Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Bertemu Artur


__ADS_3

Sudah dua hari Tita dan Ken menginap di rumah Tanio dan Olla. Tak ada sedikit pun rasa curiga Olla dan Tanio mengapa Tita begitu betah tinggal bersama mereka. Olla hanya mengira itu bawaan kehamilan Tita saja.


Tanio pun tak banyak bertanya pada adiknya ataupun Ken. Mereka menikmati kebersamaan yang sangat jarang terjadi mengingat Tita dulu terus bersekolah dan mendapatkan pekerjaan yang lumayan bagus di rumah sakit keluarga milik Dokter Rehan.


Satu minggu sekali pun jarang sekali berkumpul. Bahkan dalam sebulan bisa hanya bertemu 2 jam saja saat makan malam atau makan siang bersama. Itupun Olla dan Tanio yang mengunjunginya atau berjanji bertemu di restoran.


Tita dan Ken pun tak pernah menyinggung Jessie yang memilih tinggal bersama Opa dan Omanya. Aldi yang merasa tak enak dengan Tita dan Ken selalu membujuk Tita untuk tinggal di rumah mereka saja atau di rumah orang tuanya.


Namun, karena Jessie tak pernah tau latar belakang Aldi dan Tita Jessie selalu menolaknya dan tetap ingin di rumah Opa dan Oma nya. Karena hanya di rumah itulah Jessie merasa aman dari gangguan sang Ibu.


Sudah hampir dua minggu Jessie dan Aldi tak memberi kabar pada Aiko dan Artur. Aiko pun tampak tak ambil pusing. Dirinya asik bersama para sosialita teman-temannya yang arisan sana arisan sini.


Artur merasakan kesepian karena Jessie tak ada kabar beberapa kali Artur datang ke rumah Jessie dan penjaga selalu mengatakan jika Jessie dan Aldi belum kembali.


Ada keinginan darinya untuk menanyakan Jessie pada Mertuanya tapi Artur tahan karena sekarang Jessie sudah memiliki suami untuk apa dirinya bersembunyi di rumah mertuanya. Artur berfikir karena tak ada masalah antara anaknya dan istrinya.


Artur memang tak mengetahui jika Aiko terus mendesak Jessie mengenai masalah anak. Artur lebih berpasrah dan hanya fokus menjalankan bisnisnya saja. Untuk target kerja sama dengan perusahaan milik keluarga Durant pun harus dia pupus.


Karena betapa sulitnya membujuk Tita apalagi Keluarga Omnya Bagas sangat menjaga Tita. Belum lagi betapa sulitnya menembus keluarga Durant.


Artur pergi ke restoran untuk makan siang. Kebetulan sekali Aldi dan beberapa dokter lainnya mendatangi restoran tersebut. Aldi di undang salah satu dokter di rumah sakit tempatnya bekerja untuk merayakan kenaikan jabatannya.


Dan sebagai salah satu keluarga dari pemilik rumah sakit Aldi pun datang mewakili Rehan. Karena Rehan ada jadwal operasi siang itu. Aldi melihat mertuanya memasuki restoran seorang diri.


Awalnya Aldi mengira mungkin Papi mertuanya akan bertemu dengan rekan bisnisnya tapi sampai pesanan datang Artur tetap sendiri. Artur hanya memainkan ponselnya sejak kedatangannya. Aldi berpamitan pada rekan dokternya untuk menemui mertuanya.


"Pih," Panggil Aldi.


"Eh, Al. Kamu di sini? Bersama Jessie?" Tanya Artur sumringah.


"Tidak Pih. Aldi bersama teman-teman Dokter disana." Tunjuk Aldi pada sekumpulan dokter-dokter muda.


"Owh! Kapan kalian datang dan dari mana?" Berondong Artur.

__ADS_1


Aldi duduk di kursi di hadapan Artur dan menghela nafasnya. Dengan berat hati Aldi pun menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Pali mertuanya dan mengatakan dimana Dirinya dan Jessie sekarang tinggal.


Betapa terkejutnya Artur mendengar cerita anak menantunya. Dirinya tak menyangka jika istrinya berani berbuat senekad itu hingga meminta anaknya untuk berpisah dengan menantunya.


"Apa Mami belum tau kalian ada di rumah Opa?" Artur.


