kemudi dan D duduk dengan cemas di sampingnya. Sampai di rumah sakit D masih belum bisa mengendalikan perasaannya sampai Ibu Bunga datang dan memberikan ketenangan padanya. D pun akhirnya bisa menemani Bunga di dalam bersama dengan Angel.
Setelah melakukan pemeriksaan Bunga sudah mengalami pembukaan 7. Hanya tinggal menunggu waktu sedikit lagi. Mules yang datang pun semakin kuat membuat D merelakan tangannya terkena cakaran Bunga dan rambutnya terkena jambakan maut Bunga. D pasrah menerimanya. Karena rasa sakit Bunga bahkan melebihi rasa sakitnya.
Ken, Tita, Ayumi, Rehan, Olla dan Tanio datang menyusul ke rumah sakit sementara yang lain hanya menunggu di mansion mengingat semua memiliki anak batita. Ken tidak mengijinkan mereka untuk datang ke rumah sakit.
Cukup lama mereka semua menunggu di luar membuat Mikha sedikit emosi. Angel yang sudah keluar dan menemani suaminya pun di buat kelimpungan menenangkannya.
"Sabarlah sayang. Semua butuh proses. Menantu kita sedang dalam penanganan." Angel.
"Tapi, ini sudah lebih dari satu jam Sayang. Bagaimana mungkin sebegitu lamanya. Apa saja yang mereka lakukan di dalam. Tak bisakah mereka segera menolong menantu dan calon cucu kita?" Teriak Mikha.
"Sabar Bang. Menunggu persalinan tidak seperti menunggu operasi yang sudah sangat pasti waktunya. Bahkan operasi pun terkadang membutuhkan waktu tambahan." Ucap Tita.
"Aarrgggh..." Kesal Mikha mengacak rambutnya.
Ibu Bunga yang melihat itu hanya bisa meneteskan air mata bahagianya. Betapa bahagianya karena putri semata wayangnya memiliki mertua dan suami yang begitu menyayanginya. Bahkan Mertuanya pun begitu mengkhawatirkan putri satu-satunya itu. Ibu Bunga tak henti bersyukur.
Tanio dan Ken pergi ke kantin rumah sakit untuk membeli minuman untuk mereka. Karena mereka tau jika semua membutuhkan proses. Bisa lebih cepat atau bisa lebih lama. Rehan berpamitan untuk ke ruangannya terlebih dahulu sementara Tita, Olla, Ayumi dan Ibu Bunga duduk dengan perasaan yang tak menentu.
Angel masih diam memeluk lengan kekar Mikha agar Mikha tak membuat ulah. Karena tadi hampir saja Mikha menendag tempat sampah yang berada di dekatnya. Mikha dan Angel begitu menyayangi Bunga. Rasanya seperti Bungalah putri mereka dan D hanya menantu.
Tanio dan Ken datang menbawakan minuman untuk mereka. Ken menyodorkan satu cup coffee pada Mikha agar Mikha bisa lebih tenang. Mikha pun menerimanya dan meminum sedikit demi sedikit coffee yang berada di tangannya.
Hingga dua jam berlalu tak ada juga tanda-tanda jika Bunga telah melahirkan. Itu membuat Mikha semakin gelisah. Begitupun dengan Angel setelah kembali melihat menantunya di dalam Angel menjadi lebih cemas lagi. Karena Angel melihat Bunga yang begitu kesakitan.
"Apa pembukaannya belum sempurna?" Tanya Angel ketika di dalam tadi.
__ADS_1
Bunga dan D mengatakan jika Bunga belum di periksa kembali. Itu membuat Angel semakin gelisah namun semua itu tidak di sampaikan pada Mikha karena akan membuat Mikha semakin emosi. Bahkan Mikha meminta Rehan menggunakan kekuasaannya untuk segera membantu Bunga melahirkan. Namun, Rehan dapat menjelsakannya dengan baik sehingga Mikha dapat mengerti. Saat semua diam dengan fikiran masing-masing tiba-tiba saja terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang persalinan. Semua pun saling pandang dengan berbagai fikiran masing-masing. Tanpa terasa air mata mereka pun menetes membasahi pipi mereka masing-masing terkecuali Ken dan Tanio.
"Oek... Oek...Oek..."
