
Satu hari mendapatkan perawatan Sore ini Keina di perbolehkan pulang karena panasnya sudah turun sejak pagi tadi. Sepertinya Keina hanya kelelahan karena beruntun kejadian yang membuat dirinya kurang istirahat. Karena asiknya bermain bersama saudara-saudaranya.
Tita membereskan kembali perlengkapan mereka di bantu oleh Gladys. Gladys yang melihat Tita sedikit murung sejak pagi tadi mengerti jika Ontynya itu tengah cemburu kepada Keina yang tak ingin lepas dari Daddy nya.
Angga yang masih menjalankan tugasnya sebagai dokter pun dengan terpaksa tak dapat mengantarkan Gladys pulang. Namun, Gladys mengerti dengan tugas tunangannya itu. Ayumi datang menjemput mereka di temani supir.
Keina masih betah dalam gendongan Ken. Tita berjalan beriringan bersama Gladys dan Ayumi bersama Ken. Ayumi teeus membujuk Keina agar mau dengannya setelah mendapatkan pesan dari Gladys.
"Ayo dong cantik gendong Bunda. Bunda kangen deh." Bujuk Ayumi.
"No, Buna." Jawab gadis kecil itu.
"Hm... Padahal Bunda punya coklat tapi anak Bunda kok ga mau sama Bunda ya. Ya sudah deh Bunda kasih coklatnya sama Kak Glad aja." Ucap Ayumi berpura-pura sedih.
Keina melirik ke arah Ayumi apakah memang benar Bundanya itu membawa coklat. Kemudian melirik ke arah Daddy nya meminta persetujuan. Ken manganggukkan kepalanya karena mengerti dengan keadaan bahwa Tita membutuhkannya juga.
Saat Ayumi akan mengulurkan coklat di tangannya untuk Gladys Keina pun kembali bersuara.
"No Buna, otat uat Tata Ena." Ucapnya.
"Ngga ah. Kan Kakak Keina ga mau gendong Bunda." Ucap Ayumi di buat cemberut.
"Au to au." Ucapnya mengulurkan tangannya untuk berpindah pada gendongan Ayumi.
Akhirnya Keina berhasil lepas dari Ken. Ayumi memang tau apa yang membuat Keina melupakan segalanya. Keina akan luluh dengan coklat dan es krim. Hanya saja Ken selalu membatasi Keina untuk makan coklat atau es krim.
Setelah Keina berhasil berpindah pada gendongan Ayumi Ken pun langsung dengan sigap berpindah posisi dengan Gladys. Ken memundurkan langkahnya untuk mensejajarkan langkahnya dengan Tita. Ken merangkul bahu Tita dan mendekapnya dari samping.
"I Love you." Bisiknya di telinga Tita dan tak lupa mendaratkan ciumannya di pelipis Tita.
Tita bersemu dan menyusupkan wajahnya di dada Ken. Ken tak mempermasalahkan kemanjaan Tita padanya justru itu yang membuat Ken merasa di butuhkan oleh Tita. Kehamilannya kali ini semakin membuatnya lebih manja.
Di dalam mobil Gladys duduk di samping supir Keina bersama Ayumi dan tentu saja Ken bersama dengan Tita. Keina terus menempel dengan Ayumi karena semua keinginannya di turuti oleh Ayumi.
"Kak, jika Laras dan Gagah punya bayi jangan lupakan anak-anak Tita ya." Ucap Tita menundukkan kepalanya.
"Hei, bicara apa kamu sayang. Anak-anak kalian adalah anak kakak juga jangan lupakan itu. Rasa sayang Kakak tidak akan pernah berkurang pada semua anak-anak Kakak." Ayumi.
"Kamu tenang aja sayang. Kak Ayu akan selalu menyayangi anak-anak kita seperti kita menyayangi Gagah dan Gladys." Ken.
"Tapi, Tita hanya sayang Gagah tidak Gladys." Canda Tita.
"Hei,, Onty. Glad ga mau ya nemenin Onty belanja lagi." Gladys.
"Untuk apa meminta bantuan mu. Bukankah sekarang ada Laras dan pastinya dia tidak akan meminta traktiran Onty." Tita.
__ADS_1
"Kak.Laras memang tidak akan memintanya pada Onty tapi Kak Gagah yang akan memintanya." Ucap Gladys tertawa.