"Belum Pih." Aldi.


"Tinggallah di apartemen untuk sementara. Jangan di rumah Opa kalian. Karena disana sangat rentan untuk Mami mu datang." Artur.


Artur belum mengetahui jika Jessie tengah mengandung karena Aldi tak menceritakannya. Biarlah nanti dia dan Jessie akan mengatakannya langsung pada Artur.


"Akan aldi coba bujuk Jessie Pih." Aldi.


"Papi akan datang ke rumah Opa menggunakan taksi karena jika Papi datang dengan mobil Papi Mami mu akan mengetahuinya." Artur.


"Baik Pih. Nanti sepulang dari sini Aldi akan mengatakan jika Papi akan datang." Aldi.


Aldi menatap punggung Papi mertuanya yang masih terlihat tegap hingga tak terlihat. Aldi pun kembali bergabung bersama rekan-rekan dokter yang lainnya.


Sementara Tita memilih untuk makan siang bersama suami tercinta di kantor suami tercinta. Tita berencana pulang sore ini bersama Ken. Karena tidak enak terus menginap di rumah Tanio meskipun mereka menerimanya dengan senang hati.


Bukan tak mampu membeli rumah hanya saja keduanya selalu di larang berpisah dari Tuan dan Nyonya Ito. Nyonya Ito begitu menyayangi Tita dan tak ingin Tita berpisah dengannya. Terbukti sejak kepergiannya ke rumah Tanio Nyonya Laura selalu menelfonnya dan menanyakan kabarnya.


"Sayang, yakin pulang? Ngga ke apartemen saja?" Tanya Ken.


"Hm... Tita kangen Ibu sama Ayah." Tita.


"Baiklah. Mas ikut kamu saja sayang." Ken.


Tita tersenyum dan bergelayut manja di lengan Ken.


"Mas selesaikan pekerjaan Mas dulu ya. Kamu istirahat saja di kamar. Nanti Mas bangunkan jika sudah selesai." Titah Ken.

__ADS_1


"Tita di sini dulu saja Mas. Baby ingin lihat Daddy kerja." Tita.


"Baiklah sayang. Jika lelah tidurlah di dalam oke." Ken.


"Oke Daddy.." Ucap Tita menirukan suara anak kecil.


Ken pun kembali menyelesaikan pekerjaannya beruntung siang ini tak ada jadwal meeting di luar ataupun di perusahaannya. Jadi dirinya tak perlu meninggalkan Tita di kantor. Sambil membaca buku bisnis sesekali Tita melirik ke arah suaminya yang tengah fokus oada layar komputer dan beberapa berkas di hadapannya.


Karena matanya tak bisa berkompromi lagi Tita pun tertidur sambil duduk. Ken melihatnya dan segera memindahkan Tita ke tempat tidur di ruang pribadinya. Karena Ken tak ingin badan Tita sakit karena tertidur di sofa.


Setelah memindahkan Tita Ken kembali fokus pada pekerjaannya hingga tak terasa waktu pun telah menunjukkan jam 4 sore. Satu jam lagi waktu pulang kantor. Tapi, karena pekerjaannya telah selesai Ken pun berencana untuk pulang lebih awal.


Ken yang akan membangunkan Tita tersentak ketika pintu runag pribadi yang akan di bukanya terbuka lebih dulu dan menampilkan Tita dengan wajah segarnya.


"Astaga! Sayang sudah bangun rupanya." Ken.


"Eh, maaf. Tita mengagetkan Mas ya." Tanya Tita yang juga kaget.


"Tidak apa-apa sayang. Mas berencana membangunkan kamu tadi tapi ternyata istri Mas yang cantik ini sudah bangun rupanya." Goda Ken.


"Ish... Gombal." Tita.


"Ga apa-apa sama istri ini gombalnya. Pulang yuk sudah sore." Ajak Ken.


"Ayok. Tapi, mampir ke bakery dulu ya Mas. Mau macaron sama cake." Pinta Tita.


"Boleh sayangku.." Ken.


Keduanya pun keluar dari ruangan Ken dan berpamitan pada Anton dan Lidia asisten dan sekretaris pribadi Ken. Setelah itu Ken menggandeng Tita memasuki lift untuk turun ke basement mengambil mobil Ken.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2