Suaranya begitu kencang menggema di dalam ruangan persalinan. Bayi laki-laki yang mungil dengan berat badan kurang dari tiga kilogram telah lahir kedunia. Bayi penerus Durant akhirnya lahir. D pun menciumi seluruh wajah Bunga setelah bayinya keluar. D tak berhenti bersyukur setelah melihat Putranya yang begitu mirip dengan dirinya. Bagai pinang dibelah dua. Putra pertama D tak ada sedikitpun kesamaan dengan Bunga semuanya mirip D.
Setelah di bersihkan Ibu dan Bayinya mereka pun segera di pindahkan ke ruangan khusus pemilik rumah sakit. Semua bersuka cita menyambut kelahiran putra pertama Durant. Walaupun Tanio pun telah memiliki dua irang Putra hanya saja Tanio lebih senang kedua putranya menggunakan nama Martin seperti dirinya. Saat semua berbahagia dan mengatakan jika bayi D dan Bunga sanagt mirip D tiba-tiba Bunga menangis menbuat D panik.
"Huaaa.... Huaa..."
"Sayang, ada apa? Apa masih terasa sakit?" Tanya D.
"Huuuaaaa... Kamu jahat Mas." Bunga.
"Jahat kenapa sayang? Katakanlah jika Mas salah. Mas minta maaf." D.
"Kamu jahat. Padahal aku yang mengandungnya dan aku yang berjuang mengeluarkannya tapi tak sedikitpun bayi kita mirip denganku. Semuanya kamu." Bunga.
Plak...
"Aww.. Kenapa Mami memukulku? Itu sangat sakit Mam." D.
"Lagian kau ini. Istri baru saja melahirkan sudah berfikir untuk membuat lagi. Tahan hingga bayimu besar nanti. Minimalnya setelah usia putra kalian 3/5 Tahun barulah kamu berfikir memberikannya adik." Angel.
"Astaga! Mami bagaimana bisa D menahan tidak mencampuri Bunga hingga putra kami sebesar itu. Jika seperti itu D menyesal menghamilinya." D.
"Daren Durant! Otak mu ini isinya mesum semua. Apa kau tidak malu dengan mertua mu." Greget Angel.
__ADS_1
"Semua tidak seperti yang kamu fikirkan D." Tita.
"Tenanglah semuanya. Aku hanya menghibur istriku ini. Mana tega aku melakukannya. Aku sudah melihatnya berjuang untuk jagoan kita dan aku rasa ini cukup..." D.
"Tidak!" Ibu Bunga.
"Kenapa?" D.
"Walaupun ini sulit untuk seorang perempuan tapi jangan membuat kalian trauma. Jangan biarkan cucuku sendiri. Berilah adik untuknya. Tapi,,, tidak sekarang." Ibu Bunga.
"Hahaa... Kau benar besan. Memiliki satu anak sangatlah sepi. Benar begitu bukan?" Angel.
"Betul." Ibu Bunga.
"Kau sudah menyiapkan nama untuknya D?" Ken.
"Sudah Oncle. Namanya Athalla Durant. Karena dia merupakan hadiah terindah untuk kami." D.
Setelah dua hari di rumah sakit Bunga dan bayinya dinyatakan baik-baik saja. Bunga dan Bayinya pun di perbolehkan pulang. Semua keluarga telah menanti kehadiran baby Athalla di rumah D yang tak jauh dari mansion. Bunga begitu bahagia kini dirinya bisa merasakan kehangatan keluarga Durant yang begitu luar biasa. Mereka selalu tulus dalam memberikan apapun kepada siapapun. Keluarga mereka yang terkenal begitu dingin dan di takutkan di luaran nyatanya begitu hangat dan ramah di dalam keluarga mereka. Bahkan canda tawa selelu menyertai keluarga ini.
Tak hentinya Bunga bersyukur mendapatkan suami seperti Daren Durant. Suami yang di temuinya tanpa sengaja dan tanpa fikir panjang Bunga menerima pinangananya. Rencana Tuhan memang selalu indah. Walau terkadang kita selalu mengajukan protes pada rencananya akan tetapi kita bisa rasakan jika rencananya begitu indah untuk kita.
TAMAT
🌻🌻🌻
Terima kasih semuanya yang sudah setia membaca "Jodohku Sahabat Kakakku." Maafkan jika ceritanya kurang berkenan ya. Jangan sungkan untuk mampir di cerita Author yang lainnya ya sahabat.
__ADS_1
Sekali lagi Terima Kasih🙏🙏🙏
🌻🌻🌻