"Ceh, kalo gitu Onty jalan sama Oncle mu saja. Sudah sangat bisa di pastikan Oncle mu yang akan membayar semua tagihan Onty." Ucap Tita bergelayut manja di lengan Ken.
"Apapun untuk mu sayang." Ucap Ken mendaratkan ciuman di puncak kepala Tita.
Tak terasa mobil mereka pun telah sampai di kediaman Ito. Tuan dan Nyonya Ito menyambut kedatangan mereka semua. Jangan lupakan juga pasangan pengantin baru yang masih setia stay di rumah.
Gagah terlihat menekuk wajahnya walaupun tak di pungkiri dirinya begitu senang Keina bisa secepatnya pulang karena dengan begitu bisa di pastikan jika demamnya tidak mengkhawatirkan hanya kelelahan saja.
"Kamu kenapa Gah?" Tita.
"Hah! Ga apa-apa Onty." Gagah.
"Tapi kok kaya yang kurang seneng gitu?" Tita.
"Siapa bilang ngga ah." Gagah.
"Kenapa? Ke ganggu ya kita pulang sekarang?" Tita.
"Eh, ngga tuh." Gagah.
"Kalo ga mau ke ganggu sana ke hotel." Tita.
"Percuma." Ucap Gagah kesal.
"Laras kedatangan tamu bulanan Onty." Bisik Gagah.
"Hah! Apa?! Hahahaa...." Tita pun tak tahan untuk tidak tertawa mendengar pengakuan keponakannya itu yang membuat semua orang melihat ke arahnya.
"Ada apa sayang?" Ken.
"Ngga apa-apa." Jawab Tita di sela tawanya.
"Ish! Onty main rahasia nih." Gladys.
"Kamu belum saatnya tau Glad." Tita.
"Ceh, pelit." Gladys.
"Biarin." Tita.
"Hush... Udah sana Glad simpan baju kotor kalian tadi. Berdebat saja kalian ini dari tadi." Ayumi menengahi.
Mereka semua pun berkumpul di ruang keluarga menemani Keina yang begitu asik bermain bersama mainannya yang sudah di tinggalkan seharian karena dirinya harus di rawat.
__ADS_1
"Kamu menertawakan apa tadi?" Tuan Ito.
"Hm... Itu Yah. Ada yang cemberut mesti puasa." Ucap Tita melirik Gagah.
"Benar begitu Laras?" Tanya Tuan Ito.
"Hah! Apanya Opa yang benar?" Tanya balik Laras yang tak mengerti pertanyaan Tuan Ito.
"Tuh suami kamu." Tuan Ito.
"Kakak kenapa?" Tanya Laras.
"Jangan dengarkan mereka. Kamu temani Keina bermain saja." Gagah.
Membuat Tuan dan Nyonya Ito juga Tita dan Ken tertawa juga. Ayumi yang baru saja datang dari dapur pun merasa heran kenapa mereka semua tertawa.
"Ada apa?" Ayumi.
"Ajarkan anak sulungmu bagaimana memperlakukan istrinya ketika berpuasa." Nyonya Laura.
"Hah! Benarkah?" Ayumi.
"Sudahlah. Kalian semakin tak karuan. Gagah pamit ke kamar dulu." Gagah.
Setelah Gagah pergi Ayumi membisikkan sesuatu di telinga menantunya. Laras pun membuka matanya penuh mendengar bisikan dari Ayumi.
"Apa harus seperti itu Bunda?" Laras.
"Kau tanyakan saja pada Onty dan Oma." Ayumi.
"Hei, kenapa kau membawa-bawa namaku." Protes Nyonya Laura.
"Karena kami belajar dari Ibu." Ayumi.
"Bagaimana mungkin aku yang di salahkan?" Nyonya Laura.
"Karena Ibu disini yang paling Matang usianya." Ayumi.
"Ck kau ini." Nyonya Laura.
Obrolan demi obrolan pun terus berlanjut. Laras mendapatkan ilmu baru dari ibu mertuanya. Namun, untuk menjalankan ilmunya itu butuh keberanian yang luar biasa tapi mungkin akan coba dia lakukan.
Keina sudah di bawa masuk ke kamarnya untuk tidur. Kali ini Ayumi yang bertugas menemaninya tidur. Keina pun dengan cepat tidur karena masih ada pengaruh dari obat yang di berikan.
Ken membawa Tita masuk ke dalam kamar begitupun Tuan dan Nyonya Ito. Sementara Laras begitu gugup untuk memasuki kamarnya.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